WAKAF DAN DAKWAH JULIA PEREZ

white rose pexels-com
Image Source: Pexels.com

Tak kenal maka tak sayang. Bila kenal Jupe, tentulah kita sayang padanya. Dimuat di http://v20106.kompasiana.com/modenesia/wakaf-dan-dakwah-julia-perez_593d07159c7c034ae862ce82

Berpulangnya Julia Perez atau Jupe pada 10 Juni 2017 meninggalkan kesedihan mendalam bagi semua yang menyayanginya. Perjuangan pemilik nama asli Yuli Rahmawati melawan kanker mulut rahim sejak 2014 telah menunjukkan contoh perilaku penuh ikhtiar, semangat dan keyakinan akan rahmat Allah SWT.  Beberapa kesalahan mungkin telah dilakukan Jupe dalam persinggahannya di dunia, namun hanya Allah SWT yang menentukan akhir perjalanan beliau; baik atau buruk. Saya mendoakan Jupe husnul khotimah. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosanya, dan menerima segala amal ibadahnya.

Sebagai masyarakat awam yang hanya bisa menyaksikan kisah hidup pekerja seni berusia 36 tahun ini melalui berbagai media, saya melihat perubahan positif pada Jupe semenjak ia diberi berbagai cobaan, termasuk penyakit kritis ini. Dan apabila derita tersebut pada akhirnya menutup perjalanan Jupe di dunia, semoga derita itu telah membuka pintu yang sarat bekal terbaik untuk menemui Sang Khalik.

Jupe yang saya kenal melalui media merupakan artis seksi yang suka bercanda dan sering beramal membantu sesama. Ia diketahui telah menjual mobilnya untuk memenuhi permintaan warga Papua membangun masjid saat berkunjung kesana. Artis kelahiran 15 Juli 1980 ini juga diberitakan menjual perhiasan berlian untuk merampungkan pembangunan terbengkalai atap suatu musholla di Serang, Jawa Barat. Ia juga telah menolong memulangkan atlit sepakbola asal Rusia yang tiga bulan gajinya belum dibayar oleh PSLS Lhoksumawe. Di awal karirnya pun acapkali saya melihat beritanya melakukan kegiatan sosial seperti menyumbang warga yang tidak mampu. Bagi saya, Jupe itu orang baik.

Apabila kebaikan-kebaikan Jupe bisa dianggap wakaf atau dakwah, ada tiga perbuatan kecilnya  yang terlihat sepele namun berdampak teramat besar yang telah dilakukan Jupe bagi kemanusiaan. Berikut ini kebaikan tersebut.

Melindungi Para Istri dari Penyakit Menular Seksual

Jupe secara tidak langsung melindungi jutaan perempuan dan ibu rumah tangga di Indonesia. Kampanye kondom melalui kemasan album perdana Kamasutra menuai hu okjatan karena berkesan mengajak perilaku seks bebas. Namun bila kita renungkan dan lihat dari sisi positif, perbuatan ini justru memiliki pesan kemanusiaan yang sangat besar. Setiap wanita tidak bisa memastikan kesetiaan atau kegiatan seksual suaminya di luar rumah. Yang dihasilkan kampanye kondom Jupe memang terkesan preventif belaka. Namun ini sangat efektif karena memperkecil kemungkinan para istri menderita penyakit menular seksual yang didapatkan dari suami yang lalai di luar rumah. Kampanye ini melindungi perempuan.

helping hand
Image Source: Pexels.com

Mengajak Masyarakat untuk Menolong Tanpa Pamrih, Tanpa Pandang Bulu

Dengan cara sederhana, Jupe memberi contoh untuk berbuat baik kepada siapa saja meski tak mengenalnya. Pada kuartal akhir 2016, dunia sosmed tanah air dihebohkan dengan postingan pelantun Belah Duren ini di instagram mengenai kondisi memprihatinkan kakek-kakek pedagang nasi uduk. Jupe mengajak masyarakat membantu beliau dengan membeli makanannya. Kekuatan popularitasnya dimanfaatkan secara positif untuk menolong. Mungkin sangat gampang bagi Julia Perez untuk mem-posting di akun @juliaperrezz. Namun kepedulian wanita yang sempat ditawari menjadi calon bupati Pacitan ini telah membuat dagangan si kakek menjadi lebih laku. Tindakan Jupe menginspirasi masyarakat agar peduli dan menolong sesama dengan cara sekecil apapun.

holding flowers
Image Source: Pexels.com

Mencontohkan Berperilaku Baik kepada Siapa Saja.

