PANDUAN MERAWAT BUSANA BERDASARKAN BAHANNYA (2011)

(Sutra, Tulle, and Batik)

Busana berbahan spesial membutuhkan perawatan yang berbeda.

(By : Muhammad Reza. Published partially in 3 postings in Yahoo! Indonesia  in March-April 2011)

Sutra, tulle dan batik adalah tiga bahan busana yang berharga. Anda tentu tak ingin pakaian mahal itu terpaksa dibuang karena rusak, kan? Memang, pakaian yang cepat rusak biasanya disebabkan perawatan yang kurang tepat. Padahal, apabila Anda mengenali jenis bahannya, pastilah hal ini bisa dihindari. Tulisan ini  merupakan beberapa panduan dasar dalam merawat busana berbahan sutra, tulle dan batik melalui cara membersihkan, pengeringan, penyetrikaan, hingga penyimpanan di dalam lemari.

SUTRA

Sutra mencerminkan keanggunan yang ekslusif. Ia juga memiliki kelebihan yang membedakannya dengan kain lain yaitu sifat anti debu yang membuat pakaian terlihat bersih dan rapi.

Hingga kini, banyak orang yang meyakini bahwa cara terbaik membersihkan busana sutra adalah melalui drycleaning. Jika anda juga melakukannya, selalu pastikan petugas drycleaning tidak meletakkan busana sutra anda di antara busana-busana berbahan kasar seperti katun, tweed, jeans atau akrilik (woll sintetis). Anda tak ingin bahan kasar dari busana lain merusak kemulusan pakaian sutra Anda, kan?

IMG_20170513_171117

Untuk perawatan yang lebih maksimal, sebaiknya bersihkan sendiri busana sutra ini di rumah dengan dengan tangan. Sutra terbuat dari serat protein alami yang menyerupai rambut. Itulah sebabnya sutra bisa dibersihkan dengan shampo. Jangan gunakan shampo yang mengandung minyak atau petroleum karena mereka membuat permukaan sutra terasa lengket. Hindari merendam busana sutra (bahkan jangan pernah dicuci dengan mesin cuci), namun usap-usaplah dengan lembut. Gunakan air hangat agar pelapis (coating) sutra anda bersinar kembali. Hal menguntungkan dari sutra adalah sifat anti debu dan anti noda. Namun, bila Anda menemukan noda membandel, percikkan sedikit cuka dan gosok noda tersebut dengan jari sampai hilang.

Untuk mengeringkannya, gulunglah dengan handuk dan tekan hingga air merembes keluar (jangan sekali-sekali memeras sutra kecuali Anda ingin seratnya rusak). Biarkan busana sutra mengering di tempat berangin yang tidak terpapar sinar matahari. Ingatlah bahwa sinar matahari bisa membuat sutra menguning.

Lalu bagaimana bila ingin menyetrika busana sutra? Selalu balik busana sutra sehingga bagian dalamnya berada di luar. Setelah itu lapisi dengan kain katun dan seterikalah dengan panas minimum. Penggunaan seterika uap juga cukup efektif, tetapi Anda harus ekstra hati-hati, kalau tidak, seterika uap ini bisa meninggalkan bekas uap yang permanen di permukaan busana Anda.

Setelah membersikan, mencuci, mengeringkan dan menyeterika busana sutra, simpanlah busana sutra Anda dengan benar. Cukup sederhana. Sarungkan ia dengan sarung bantal berbahan katun. Katun berserat alami dan berpori sehingga  memungkinkan busana sutra bernafas. Bayangkan bila Anda membungkusnya dengan plastik. Tak saja menjadi lembab, ia pun bisa berjamur!

TULLE

Bahan tulle menjadi favorit untuk dijadikan rok dan gaun feminin termasuk kebaya. Teksturnya yang rapuh dan mengembang cocok untuk busana yang girly. Jangan hilangkan efek volume dan keringkihan busana tulle anda hanya karena salah cara mencuci, mengeringkan dan menyimpannya.

