YOUNG INDONESIAN DESIGNERS (2008)

Image source: Pexels

Dua perancang muda berbagi cerita. Dimuat di Bandung Advertiser, Juni 2008.

 Teks: Muhammad Reza  Foto: Pexels, Dok. Andi Saleh, Dok. Vera Alexandra Tjiam for DEAR SIR

Pertengahan tahun umumnya ditandai dengan kelulusan siswa berbagai sekolah di tanah air, termasuk sekolah mode. Para alumnui yang telah menekuni bidang rancang busana pun bergegas menciptakan eksistensinya di masyarakat. Ada yang langsung dikenal masyarakat melalui brand pribadi, ada juga yang mengawali karir dengan bekerja pada disainer atau perusahaan yang sudah mapan. Saat wisuda, tentulah orangtua mereka merasa lega karena proses pendidikan telah rampung, Namun kekhawatiran pun tentu masih dimiliki meski secuil. Akankah calon disainer ini berhasil? Berapa lama kesuksesan akan tergapai?

Tak sedikit orangtua yang meragukan masa depan anaknya yang bermimpi menjadi perancang, apalagi jika mereka merasa kemampuan ekonominya jauh dari kesan mewah bidang yang ditekuni anaknya. Dunia mode yang kerap terlihat glamor dan mewah mahal ini memang lekat dengan kalangan kelas atas. Padahal tak semua perancang busana ternama berasal dari keluarga dengan kekayaan berlimpah. John Galliano, misalnya, sempat tak memiliki rumah dan menumpang saat menimba ilmu di sekolah mode St. martin London. Christopher Bailey sendiri pun dibesarkan di perkampungan West Yorkshire di Inggris dan berayahkan tukang kayu.

Namun, dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Untuk berhasill di dunia mode, bakat, keterampilan dan penguasaan bidang yang digeluti sangat berperan. Sebagaimana pernah diutarakan Muara Bagdja kepada saya, mode itu merupakan dunia pekerjaan yang kompleks dan perlu dipelajari. Mode tak hanya berkisar antara kreatifitas dan estetika pakaian-pakaian cantik dalam foto-foto di majalah dan fashion show.  Banyak talenta dan kerja keras yang dilibatkan dalam dunia ini seperti sumber daya penjahit yang harus sesuai tuntutan perkembangan zaman, strategi pemasaran, hingga efisiensi promosi tepat sasaran. Itu sebabnya, latar belakang ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan besar bagi siapa saja yang berbakat dan ingin mewujudkan cita-cita memiliki usaha dalam mempercantik penampilan masyarakat. Di sekolah mode, para disainer masa depan tak hanya diajarkan bagaimana merancang pakaian, tapi juga menggali ilmu mengenai berbagai aspek bisnisnya.

Vera Alexandra Tjiam, misalnya. Setelah lulus dari sekolah mode Esmod Jakarta dengan spesialisasi busana pria, ia berkonsentrasi di label Dear Sir. Masa-masa penuh tantangan yang sulit dilupakannya saat menimba ilmu di Esmod adalah pada tahun ketiga pendidikan dimana mereka harus mempersiapkan koleksi kelulusan yang merupakan tugas akhir. Ia mengaku bahwa banyak rekan-rekannya yang hanya memiliki waktu sekitar empat jam sehari pada masa itu. “It was really tough,”ujarnya.

Wanita yang berdomisili di Jakarta ini juga menunjukkan seleksi alam sudah terjadi bahkan ketika masih dalam masa pendidikan. “Saat tahun pertama, ada tiga kelas di bidang yang sama. Pada tahun terakhir hanya tersisa dua kelas dan kelas yang saya hadiri hanya berjumalah dua belas siswa! Namun, pendidikannya sangat intensif. Saya diajarkan dunia mode dari a hingga z yang pada akhirnya memudahkan saya untuk siap bekerja di bagian manapun dari industri mode.”

Dear Sir by Vera Alexandra Tjiam

Di antara nama-nama perancang busana yang sedang menanjak karirnya, ada beberapa nama yang tak terdaftar di buku lulusan sekolah mode manapun. Hal ini menujmoijfnjukkan bahwa untuk menjadi seorang perancang busana yang memiliki ‘pasar’ itu ternyata tak harus selalu melalui jalur pendidikan formal. Beberapa nama disainer yang sudah termasuk berpengaruh dan tidak mengikuti pendidikan mode di sekolah formal adalah Ivan Gunawan dan Anne Avantie. Ivan Gunawan mempelajari rancang busana langsung dari pamannya; Adjie Notonegoro dengan bekerja selama lima tahun pada disainer yang pernah mendeklarasikan kebaya sebagai milik Indonesia ini. Sama halnya dengan Anne Avantie. Belajar merancang busana secara otodidak tak membuat ia berkecil hati apalagi sampai mundur dari kecintaannya pada mode.