Jupe dikenal sangat ramah kepada siapapun. Penyanyi dangdut sekaligus aktris beberapa film horor ini mudah didekati penggemar dan wartawan. Hubungannya dengan sesama artis juga tulus dan ia dikenal sangat suka menolong. Sehingga tak mengherankan, begitu banyak orang yang menjenguknya di rumah sakit, banyak yang membantu kesusahannya, dan banyak yang mengantarkan serta mendoakannya ke pemakaman.

Melalui Julia Perez, saya diingatkan untuk mempertanyakan keimanan pribadi. Ketakwaan kepada Allah SWT tak cukup melalui amal vertikal seperti shalat dan puasa. Ketaatan  kepada Sang Khalik juga dilakukan dengan mencintai dan peduli kepada makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

Saya yakin Julia Perez orang baik. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya di masa lalu dan menerima taubat dan segala amal ibadah serta kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya. Amin Ya Rabbal Alamin. Mari kita kirimkan Al Fatihah untuk Almarhumah Julia Perez.

heaven
Image Source: Pexels.com
Advertisements

TIGA ALASAN LOGIS UNTUK BERHIJAB

hijab style pexels-photo-196753

Teks: Muhammad Reza, Foto: Pexels.com

Dimuat di Kompasiana.com pada 8 Juni 2017.

http://v20106.kompasiana.com/modenesia/tiga-alasan-logis-untuk-berhijab_59384c623791c4197562f912

Sebelumnya saya mohon maaf, apabila ada yang kurang berkenan dengan yang akan saya utarakan. Artikel ini hanya berdasarkan pemikiran sederhana. Kalaupun tak setuju, setidaknya bisa jadi cara untuk mengenal aturan berbusana yang dianjurkan bagi saudari kita yang menganut kepercayaan mayoritas di tanah air. Sekali lagi, saya tidak berniat menistakan kepercayaan apapun disini. Dan saya, untuk itu, memohon maaf sebesar-besarnya.

Berhijab, yakni berbusana dengan menutupi  seluruh tubuh hingga pergelangan tangan dan wajah bagi wanita, merupakan bagian ajaran Islam. Panduan berbusana ini dijelaskan dalam kitab Al Quran. Dalam surat An Nur ayat 31, wanita diperintahkan mengenakan kerudung yang menutupi hingga dadanya. Perintah berhijab juga disebutkan dalam surat Al Ahzab ayat 59. Memang, berjilbab tidak menjadi ukuran kadar keimanan. Namun, bila ajaran itu untuk keselamatan, kenapa tidak mengikutinya?

Islam juga mengajarkan wanita untuk berpakaian sewajarnya; tidak ekstravagan tanpa tujuan yang bermanfaat. Saya menafsirkannya sebagai cara berpakaian yang mencegah diri dari sifat keangkuhan sekaligus menolong saudari lain untuk terhindar dari sifat iri dengki yang mungkin belum dapat mereka kontrol. Bila Anda mencintai keindahan dan ingin mengekspresikannya melalui  tekstil atau dekorasi busana yang mewah,  mengapa tidak? Namun tidakkah sebaiknya dikenakan di rumah sendiri? Kalau dipakai bepergian, mungkin harus lihat-lihat tempat tujuan dan lingkungannya dulu, ya.

Saya pikir ada banyak sekali alasan logis dan praktis mengapa berhijab sangat bermanfaat dan mempermudah kehidupan. Tiga diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Menghindarkan diri dari fitnah.

