MEMAHAMI GAYA FORMAL PRAKTISI KEUANGAN (Bagian I & II) – 2017

Bagian I

Bagaimana bayangan Anda tentang penampilan pria berprofesi pialang saham, profesional perbankan, atau perencana keuangan? Setelan jas hitam formal dengan rambut tersisir rapi dengan satu ton pomade? Penampilan monokrom dan klasik yang sama dari hari ke hari?
Bila fashion tak lepas dari gaya hidup masyarakat berbudaya, maka pria modern yang berkarier di dunia keuangan tentunya memiliki kesesuaian gaya dengan dunia keuangan sekaligus mampu mengaktualisasikan tendensi mode terkini.
Common Look of the Financial Professional
Fashion mencerminkan cara kita menjalani hidup. Bukan saja tentang apa yang Anda pakai, tapi juga bagaimana, dimana serta dengan siapa Anda beraktivitas. Hal ini membantu kita memahami keharusan penampilan formal bagi para praktisi keuangan.
“Kebanyakan pria yang menggeluti bidang keuangan berpenampilan rapi dan resmi. Bidang ini erat kaitannya dengan trust. Penampilan yang profesional tentu membangun kepercayaan dalam awal hubungan bisnis,” ujar Novi Syabrina, branch manager perusahaan asuransi terkemuka Manulife.
Menurutnya, gaya berpakaian yang cocok untuk praktisi bidang asuransi atau investasi memang mewajibkan kemeja berlengan panjang, celana panjang, dasi, dan juga jas. Alfons Lee, desainer yang sedang populer dan diminati sederetan sosialita dan selebriti tanah air, juga menambahkan bahwa kerapian adalah elemen kunci gaya para profesional tersebut.
Mengapa harus formal?
Financial educator & advisor Elsa Febiola Aryanti memaparkan alasan betapa pentingnya hubungan gaya formal para pelaku keuangan dengan tujuan utama mereka mendapatkan kepercayaan dari klien.
“Bisnis keuangan adalah bisnis kepercayaan. Penampilan yang rapi dan formal sangat penting karena mempresentasikan kepercayaan, trustworthyness, dan reliability tidak saja dari praktisi tersebut namun juga perusahaan yang diwakilinya.” ungkapnya.
Industri keuangan mencakup banyak bidang termasuk perbankan, pasar modal, dan asuransi. Elsa menambahkan, bahwa ada bidang yang secara tradisional gaya berpakaiannya lebih formal dibanding bidang lain. Biasanya sub bidang yang sejarahnya lebih tua seperti perbankan dan asuransi lebih mewajibkan praktisinya berpakaian formal.
Siddiqi Patiagama, seorang manager dari salah satu divisi bank swasta di Jakarta juga menegaskan bahwa kerapian dan formalitas penampilan para staf perbankan adalah tuntutan pekerjaan, bukan sekedar pilihan gaya berbusana. Sangat mungkin seorang profesional ‘tersisihkan’ hanya karena tidak mengikuti pakem berpakaian yang sudah menjadi bagian kultur perusahaan.
Sepenting itulah sebuah gaya formal bagi seorang praktisi keuangan. Tak hanya sekedar rapi dan enak dipandang, tapi gaya berpakaian profesi ini memiliki dasar yang sangat mendalam tentang fungsi.
Bagian II
Jika sebelumnya sudah dibahas tentang kenapa praktisi keuangan berpakaian formal, di bagian ke dua ini kita akan memaparkan bagaimana cara membuat gaya formal itu sendiri tidak terasa kaku, dan nyaman dipandang.
Make It Stylish
Menyeimbangkan keduanya dalam proporsi yang wajar membutuhkan pemahaman akan proporsi dan komposisi dalam padu padan pakaian serta aksesori. Beberapa profesional keuangan dan mode tanah air pun memberi tips sederhana untuk membuat gaya formal ini stylish tapi effortless.
Lanangindonesia.com menerima masukan dari desainer tanah air yang sudah go international, Lenny Agustin. Desainer yang terkenal berkat kepiawaiannya menggubah keindahan kain tradisional seperti tenun dan batik menjadi ready to wear yang modern ini menawarkan beberapa tips untuk upgrade penampilan formal jadi lebih modis.
“Coba kemeja dengan detil atau motif yang unik namun tidak terlalu menyolok seperti kemeja dengan kerah yang lebih kecil dari biasanya, kerah shanghai, atau kantong dengan warna jahitan yang berbeda,” ujar Lenny.
shanghai-1
Sementara itu branch manager Manulife, Novi Syabrina, menyarankan batik sebagai pilihan kemeja bila mendapatkan acara dengan dress code. Batik dianggap formal sekaligus personal karena menunjukkan taste kita dalam pemilihan kualitas dan kesesuaian warna dengan kulit. Ada begitu banyak pilihan kemeja batik, dari yang klasik hingga kontemporer. “Yang pasti, jangan sampai terlihat cheap,” tandasnya.
 shanghai 3
Financial educator dan advisor Elsa Febiola juga merekomendasikan pemakaian kemeja tenun ikat untuk penampilan praktisi keuangan yang dikenakan dengan sepatu dan belt kulit berkualitas.
Mix and Match
Dalam mix and match, Desainer Lenny menyarankan pemakaian jas atau blazer yang berbahan tipis dan tak usah dikancingkan. Beberapa rekomendasinya untuk bawahan adalah pilihan celana panjang bertekstur seperti denim untuk penampilan formal yang fresh.
“Namun tetap dalam warna senada dengan keseluruhan penampilan,”ungkap desainer yang juga sedang disibukkan dengan persiapan perhelatan mode Surabaya Fashion Parade Mei mendatang ini.
Kami memahami pentingnya dress code yang sudah pakem di lingkungan praktisi keuangan. Karena itu, kami juga menganggap sentuhan mode kekinian pada penampilan profesional harus sewajarnya dan tidak mendominasi. Bila kantor mewajibkan kita mengenakan suit atau seragam tertentu, coba kenakan dengan detil-detil dalam ukuran semini mungkin seperti motif houndstooth atau kotak-kotak dalam warna netral dan formal seperti hitam, abu-abu, biru navy atau krem.
shanghai 2
Kita juga bisa ciptakan sedikit keseruan melalui sedikit aksen dengan burst out some colors pada aksesori dasi, cufflinks, atau pocket squares. Jika Anda berkacamata, mengapa tidak memilih kacamata desainer dari koleksi mutakhir? Folio atau clutch sesuai tren saat ini juga sudah cukup untuk menyuarakan ‘Fashion’ dalam penampilan kantoran Anda yang formal.
Pada akhirnya, penampilan profesional keuangan terbaik bagi pria modern menekankan pada kualitas dan kepatuhan berpakaian dengan sedikit ruang untuk eksplorasi tanpa mengubah tujuan penampilan secara keseluruhan; trust dan wibawa perusahaan.
Bagaimana Sobat Lanang sekalian, sekarang kalian sudah paham kan kenapa cara berpakaian para praktisi keuangan selalu eye catchy. Intinya gaya pakaian yang formal tapi stylish tetap bisa diadaptasikan pada beberapa profesi yang khususnya banyak di indoor. Nilai diri kita sebenarnya bukanlah apa profesi kita, tapi seperti apa cara berpakaian kita.