Cara terburuk membersihkan busana tulle adalah melalui dry-cleaning. Bahan-bahan kimia dalam proses dry-cleaning bisa membuat tulle mengempes dan keropos. Cara terburuk lainnya adalah dengan mencelupkannya ke dalam mesin cuci bersama pakaian sehari-hari anda. Kalaupun terpaksa mencuci busana tulle dengan mesin cuci, pisahkan ia dengan pakaian berbahan keras dan kasar seperti jeans atau katun. Cara terbaik membersihkan busana berbahan tulle adalah merendam dan mencucinya dengan tangan. Gunakan sabun hanya untuk menghilangkan noda. Hati-hati, jangan gosok tulle dengan kasar atau ia akan sobek.

Tulle mudah mengering. Karena sangat rapuh, sebaiknya anda jangan pernah menyetrikanya kecuali dengan seterika uap. Bila kusut, cukup semprotkan air dan regangkan hingga kekusutannya hilang.

Supaya busana tulle anda tetap mengembang, jangan pernah melipat atau membuatnya tertindih di dalam lemari. Gantungkan busana tulle dengan tidak terhimpit busana lain.

BATIK

Batik terbuat dari sejenis lilin yang dinamai malam. Pewarnaan alami yang digunakan dalam proses pembuatan batik menyebabkannya harus dirawat dengan serius. Banyak diantara kita membersihkan busana batik dengan drycleaning, padahal bahan kimia dalam proses tersebut bisa memudarkan warnanya. Kerusakan yang sama dapat ditimbulkan oleh deterjen dalam pembersihan dengan mesin cuci. Bagaimanapun juga, cara membersihkan batik yang disarankan adalah dengan mencucinya dengan tangan. Gunakanlah sabun dan shampoo dalam air hangat. Hilangkan noda membandel dengan irisan lemon. Untuk mengeringkan batik anda, gantunglah di tempat yang terlindung sinar matahari dan jangan peras busana batik anda.

15-22-31-00190fullscreen

Anda bisa mempertahankan pesona warna busana batik anda dengan menyimpannya dengan seksama. Caranya, lapisi busana batik anda dengan kain katun saat menyetrikanya. Agar warna busana batik tidak bercampur saat disimpan di lemari, hindari melipat dan menyimpannya dalam tumpukan pakaian. Lapisi busana batik tersebut dengan kertas minyak (jangan gunakan kertas koran karena tinta koran bisa menodai batik), lalu gulung dan gantunglah di lemari.

Dengan cara yang tepat dalam membersihkan, mengeringkan, menyetrika dan menyimpan, busana spesial Anda bisa tahan lama dan awet keindahannya. Kini, Anda pun bisa menganggap busana-busana ekslusif tersebut sebagai investasi  dalam mempresentasikan diri melalui gaya dan penampilan terbaik Anda.

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email : muhammadreza_ss@yahoo.com atau whatsapp +6287877177869

