TIGA ALASAN LOGIS UNTUK BERHIJAB

hijab style pexels-photo-196753

Teks: Muhammad Reza, Foto: Pexels.com

Dimuat di Kompasiana.com pada 8 Juni 2017.

http://v20106.kompasiana.com/modenesia/tiga-alasan-logis-untuk-berhijab_59384c623791c4197562f912

Sebelumnya saya mohon maaf, apabila ada yang kurang berkenan dengan yang akan saya utarakan. Artikel ini hanya berdasarkan pemikiran sederhana. Kalaupun tak setuju, setidaknya bisa jadi cara untuk mengenal aturan berbusana yang dianjurkan bagi saudari kita yang menganut kepercayaan mayoritas di tanah air. Sekali lagi, saya tidak berniat menistakan kepercayaan apapun disini. Dan saya, untuk itu, memohon maaf sebesar-besarnya.

Berhijab, yakni berbusana dengan menutupi  seluruh tubuh hingga pergelangan tangan dan wajah bagi wanita, merupakan bagian ajaran Islam. Panduan berbusana ini dijelaskan dalam kitab Al Quran. Dalam surat An Nur ayat 31, wanita diperintahkan mengenakan kerudung yang menutupi hingga dadanya. Perintah berhijab juga disebutkan dalam surat Al Ahzab ayat 59. Memang, berjilbab tidak menjadi ukuran kadar keimanan. Namun, bila ajaran itu untuk keselamatan, kenapa tidak mengikutinya?

Islam juga mengajarkan wanita untuk berpakaian sewajarnya; tidak ekstravagan tanpa tujuan yang bermanfaat. Saya menafsirkannya sebagai cara berpakaian yang mencegah diri dari sifat keangkuhan sekaligus menolong saudari lain untuk terhindar dari sifat iri dengki yang mungkin belum dapat mereka kontrol. Bila Anda mencintai keindahan dan ingin mengekspresikannya melalui  tekstil atau dekorasi busana yang mewah,  mengapa tidak? Namun tidakkah sebaiknya dikenakan di rumah sendiri? Kalau dipakai bepergian, mungkin harus lihat-lihat tempat tujuan dan lingkungannya dulu, ya.

Saya pikir ada banyak sekali alasan logis dan praktis mengapa berhijab sangat bermanfaat dan mempermudah kehidupan. Tiga diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Menghindarkan diri dari fitnah.

Ya, kita tak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran setiap orang di sekitar kita. Beberapa model busana yang bukan  ditujukan untuk gaya berhijab memang menyanjung kecantikan wanita dengan menegaskan indahnya kulit dan lekuk tubuh alami pemakainya. Bagi perempuan, tubuh adalah haknya, mau diperlihatkan atau tidak. Namun seringkali hak yang dilindungi ini disalahartikan. Kerapkali wanita yang berbusana terbuka disalahtafsirkan karena cara berpakaian tersebut  lekat dengan seksualitas.

shutting up the voices pexels-photo-129862

 

Saya teringat contoh kejadian fitnah karena busana yang minim bahan.  Sekali waktu, saya bersedih menonton video yang diunggah di youtube, dimana seorang wanita begitu marah dan menghardik warga suatu kampung disebabkan beberapa diantaranya menyampahinya dengan ujaran yang kurang pantas. Melihat gaya berbusananya yang luar bisa dermawan memperlihatkan kemolekan tubuh seraya memamerkan belahan dada dan paha, beberapa warga mengasosiasikan penampilan itu dengan para pemeran film-film panas, atau para wanita penghibur. Jika wanita tersebut tersinggung karena merasa difitnah, saya memahami kemarahannya. Bisa jadi dia bukan wanita penghibur. Menurut saya, tentu saja dia berhak meluruskan fitnah, walau saat itu dilakukan dengan begitu dramatis sehingga ada pihak yang merasa kehebohan tersebut layak dipertontonkan di media sosial. Namun, tidakkah peristiwa itu memalukan?  Syukurlah, konflik tersebut berakhir damai. Warga yang melontarkan fitnah meminta maaf.

Saya hanya bisa mendoakan, semoga berbagai permasalahan miskomunikasi seperti itu tak terjadi lagi. Menurut saya, sebaiknya kita semua mempertimbangkan dampak cara kita berpakaian sebelum meninggalkan kediaman masing-masing.