Ya, kita tak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran setiap orang di sekitar kita. Beberapa model busana yang bukan  ditujukan untuk gaya berhijab memang menyanjung kecantikan wanita dengan menegaskan indahnya kulit dan lekuk tubuh alami pemakainya. Bagi perempuan, tubuh adalah haknya, mau diperlihatkan atau tidak. Namun seringkali hak yang dilindungi ini disalahartikan. Kerapkali wanita yang berbusana terbuka disalahtafsirkan karena cara berpakaian tersebut  lekat dengan seksualitas.

shutting up the voices pexels-photo-129862

 

Saya teringat contoh kejadian fitnah karena busana yang minim bahan.  Sekali waktu, saya bersedih menonton video yang diunggah di youtube, dimana seorang wanita begitu marah dan menghardik warga suatu kampung disebabkan beberapa diantaranya menyampahinya dengan ujaran yang kurang pantas. Melihat gaya berbusananya yang luar bisa dermawan memperlihatkan kemolekan tubuh seraya memamerkan belahan dada dan paha, beberapa warga mengasosiasikan penampilan itu dengan para pemeran film-film panas, atau para wanita penghibur. Jika wanita tersebut tersinggung karena merasa difitnah, saya memahami kemarahannya. Bisa jadi dia bukan wanita penghibur. Menurut saya, tentu saja dia berhak meluruskan fitnah, walau saat itu dilakukan dengan begitu dramatis sehingga ada pihak yang merasa kehebohan tersebut layak dipertontonkan di media sosial. Namun, tidakkah peristiwa itu memalukan?  Syukurlah, konflik tersebut berakhir damai. Warga yang melontarkan fitnah meminta maaf.

Saya hanya bisa mendoakan, semoga berbagai permasalahan miskomunikasi seperti itu tak terjadi lagi. Menurut saya, sebaiknya kita semua mempertimbangkan dampak cara kita berpakaian sebelum meninggalkan kediaman masing-masing.

 

2. Menghindarkan diri dari kejahatan seksual.

Anda pernah membaca atau menyaksikan berita mengenai kekerasan seksual dan juga demo hak mengenakan rok mini? Kasus perkosaan  umumnya disebabkan pelaku terdorong beraksi karena terangsang melihat bagian tubuh korban yang dipertontonkan. Namun, sebagian wanita menganggap berpakaian seksi adalah hak mereka dan bukan menjadi  pembenaran atas perbuatan jahat pelaku.

sad woman pexels-photo-271418

Menurut situs resminya, Komnas Perempuan telah mendata sebanyak 93.960 kasus kekerasan seksual pada kaum hawa yang terjadi sejak 1998 hingga 2010.  Artinya, dalam kurun 13 tahun, setiap hari ada 20 (19.80) korban. Dari angka tersebut, Komnas ini mengelompokkannya kepada jenis kekerasan yang lebih spesifik. Mereka menemukan bahwa perkosaanlah jenis  kasus terbanyak. Kasus pelecehan seksual secara fisik, verbal atau tindakan yang menjadikan korban sebagai objek seks berada di peringkat ketiga.

Terkait himbauan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, agar perempuan sebaiknya tidak mengenakan rok mini saat bepergian dengan kendaraan umum, sekelompok perempuan menyuarakan aspirasinya. Para perempuan yang menamai diri Kelompok Perempuan Menolak Perkosaan berdemo di kawasan Bundaran HI pada 18 September 2011 silam dengan mengenakan rok mini dan beberapa diantaranya juga memakai atasan tanpa lengan. Sebagaimana diberitakan di situs Tribunnews, mereka menganggap pemikiran bahwa perkosaan yang diakibatkan penampilan seksi itu tak bisa diterima.

Bagaimana menurut Anda?