Advertisements

MEMAHAMI GAYA FORMAL PRAKTISI KEUANGAN (Bagian I & II) – 2017

Bagian I

Bagaimana bayangan Anda tentang penampilan pria berprofesi pialang saham, profesional perbankan, atau perencana keuangan? Setelan jas hitam formal dengan rambut tersisir rapi dengan satu ton pomade? Penampilan monokrom dan klasik yang sama dari hari ke hari?
Bila fashion tak lepas dari gaya hidup masyarakat berbudaya, maka pria modern yang berkarier di dunia keuangan tentunya memiliki kesesuaian gaya dengan dunia keuangan sekaligus mampu mengaktualisasikan tendensi mode terkini.
Common Look of the Financial Professional
Fashion mencerminkan cara kita menjalani hidup. Bukan saja tentang apa yang Anda pakai, tapi juga bagaimana, dimana serta dengan siapa Anda beraktivitas. Hal ini membantu kita memahami keharusan penampilan formal bagi para praktisi keuangan.
“Kebanyakan pria yang menggeluti bidang keuangan berpenampilan rapi dan resmi. Bidang ini erat kaitannya dengan trust. Penampilan yang profesional tentu membangun kepercayaan dalam awal hubungan bisnis,” ujar Novi Syabrina, branch manager perusahaan asuransi terkemuka Manulife.
Menurutnya, gaya berpakaian yang cocok untuk praktisi bidang asuransi atau investasi memang mewajibkan kemeja berlengan panjang, celana panjang, dasi, dan juga jas. Alfons Lee, desainer yang sedang populer dan diminati sederetan sosialita dan selebriti tanah air, juga menambahkan bahwa kerapian adalah elemen kunci gaya para profesional tersebut.
Mengapa harus formal?
Financial educator & advisor Elsa Febiola Aryanti memaparkan alasan betapa pentingnya hubungan gaya formal para pelaku keuangan dengan tujuan utama mereka mendapatkan kepercayaan dari klien.
“Bisnis keuangan adalah bisnis kepercayaan. Penampilan yang rapi dan formal sangat penting karena mempresentasikan kepercayaan, trustworthyness, dan reliability tidak saja dari praktisi tersebut namun juga perusahaan yang diwakilinya.” ungkapnya.
Industri keuangan mencakup banyak bidang termasuk perbankan, pasar modal, dan asuransi. Elsa menambahkan, bahwa ada bidang yang secara tradisional gaya berpakaiannya lebih formal dibanding bidang lain. Biasanya sub bidang yang sejarahnya lebih tua seperti perbankan dan asuransi lebih mewajibkan praktisinya berpakaian formal.
Siddiqi Patiagama, seorang manager dari salah satu divisi bank swasta di Jakarta juga menegaskan bahwa kerapian dan formalitas penampilan para staf perbankan adalah tuntutan pekerjaan, bukan sekedar pilihan gaya berbusana. Sangat mungkin seorang profesional ‘tersisihkan’ hanya karena tidak mengikuti pakem berpakaian yang sudah menjadi bagian kultur perusahaan.
Sepenting itulah sebuah gaya formal bagi seorang praktisi keuangan. Tak hanya sekedar rapi dan enak dipandang, tapi gaya berpakaian profesi ini memiliki dasar yang sangat mendalam tentang fungsi.
Bagian II
Jika sebelumnya sudah dibahas tentang kenapa praktisi keuangan berpakaian formal, di bagian ke dua ini kita akan memaparkan bagaimana cara membuat gaya formal itu sendiri tidak terasa kaku, dan nyaman dipandang.
Make It Stylish
Menyeimbangkan keduanya dalam proporsi yang wajar membutuhkan pemahaman akan proporsi dan komposisi dalam padu padan pakaian serta aksesori. Beberapa profesional keuangan dan mode tanah air pun memberi tips sederhana untuk membuat gaya formal ini stylish tapi effortless.
Lanangindonesia.com menerima masukan dari desainer tanah air yang sudah go international, Lenny Agustin. Desainer yang terkenal berkat kepiawaiannya menggubah keindahan kain tradisional seperti tenun dan batik menjadi ready to wear yang modern ini menawarkan beberapa tips untuk upgrade penampilan formal jadi lebih modis.
“Coba kemeja dengan detil atau motif yang unik namun tidak terlalu menyolok seperti kemeja dengan kerah yang lebih kecil dari biasanya, kerah shanghai, atau kantong dengan warna jahitan yang berbeda,” ujar Lenny.
shanghai-1
Sementara itu branch manager Manulife, Novi Syabrina, menyarankan batik sebagai pilihan kemeja bila mendapatkan acara dengan dress code. Batik dianggap formal sekaligus personal karena menunjukkan taste kita dalam pemilihan kualitas dan kesesuaian warna dengan kulit. Ada begitu banyak pilihan kemeja batik, dari yang klasik hingga kontemporer. “Yang pasti, jangan sampai terlihat cheap,” tandasnya.
 shanghai 3
Financial educator dan advisor Elsa Febiola juga merekomendasikan pemakaian kemeja tenun ikat untuk penampilan praktisi keuangan yang dikenakan dengan sepatu dan belt kulit berkualitas.
Mix and Match
Dalam mix and match, Desainer Lenny menyarankan pemakaian jas atau blazer yang berbahan tipis dan tak usah dikancingkan. Beberapa rekomendasinya untuk bawahan adalah pilihan celana panjang bertekstur seperti denim untuk penampilan formal yang fresh.
“Namun tetap dalam warna senada dengan keseluruhan penampilan,”ungkap desainer yang juga sedang disibukkan dengan persiapan perhelatan mode Surabaya Fashion Parade Mei mendatang ini.
Kami memahami pentingnya dress code yang sudah pakem di lingkungan praktisi keuangan. Karena itu, kami juga menganggap sentuhan mode kekinian pada penampilan profesional harus sewajarnya dan tidak mendominasi. Bila kantor mewajibkan kita mengenakan suit atau seragam tertentu, coba kenakan dengan detil-detil dalam ukuran semini mungkin seperti motif houndstooth atau kotak-kotak dalam warna netral dan formal seperti hitam, abu-abu, biru navy atau krem.
shanghai 2
Kita juga bisa ciptakan sedikit keseruan melalui sedikit aksen dengan burst out some colors pada aksesori dasi, cufflinks, atau pocket squares. Jika Anda berkacamata, mengapa tidak memilih kacamata desainer dari koleksi mutakhir? Folio atau clutch sesuai tren saat ini juga sudah cukup untuk menyuarakan ‘Fashion’ dalam penampilan kantoran Anda yang formal.
Pada akhirnya, penampilan profesional keuangan terbaik bagi pria modern menekankan pada kualitas dan kepatuhan berpakaian dengan sedikit ruang untuk eksplorasi tanpa mengubah tujuan penampilan secara keseluruhan; trust dan wibawa perusahaan.
Bagaimana Sobat Lanang sekalian, sekarang kalian sudah paham kan kenapa cara berpakaian para praktisi keuangan selalu eye catchy. Intinya gaya pakaian yang formal tapi stylish tetap bisa diadaptasikan pada beberapa profesi yang khususnya banyak di indoor. Nilai diri kita sebenarnya bukanlah apa profesi kita, tapi seperti apa cara berpakaian kita.