 

2. Menghindarkan diri dari kejahatan seksual.

Anda pernah membaca atau menyaksikan berita mengenai kekerasan seksual dan juga demo hak mengenakan rok mini? Kasus perkosaan  umumnya disebabkan pelaku terdorong beraksi karena terangsang melihat bagian tubuh korban yang dipertontonkan. Namun, sebagian wanita menganggap berpakaian seksi adalah hak mereka dan bukan menjadi  pembenaran atas perbuatan jahat pelaku.

sad woman pexels-photo-271418

Menurut situs resminya, Komnas Perempuan telah mendata sebanyak 93.960 kasus kekerasan seksual pada kaum hawa yang terjadi sejak 1998 hingga 2010.  Artinya, dalam kurun 13 tahun, setiap hari ada 20 (19.80) korban. Dari angka tersebut, Komnas ini mengelompokkannya kepada jenis kekerasan yang lebih spesifik. Mereka menemukan bahwa perkosaanlah jenis  kasus terbanyak. Kasus pelecehan seksual secara fisik, verbal atau tindakan yang menjadikan korban sebagai objek seks berada di peringkat ketiga.

Terkait himbauan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, agar perempuan sebaiknya tidak mengenakan rok mini saat bepergian dengan kendaraan umum, sekelompok perempuan menyuarakan aspirasinya. Para perempuan yang menamai diri Kelompok Perempuan Menolak Perkosaan berdemo di kawasan Bundaran HI pada 18 September 2011 silam dengan mengenakan rok mini dan beberapa diantaranya juga memakai atasan tanpa lengan. Sebagaimana diberitakan di situs Tribunnews, mereka menganggap pemikiran bahwa perkosaan yang diakibatkan penampilan seksi itu tak bisa diterima.

Bagaimana menurut Anda?

Kalau saya boleh beropini, ada begitu banyak alternatif untuk mempermudah kehidupan kita. Sebagaimana di bidang kehidupan lainnya, pilihlah yang aman. Ya, kita memang memiliki hukum yang melindungi. Namun itu tidak berarti menghentikan kemungkinan kasus  kriminal  untuk menghampiri kita. Ingatlah, pria adalah makhluk visual. Ketika Anda berpakaian seksi di dalam rumah, tentu jauh dari bahaya . Namun, saat bepergian dimana setiap pria tak dikenal melihat Anda dalam pakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh apalagi terbuka, apakah Anda bisa memastikan terbebas dari kemungkinan pelecehan seksual? Ibarat mengunci rumah untuk menghindari perampok, kuncilah kesempatan ‘maling’ untuk menjahati kehormatan yang berharga. Ingatlah, selain disebabkan adanya kesempatan, maling cenderung memilih korban yang lebih ‘gampang dan mengundang’ untuk ditaklukkan.

fashion-woman-countryside-clothes.jpg

Dalam konteks ini, saya melihat begitu besarnya kemungkinan saudari kita yang berhijab untuk terhindar dari kejadian-kejadian serupa.  Begitu besar pula kemungkinan mereka untuk menjaga nama baik keluarganya hanya dengan cara menutupi tubuh melalui pakaian yang sesuai aturan agama.

 

3. Melindungi kesehatan dan kecantikan.

Gaya berbusana hijab menjaga kesehatan wanita yang mengenakannya. Bayangkan polusi udara dan pemanasan global. Betapa buruknya mereka berdampak pada rambut dan kulit. Kulit adalah jalan masuk berbagai kuman. Bila tak terlindungi, ia pun menjadi target kanker kulit melalui paparan matahari secara langsung.

Kanker kulit disebabkan paparan sinar ultraviolet (UV) alami maupun buatan (lampu UV dan tanning bed) yang  diperburuk dengan menipisnya lapisan ozon. Situs Faktakanker.com mengatakan betapa kanker ini bisa menyebar dan mempengaruhi organ tubuh lain dan berakhir fatal seperti kebutaan. Menurut data WHO, sebagaimana disebutkan dalam situs Alodokter, sekitar 132 ribu kasus kanker kulit bernama melanoma  muncul setiap tahun di seluruh dunia. Situs ini pun menyebutkan bahwa wanitalah yang lebih berisiko menderita penyakit mematikan ini.

pretty eyes pexels-photo-87293

Rambut, seperti yang diyakini banyak salon kecantikan, adalah mahkota. Anda mungkin berpendapat sama. Nah, bila mahkota kesayangan ini rontok atau rusak karena paparan sinar matahari, tak mau dong? Memakai produk anti sinar UV pada rambut ternyata tak seefektif mengenakan penutup kepala, ungkap situs Livestrong.com. Wah kalau begitu, kenapa tak berhijab saja? Praktis tak perlu berbagai pernak-pernik perawatan yang rumit.

Tak mau gerah  mengenakan pakaian tertutup?  Jangan khawatir. Dengan blus, tunik atau kaftan berpotongan  longgar ,  penguapan keringat akan lebih cepat. Gerah atau gatal karena keringat biasanya disebabkan busana yang ketat. Sebenarnya banyak dampak negatif busana ketat. Selain berpotensi penjamuran, memakai baju ketat juga bisa menyebabkan penyakit asam lambung, lho. Tak percaya? Google saja.