Kalau saya boleh beropini, ada begitu banyak alternatif untuk mempermudah kehidupan kita. Sebagaimana di bidang kehidupan lainnya, pilihlah yang aman. Ya, kita memang memiliki hukum yang melindungi. Namun itu tidak berarti menghentikan kemungkinan kasus  kriminal  untuk menghampiri kita. Ingatlah, pria adalah makhluk visual. Ketika Anda berpakaian seksi di dalam rumah, tentu jauh dari bahaya . Namun, saat bepergian dimana setiap pria tak dikenal melihat Anda dalam pakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh apalagi terbuka, apakah Anda bisa memastikan terbebas dari kemungkinan pelecehan seksual? Ibarat mengunci rumah untuk menghindari perampok, kuncilah kesempatan ‘maling’ untuk menjahati kehormatan yang berharga. Ingatlah, selain disebabkan adanya kesempatan, maling cenderung memilih korban yang lebih ‘gampang dan mengundang’ untuk ditaklukkan.

fashion-woman-countryside-clothes.jpg

Dalam konteks ini, saya melihat begitu besarnya kemungkinan saudari kita yang berhijab untuk terhindar dari kejadian-kejadian serupa.  Begitu besar pula kemungkinan mereka untuk menjaga nama baik keluarganya hanya dengan cara menutupi tubuh melalui pakaian yang sesuai aturan agama.

 

3. Melindungi kesehatan dan kecantikan.

Gaya berbusana hijab menjaga kesehatan wanita yang mengenakannya. Bayangkan polusi udara dan pemanasan global. Betapa buruknya mereka berdampak pada rambut dan kulit. Kulit adalah jalan masuk berbagai kuman. Bila tak terlindungi, ia pun menjadi target kanker kulit melalui paparan matahari secara langsung.

Kanker kulit disebabkan paparan sinar ultraviolet (UV) alami maupun buatan (lampu UV dan tanning bed) yang  diperburuk dengan menipisnya lapisan ozon. Situs Faktakanker.com mengatakan betapa kanker ini bisa menyebar dan mempengaruhi organ tubuh lain dan berakhir fatal seperti kebutaan. Menurut data WHO, sebagaimana disebutkan dalam situs Alodokter, sekitar 132 ribu kasus kanker kulit bernama melanoma  muncul setiap tahun di seluruh dunia. Situs ini pun menyebutkan bahwa wanitalah yang lebih berisiko menderita penyakit mematikan ini.

pretty eyes pexels-photo-87293

Rambut, seperti yang diyakini banyak salon kecantikan, adalah mahkota. Anda mungkin berpendapat sama. Nah, bila mahkota kesayangan ini rontok atau rusak karena paparan sinar matahari, tak mau dong? Memakai produk anti sinar UV pada rambut ternyata tak seefektif mengenakan penutup kepala, ungkap situs Livestrong.com. Wah kalau begitu, kenapa tak berhijab saja? Praktis tak perlu berbagai pernak-pernik perawatan yang rumit.

Tak mau gerah  mengenakan pakaian tertutup?  Jangan khawatir. Dengan blus, tunik atau kaftan berpotongan  longgar ,  penguapan keringat akan lebih cepat. Gerah atau gatal karena keringat biasanya disebabkan busana yang ketat. Sebenarnya banyak dampak negatif busana ketat. Selain berpotensi penjamuran, memakai baju ketat juga bisa menyebabkan penyakit asam lambung, lho. Tak percaya? Google saja.

Saya percaya, saudariku semua sudah mengetahui betapa maju dan berkembangnya dunia mode hijab. Ini tidak saja di Indonesia namun juga di luar negeri. Di Indonesia, sejak tahun 2011 kita mulai mengenal disainer dan merk busana muslim yang koleksi rancangannya begitu modern dan bergaya, seperti Dian  Pelangi dan Anniesa Hasibuan. Di negara tetangga, kita mengenal Ahley Isham, Tom Abang Saufi hingga Jovian Rayke Mandagie yang merancang busana yang cocok untuk para muslimah. Sementara di  kancah global, sejak 2016, Dolce & Gabbana telah meluncukan lini khusus dengan menyajikan koleksi abaya yang Islami. Alhamdulillah. Pilihan dan inspirasi gaya berhijab semakin beraneka ragam.

Dengan ketiga alasan yang sangat logis tadi, menurut saya, sebaiknya muslimah menjadikan  hijab sebagai gaya berbusana. Kalau gaya ini jelas-jelas mendatangkan banyak manfaat, mengapa memilih gaya lain berisiko mendatangkan mudharat? Berhijab, yuk.

 

Untuk saran dan pertanyaan; email ke muhammadreza_ss@yahoo.com , whatsapp 087877177869 .