By Muhammad Reza (087877177869, muhammadreza_ss@yahoo.com)

KAIN TRADISIONAL MENJADI TREN (2008)

 

Published in Bandung Advertiser 26 Juni 2008

Teks: Muhammad Reza Foto: Dok. Deden Siswanto (photographed by Anton Mulyana), Dok. Andi Saleh

(muhammadreza_ss@yahoo.com 087877177869)

Sudah melihat peragaan busana spring summer 2008 Diane Von Furstenberg? Kalau belum, coba klik situs style.com dan temukan foto atau video peragaannya. Anda akan menyaksikan disainer gaek ini mengenakan sackdress bermotif grafis yang menurut pengakuan beliau terinspirasi dari motif batik lereng. Tak mengherankan, Diane Von Furstenberg memang mewujudkan kenangannya akan keindahan eksotisme Bali dalam koleksi siap pakai berjudul Under The Volcano. Majalah Harper’s Bazaar Indonesia saja berkomentar, bahwa bangsa ini ‘kecolongan’ lagi dalam mengeksplorasi kekayaan tekstil Indonesia .

Deden Siswanto 2 APPMI
Deden Siswanto

SEKILAS KEKAYAAN TEKSTIL TRADISIONAL INDONESIA

Indonesia memang berlimpah akan kekayaan budaya, termasuk aset mode seperti banyaknya macam baju adat. Apabila setiap suku di Indonesia memiliki ragam tekstil tersendiri seperti kain ulos bagi suku batak, kain prada bagi masyarakat bali, songket bagi masyarakat palembang , dan aneka macam batik dari jenis megamendung hingga pekalongan, belum termasuk variasi asesorinya yang berkembang beratus-ratus tahun, bayangkan saja betapa kayanya potensi mode bangsa ini!