By Muhammad Reza (087877177869, muhammadreza_ss@yahoo.com)

Advertisements

10 ISTILAH UMUM DI DUNIA FASHION (2013)

Published for official blog of VOGAMODA on January 15, 2013.

By Muhammad Reza (087877177869, muhammadreza_ss@yahoo.com)

https://vogamoda.wordpress.com/2013/01/15/sepuluh-istilah-umum-di-dunia-fashion/

Dalam dunia mode yang dinamis, kita sering mendengar atau membaca beberapa istilah yang tak lazim bagi masyarakat awam. Apa saja dan apa sih artinya? Yuk disimak semua definisinya!

istilah-fsdhion-cover

1. Haute Couture
Haute Couture (baca: ot kutyur) merupakan mahakarya tertinggi dalam dunia mode. Dalam bahasa Indonesia ia dipadankan dengan adibusana. Sebagai wujud kemewahan tertinggi atas produk mode, sehelai adibusana secara ekslusif dibuat sesuai ukuran tubuh pelanggan. Dengan bahan berkualitas terbaik dan tekhnik pengerjaan terjenius dan sarat detil, harga busana berkisar antara ratusan juta hingga miliaran rupiah. Jangan lupakan juga biaya tambahan seperti akomodasi dan tiket penerbangan pribadi karena pelanggan harus beberapa kali melakukan pengepasan (fitting) di ruang kerja sang disainer yang bermarkas di Paris.

2. Ready To Wear
Ready to Wear atau busana siap pakai (busana jadi) merupakan busana massal yang diproduksi dalam berbagai ukuran dan warna berdasarkan satu disain. Busana jadi ini memiliki banyak klasifikasi, dari high fashion yang merupakan busana jadi rancangan disainer papan atas seperti Gucci dan Calvin Klein, street fashion seperti Adidas dan Gap, hingga low end yang melingkupi label-label lokal di pusat perbelanjaan.

3. Costume Jewelry
Costume jewelry merupakan perhiasan yang menggunakan bebatuan tak berharga dan pertama kali diperkenalkan oleh Coco Chanel. Alih-alih memadankan busana rancangannya dengan perhiasan berlian dan mutiara asli, ia memilih menjuntaikan tiga lilit kalung mutiara imitasi. Costume Jewelry merupakan alternatif penggunaan perhiasan berharga seperti berlian, rubi dan batu mulia lainnya. Dengan costume jewelry, risiko kerugian karena perhiasan hilang atau dicuri menjadi kecil.

4. Fad
Fad adalah suatu tren mode yang usianya sangat singkat, minimal semusim (tiga bulan). Contoh fad yang pernah terjadi adalah turban ala Prada, dan kacamata belalang ala Paris Hilton yang kini jarang terlihat lagi di jalanan.