Saya percaya, saudariku semua sudah mengetahui betapa maju dan berkembangnya dunia mode hijab. Ini tidak saja di Indonesia namun juga di luar negeri. Di Indonesia, sejak tahun 2011 kita mulai mengenal disainer dan merk busana muslim yang koleksi rancangannya begitu modern dan bergaya, seperti Dian  Pelangi dan Anniesa Hasibuan. Di negara tetangga, kita mengenal Ahley Isham, Tom Abang Saufi hingga Jovian Rayke Mandagie yang merancang busana yang cocok untuk para muslimah. Sementara di  kancah global, sejak 2016, Dolce & Gabbana telah meluncukan lini khusus dengan menyajikan koleksi abaya yang Islami. Alhamdulillah. Pilihan dan inspirasi gaya berhijab semakin beraneka ragam.

Dengan ketiga alasan yang sangat logis tadi, menurut saya, sebaiknya muslimah menjadikan  hijab sebagai gaya berbusana. Kalau gaya ini jelas-jelas mendatangkan banyak manfaat, mengapa memilih gaya lain berisiko mendatangkan mudharat? Berhijab, yuk.

 

Untuk saran dan pertanyaan; email ke muhammadreza_ss@yahoo.com , whatsapp 087877177869 .

TUNIK GLAMOR, KASUAL, DAN RESORT

 BERBAGAI GAYA TUNIK

Dengan variasi model dan styling , tunik bisa tampil dalam gaya glamor, kasual, dan resort. Teruslah mengenakannya, tak hanya di momen lebaran.

Teks: Muhammad Reza

tunik long chanel
Chanel Cruise 2015 Dubai, source: sparklestyle.co.uk

Sekilas Tren Mode Tunik

Menjelang hari raya lebaran, beberapa jenis pakaian naik daun. Tunik salah satunya. Sebagaimana tren mode yang selalu berputar, ia kembali menjadi pilihan untuk membalut tubuh pria dan wanita di acara perayaan. Berbagai majalah dan katalog mode beramai-ramai menyajikan tips padu-padan busana muslim yang diperankan atasan ini .

Bila berbicara tentang tunik, nuansa etnik timur tengah mungkin muncul di benak kita. Namun, tunik bukan berasal dari jazirah arab. Tunik ini pertama kali diperkenalkan bangsa romawi sebagai pakaian sehari-hari. Tunik berasal dari bahasa latin, yakni tunica. Ia berupa pakaian berlengan atau tanpa lengan dengan kerah bervariasi dari leher berbentuk V, bundar hingga persegi yang umumnya diberi ornamen bordir atau hiasan di garis leher. Panjangnya sendiri bervariasi dari sebatas pinggang hingga batas mata kaki. Mengikuti perkembangan zaman, tunik mengalami modifikasi. Di abad pertengahan, tunik dengan hiasan bordir menjadi favorit sekaligus mewakili status sosial. Pada pertengahan abad 21, tunik sudah mengalami ragam pilihan model, corak dan bahan. Selanjutnya tunik mengalami siklus tren sesuai permintaan pasar.

Kesan yang umum ditampilkan tunik adalah kesederhanaan, terkadang religius. Namun, tunik pun bisa tampil glamor, kasual hingga bohemian. Coba bayangkan tunik bernuansa islami yang pernah berkali-kali dikenakan Siti Nurhaliza dengan yang bergaya bohemian seperti rancangan Kate Moss untuk Topshop.  Masih ingat jugakah dengan tunik glamor penuh kilau ornamen yang tertangkap kamera paparazi di tubuh Kendal Jenner? Anda mungkin mengira ketiga busana itu berbeda, namun sesungguhnya mereka termasuk tunik. Hanya saja, bahan, model, aplikasi dan penataan gaya tunik-tunik ini berbeda. Itulah yang akan kita bahas dalam lembar mode kali ini, bagaimana memilah tunik untuk  kebutuhan tampil glamor, santai,  dan resort.