Omong-omong tentang kesadaran akan kebanggaan terhadap budaya tanah air (khususnya di bidang mode), Indonesia sempat memiliki masa kejayaannya. Siapa yang tak ingat instruksi Presiden Sukarno kepada Ibu Sud untuk mempopulerkan kembali busana batik di tahun 50-an? Dalam buku Serasi dan Gaya Berkain gubahan Ami Dianti Wirabudi (pimred majalah Eve) dan Tini Sardadi, disainer terkemuka Carmanita menceritakan betapa cantik dan elegannya para wanita di tahun 50-60an berdansa mengenakan kain dan kebaya berbahan ‘Paris’. Di buku yang diterbitkan Gramedia ini pula, ia menyebutkan daya tarik magis yang muncul dari pemakaian kain tradisional.

Tentunya Anda juga mengenal nama-nama besar di dunia mode Indonesia yang tak lelah mengusung tekstil tradisional dalam helai demi helai busana rancangannya. Ghea Sukarya (kini Ghea Panggabean), misalnya. Batik luriknya terlihat modis dalam cullote dan waistcoat di halaman majalah remaja di akhir 80-an. Ada pula Iwan Tirta dan Prajudi (alm.) yang setia ‘mengolah’ batik. Selain para maestro tadi, disainer-disainer muda pun mencintai warisan kain Indonesia. Ada Obin (Josephine Werratie Komara) yang di tahun 2002 mempersembahkan koleksi ikat dan sulam dengan cara-cara pewarnaan kain yang hanya diajarkan turun temurun selama ratusan tahun. Anda juga tentunya masih ingat Oscar Lawalata yang menyajikan jumputan.

Syukurlah, Edward Hutabarat sukses mengakhiri ‘keangkeran’ kain tradisional ini. Di tahun 2006, ia melansir busana-busana batik ‘anak muda’ di bawah label Part One yang dengan lambat menjamur di kalangan sosialita Jakarta. Setelah diekspos berbagai media, tiruan(knock off)-nya pun beredar dimana-mana. Saat tren ini baru membahana di Bandung pertengahan tahun 2008 ini, tanda tanya pun muncul. Selama itukah waktu yang dibutuhkan masyarakat untuk menerima kain tradisional kembali dalam kehidupan sehari-harinya?

BATIK IS NOW  IN FASHION. THE NEXT TREND? MORE TRADITIONAL TEXTILES!

Dengan terbukanya mata (dan dompet) masyarakat akan busana tradisional, para disainer segera mengekplorasi referensi tekstil tradisional. Tenun bali, songket, dan sarung bugis, semuanya menjadi lebih modern melalui kelihaian disainer memainkan model, warna, dan styling. Agustus 2007 silam, majalah Prodo memamerkan busana batik modern rancangan Barli Asmara dan Musa Widyaatmaja. Majalah a+ mendandani model prianya dengan kemeja print batik. Di penghujung tahun 2007, disainer Rebecca Ing menyentuh tenun pekalongan, sementara Ferry Sunarto memercikkan nuansa vintage melalui penggunaan kain tenun Bali.

Dalam acara Jakarta Fashion and Food Festival pertengangan Mei 2008 kemarin, sarung bugis mulai unjuk gigi di panggung mode. Sarung bugis yang bermotif kotak-kotak dan sekilas mengingatkan kita pada aktivitas bersembahyang umat muslim ini berubah menjadi one shoulder dan tube dress yang lebih berterima di ruangan pesta. Disainernya, Andi Saleh, terinspirasi akan kesederhanaan motif sarung bugis yang tentunya tak akan sulit dipadu-padankan dengan dandanan urban. Dengan memberi tambahan motif hati, tameng hingga kelopak bunga dengan benang emas, ia mengkombinasikan sarung bugis dengan bahan sifon sutra. Sarung bugis juga ia jadikan detil pita atau lengan balon pada gaun-gaun yang didominasi warna marun, ungu, coklat bata dan emas.

ANDY SALEH KAIN 4
Andy Saleh
ANDY SALEH KAIN 2
Andy Saleh

“Seharusnya kita bangga akan semua kain tradisional yang dimiliki bangsa ini,” tutur Andi Saleh. Saat ia masih belajar di Belanda, ia menyaksikan betapa antusiasnya masyarakat asing bila disajikan produk budaya Indonesia termasuk kain tradisional. Karena itulah sarung bugis kali ini dipilih oleh disainer yang akan berpartisipasi dalam acara Islamic Fashion Festival bersama disainer lain seperti Biyan, Sebastian Gunawan, Denny Wirawan, Syahreza Muslim, Adesagi dan masih banyak lagi (termasuk tujuh disainer dari Malaysia)  Juli 2008 mendatang di Hotel Dharmawangsa Jakarta.