5. Knock Off
Knock off, meskipun berkonotasi negatif, membuat seorang disainer atau label menjadi trend setter. Knock off sendiri adalah produk-produk yang meniru suatu rancangan dari disainer atau label terkemuka. Contohnya bisa dilihat di toko-toko pakaian beberapa tahun silam. Saat DSquared2 dan Vivienne Westwood menggunakan tartan untuk celana dan rok, garmen-garmen lokal pun menyetok toko-toko lokal dengan produk serupa. Knock off, bagaimanapun juga, menghidupkan roda ekonomi bisnis mode.. Konsumen bisa menjangkau tren mode, dan produsen mendapat keuntungan dari pembelian musiman tersebut.

6. Avant Garde
Bayangkan busana-busana rancangan Adrian Gan dan Irsan. Itulah contoh busana bernafas avant garde yang inovatif dan eksperimental dalam disain dan tekhnik pengerjaan. Busana avant garde menembus batasan konvensional akan kelaziman berbusana dan menciptakan bentuknya sendiri yang secara awam dipandang eksentrik, aneh dan hanya pantas dikenakan di panggung peragaan busana. Namun tak selamanya busana avant garde tak berdaya pakai. Koleksi busana rancangan Irsan misalnya, meski avant garde tapi tetap terlihat cantik saat dikenakan wanita.

7. Muse

Muse merupakan persona yang menjadi sumber inspirasi seorang perancang. Dengan kata lain, seorang perancang akan menciptakan berbagai busana yang dianggapnya sempurna untuk dikenakan sang muse dalam berbagai kesempatan. Alasan memilih seorang muse pun beragam dan personal. Di Indonesia ada Ghea Panggabean yang menjadikan kedua putrinya sebagai muse, sementara di Paris,muse mendiang Yves Saint Laurent merupakan disainer perhiasan Loulou de La Falaise dan mantan aktris Catherine Deneuve. Siapa pula yang tak kenal Amanda Harlech yang menjadi konsultan sekaligus muse Karl Lagerfeld.

8. First Look dan First Face
Dalam suatu peragaan busana, first look dan first face merupakan gambaran umum secara keseluruhan koleksi yang akan diperagakan. First Look merupakan suatu busana yang disainnya menerangkan seluruh konsep koleksi busana dengan jelas, melalui warna, model hingga bahan. Sementara itu, first face merupakan seorang model yang dianggap paling pas menjiwai tema atau konsep busana yang dipersembahkan baik melalui penampilan fisik dan cara berjalan. Seorang model junior akan terangkat karirnya bila dijadikan first face karena hal ini membuatnya dikenal lebih cepat di media mode.

9.Buyer dan Consumer
Buyer dan consumer seringkali disalahartikan. Buyer merupakan seorang perwakilan dari perusahaan ritel yang bertugas memilih busana-busana rancangan disainer atau label terkemuka untuk dijual (tentunya dalam jumlah yang banyak). Oleh karena itu, saat anda berbelanja di Debenhams atau Metro, misalnya, produk yang disajikan adalah pilihan seorang buyer. Besar-kecilnya keuntungan sebuah perusahaan ritel ditentukan oleh kredibilitas seorang buyer yang memiliki selera mode yang sesuai dengan pangsa pasar dan mampu meramalkan produk-produk mode yang akan diinginkan para pengunjung ritel tersebut. Berbeda dengan buyer, consumer merupakan pembeli produk mode yang digunakan untuk keperluan sendiri.

10. Personal Shopper
Personal shopper merupakan profesi baru yang sesungguhnya sudah ada sejak awal abad 20 di Eropa namun masih asing di Indonesia. Personal shopper merupakan seseorang yang berprofesi layaknya fashion stylist (penata gaya) pribadi yang bekerja dengan memilihkan produk-produk mode untuk kliennya. Sebelum berbelanja, seorang personal shopper akan menganalisa sang klien melalui proporsi tubuh, warna kulit, selera berbusana, gaya hidup dan keuangan. Cara bekerja personal shopper berbeda-beda. Ia bisa berbelanja bersama sang klien atau berbelanja sendiri. Umumnya ia juga memiliki look book (buku berisi banyak foto padu padan busana) yang digunakan untuk membaca selera mode sang klien. Jasa personal shopper memiliki tarif berbeda-beda. Ada yang berdasarkan durasi/waktu yang dihabiskan bersamanya, atau komisi sekian persen dari total pembelanjaan.

Nah, dengan penjelasan istilah-istilah fashion di atas, semoga kamu tidak bingung lagi, VOGAMODERS… Sebenarnya masih ada banyak istilah dalam dunia mode. Tapi jangan khawatir, VOGAMODA akan merangkumnya untuk kamu di artikel yang akan datang.  Mudah-mudahan artikel ini membuat pengetahuan fashionmu semakin up to date dan memperluas wawasan. Stay lovely and smart, ladies… Love. VOGAMODA.