 

Tunik  Itu Mudah Dipadu-padan, Nyaman dan Terlihat Feminin  Saat Dipakai

Mengapa? Rahasianya ada di model yang bersahaja. Dengan banyaknya pilihan warna dan ornamen serta panjang lengan dan hem line, tak sulit menyandingkannya dengan variasi bawahan. Kenakanlah tunik bermodel sederhana namun kuat dalam warna seperti biru tua, merah darah, ungu atau warna netral seperti hitam dan putih. Hindari ornamen seperti bordir atau payet yang menyolok. Coba pilih tunik klasik, berlengan panjang dengan hem sebetis atau mata kaki. Bila ingin tampil feminin atau girly tanpa memakai dress atau rok, tunik yang panjang ini bisa jadi alternatif. Untuk kegiatan sehari-hari yang membutuhkan kemudahan bergerak, Anda bisa tetap bergaya dengan memadankan tunik sejenis dengan celana panjang berbentuk pipa dan sepatu stiletto atau sepatu flat.

tunik basic emilio-pucci-whiteblue-embroidered-voile-tunic-product-3-7980916-722337148
Emilio Pucci, source : lystit.com

 

Tunik Glamor

Mari mulai menyesuaikan tunik dengan gaya dan tujuan pemakaiannya. Untuk kesan glamor yang sesuai dengan dresscode acara pesta, Anda bisa mengenakan tunik berbahan satin, sutra atau lame baik dengan ornamen bordir benang emas atau payet kristal maupun tanpa ornamen. Sesuaikan panjang lengan dan hem line tunik anda dengan acara. Bila ingin mengenakan tunik ini ke pesta atau acara keluarga, tunik selutut dengan bawahan celana pipa tentu berterima. Sementara untuk acara yang kurang formal dengan teman-teman, tunik pendek dengan legging (atau tanpa legging) jadi opsi yang gaya sekaligus aman . Tunik glamour ini bisa dipadankan dengan stiletto atau boots.

tunik glamor chanel
Chanel Cruise 2015 Dubai, source : sparklestyle.com

 

Tunik Kasual

Untuk dikenakan saat beraktivitas sehari-hari seperti bekerja atau bepergian, tunik kasual cocok karena praktis. Tunik berbahan katun atau berlengan pendek  akan terasa dan terlihat santai dengan jeggings atau leggings bermotif atau tekstur unik. Agar memudahkan saat bergerak, pilih tunik dengan hemline yang jatuh di pinggang (atau sepaha bila tunik yang anda pilih sedikit longgar). Anda bisa memilih tunik kasual bergaya hippie atau bohemian yang longgar saat beraktivitas di siang hari, atau tunik berbahan rajut yang terlihat rapi dan cocok untuk dipakai di malam hari. Sebagai aksen penampilan kasual ini, lilitkan ikat pinggang besar atau obi.

tunik Rihanna-Dines-At-Nobu-In-NYC-2
Rihanna in Celine’s long tunic, source : fashionbombdaily.com
Balmain for H&M
Balmain for H&M

 

Tunik Resort

Inti gaya resort adalah relaksasi, yang bisa ditunjukkan melalui tunik longgar dengan warna dan motif cetak yang meriah. Saat berlibur, anda membutuhkan tunik longgar yang membuat kulit anda bernafas lega di bawah sinar mentari. Pilih bahan yang ‘mendinginkan’ seperti linen dan katun. Nikmati warna-warna penuh keceriaan seperti kuning, merah jambu menyala, turqoise atau hijau limau dengan atau tanpa motif cetak floral dan geometris yang identik dengan musim panas. Untuk bawahan, pilih celana panjang atau celana capri berwarna terang dengan sandal gladiator atau wedges.

 

tunic resort pucci-turban-retro-style
source : theglampad.com

Nah, bagaimana? Tunik tak hanya pantas dikenakan di saat lebaran. Pilihan dan padu padan tunik yang berbeda bisa memberi variasi dalam kegiatan berbusana sehari-hari. Selain praktis, nyaman, dan sangat  berterima untuk dikenakan di berbagai aktivitas, tunik menjadi pilihan  untuk penampilan yang feminin, santun dan elegan.

 

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email : muhammadreza_ss@yahoo.com atau whatsapp +6287877177869

FEMALE DANDIES (2010)

For Aquila Asia March 2010

Model: Monica Aziz (FRONT)
Styled by me (Muhammad Reza), photographed by Sugiarto Kwan, make up by Harry Sulistioko.

White shirt, backless vest, pants: Mango,

Signature Bowtie : Ichwan Thoha,

Shoes: Nine West,

Bracelet: Guess

The photoshoot is for Aquila Asia magazine with the theme :  edgy, funky, and funny with the braided wig to substitute the conventional headscarve. Aquila Asia is a modern moslem women magazine found in 2010 by Singaporean publisher Liana Rosnita Ridwan Beers.

Aquila Asia is the world’s first english fashion and lifestyle magazine for the cosmopolitan moslem women in Indonesia, Malaysia, Brunei and Singapore. I am in charge for editorial correspondence, obtaining information and images needed. I also did the Syle Guide section and manage Styling and Photoshoot. This is a very great experience because I was involved in many single details acquired in editorial department of a magazine.

cosmed lores

By Muhammad Reza (087877177869, muhammadreza_ss@yahoo.com)