TIPS MENGENAKAN KAIN TRADISIONAL DENGAN MODERN

Kesan resmi dan kuno memang kerap melekat di benak orang banyak bila menyangkut kain tradisional. Padahal, membuat penampilan tetap modern dengan kain tradisional itu tak terlalu sulit. Panduannya sama saja; berprinsip pada memaksimalkan kecantikan dan bentuk tubuh yang disesuaikan dengan acara dimana busana itu dikenakan.

Hal yang penting untuk diingat adalah mengenali jenis kain dan kesan yang ingin ditampilkan. Contohnya, jenis kain tertentu seperti songket bertekstur tebal dan kaku. Kalau Anda ingin menampilkan kesan feminin yang lepas melambai, hindari penggunaan kain ini. Kecuali Anda ingin menciptakan efek futuristik dengan menjadikan songket ini jaket kaku dengan bahu mencuat ala Balenciaga atau Yves Saint Laurent, maka hal itu bisa saja.Kalau ingin berbusana ringan melayang seperti sackdress Diane Von Furstenberg, pilih kain ringan seperti kombinasi sarung bugis dan sifon sutra rancangan Andi Saleh.

“Anda harus tahu efek yang didapat dari setiap kain,” saran Andi Saleh tentang tips mengenakan busana berkain tradisional ini. “Mau simple mewah atau mewah glamor, tinggal cocokkan saja dengan kain dan atasannya.” Andi Saleh menuturkan bagaimana menyeimbangkan bawahan batik dengan atasan blus sederhana atau kebaya encim untuk kesan simple. Kalau Anda membutuhkan efek mewah, pilih kain yang lebih ‘berat’ seperti songket atau kain prada dari Bali yang bernuansa emas. “Yang penting, sesuaikan warnanya dengan kulit dan kepribadian Anda,” tambah Andi Saleh. Kalau Anda belum yakin dengan warna kain yang cocok, anda bisa bermain aman dengan memilih warna netral seperti hitam atau beige.

Untuk sehari-hari, cobalah lebih ‘fun’ dalam mengenakan kain tradisional ini. Untuk yang masih malu mengenakan kain tradisional, padankan kain tradisional dengan busana-busana dari label kontemporer. Jadikan kain lurik menjadi rok mini atau selutut, lalu padukan dengan tshirt hitam polos (dari Mango, misalnya). Dengan sepatu flat atau strappy sandal, kain lurik itu akan menjadi sangat casual. Atau kalau ingin bergaya bohemian, ubah saja kain batik megamendung menjadi rok semata kaki, tutup dengan tanktop putih dan kardigan hitam. Tips untuk tampil aman dengan kain tradisional bisa dengan meniru cara Frida Gianini (disainer Gucci saat ini) dalam merancang koleksi musim panas 2008. Dengan dasar warna hitam dan putih, ia bermain dengan satu tambahan ‘warna lain’, solid atau lembut. Warna lain inilah yang bisa Anda terapkan pada pilihan kain tradisional sebagai center piece.

Dengan mengenakan kain tradisional, tampil cantik dan anggun itu sudah pasti didapat. Tak hanya itu saja, Anda akan merasakan sesuatu yang baru dalam berpenampilan. Anda mengusung suatu nilai budaya dan kebanggaan akan identitas nasional. Bayangkan, saat Anda bersosialisasi dengan teman-teman Anda yang berasal dari luar negeri, mereka akan penasaran dengan motif atau bahan busana yang anda kenakan. Bila mereka mengira-ngira rok yang Anda pakai itu dari Cavalli, Anda bisa dengan bangga menjawab; “It’s songket, one of my national heritage.”

Deden Siswanto

Untuk saran dan pertanyaan, penulis dapat dihubungi melalui email : muhammadreza_ss@yahoo.com dan telepon/whatsapp di +6287877177869.