Andi Saleh adalah salah satu perancang muda yang membangun brand busana tanpa melalui jalur formal seperti sekolah mode. Perancang busana yang pada Jakarta Fashion Food Festival 2008 kemarin menyuguhkan sarung bugis makasar menjadi pakaian yang modern ini menceritakan pengalamannya saat belajar menciptakan busana secara non-formal di Broek In Waterland – Belanda pada tahun 2002 – 2003. Ia mengembangkan skill-nya melalui seorang seniman yang membuka kelas privat dan menunjukkan padanya seni kombinasi warna, aplikasi dan pencampuran kain. Setelah bertahun-tahun memperkenalkan karyanya, ia pun mulai memiliki kalangan pelanggan sendiri, yaitu wanita-wanita matang yang feminin dan para pria berjiwa muda yang berani tampil beda. Lambat laun, ia mendapat tempat di hati banyak pencinta mode. Saat ini ia sedang mempersiapkan peragaan busana muslim Malaysia-Indonesia yang akan diadakan bulan Juli 2008. Jasanya sebagai fashion stylist pun sering diminta beberapa band baru di Indonesia .

Andi Saleh

Untuk menjadi perancang busana yang diterima di masyarakat mungkin tak melulu harus ditempuh melalui sekolah mode. Andi saleh memberikan saran kepada mereka yang ingin menjadi perancang busana, “Gali terus selera fashion Anda karena fashion itu terus berputar. Anda juga harus bisa meramu selera pasar dengan idealisme pribadi sehingga keduanya bisa bersatu dengan harmonis.” Disainer muda yang ingin segera memiliki butik dengan konsep rumah peninggalan Belanda sebagaimana yang banyak dilihatnya di Bandung ini  juga menyarankan agar mereka rajin melihat kanal-kanal mode, majalah dan internet.

Vera Alexandra Tjiam pun memiliki pesan kepada mereka yang ingin menjadi disainer. “Pastikan kalau Anda benar-benar meminati mode. Bukan hanya karena kesannya enak dan mudah. It’s not that simple to be a fashion designer, especially the good one. Banyak hal-hal rumit yang harus benar-benar dijalani dengan serius dan ini akan menyita waktu banyak. But it’s worthed. Jangan sampai putus di tengah jalan. Cari informasi mengenai sekolah mode yang bagus supaya tidak salah pilih, dan kalo memang sudah cocok, just go for it!”

Advertisements

BRIDESMAIDS, MESTIKAH TAMPIL SERAGAM?

Busana mereka lazimnya sudah ditentukan oleh pihak pengantin, baik dalam model maupun warna. Bahkan, umumnya mereka didandani sama persis. Mestikah busana para pendamping tampak monoton bagai dayang-dayang nan malang?

Image: Pixabay

Bukan bermaksud agar bridesmaids berlomba-lomba menjadi pusat perhatian di ‘runway‘ pernikahan, tetapi, jangan lupa bahwa para sahabat ini juga individu yang memiliki gaya personal masing-masing. Mereka juga spesial.

Musik mengalun. Para undangan pun memalingkan wajah menuju pintu aula. Masuklah satu persatu wanita cantik dalam langkah anggun menuju altar. Parade ini diakhiri kehadiran  pengantin bergaun putih dengan buket bunga di genggaman tangan bak finalesebuah peragaan busana.

Aksi demikian merupakan bagian prosesi pernikahan ala barat yang populer. Ketiadaan pengiring pengantin atau dikenal dengan istilah bridesmaids membuat acara terasa janggal. Menurut desainer Vera Wang, bridesmaids menjadi prelude atas kehadiran pengantin wanita yang  dinantikan semua undangan.

Akan tetapi, eksistensi bridesmaids sering kali diperlakukan ‘semena-mena’. Busana mereka lazimnya sudah ditentukan oleh pihak pengantin, baik dalam model maupun warna. Bahkan, umumnya mereka didandani sama persis. Mestikah busana para pendamping tampak monoton bagai dayang-dayang nan malang?

Bukan maksud menyarankan agar bridesmaids berlomba-lomba menjadi primadona di ‘runway‘ tersebut. Hanya saja, busana bridesmaids yang seragam menenggelamkan karakter masing-masing. Mereka bukan sekedar panitia bachelorette party, lho. Mereka adalah sosok penting dalam kehidupan sang mempelai wanita.

Terlebih, umumnya bridesmaids itu lajang. Nah, tidakkah momen mengantarkan pengantin wanita menuju altar seyogyanya menjadi ‘catwalk‘ kecil yang berfungsi ganda sebagai ajang promosi diri? Alangkah baiknya bila mereka dipresentasikan dalam gaun yang sesuai karakter masing-masing.

Maka dari itu, yuk pikir-pikir lagi tentang ide menyewa atau membuatkan busana yang identik bagi para lajang pendamping pengantin ini. Apabila sang calon mempelai wanita dimanjakan dengan gaun pernikahan impiannya, maka sebaiknya para gadis pengiring pun didandani dalam gaun yang tak kalah indah. Penampilan mereka sepatutnya menjadi komplimen terhadap sang pengantin namun tetap memancarkan pesona masing-masing.

Images: Pixabay.com

Sebelum menyimak empat anjuran dalam mendandani bridesmaids, mulailah dengan berpedoman pada satu panduan dasar yang sangat penting dalam berbusana; harmoni. Saat merencanakan gaun pernikahan, calon pengantin juga harus mempertimbangkan gaun yang dikenakan para sahabat. Idealnya, mereka diikutsertakan dalam  memilih gaun. Gaun pengantin dan bridesmaids seyogyanya terlihat sebagai suatu komposisi estetis dimana pengantin menjadi centerpiece.

Anjuran No.1 “Potongan Gaun Bridesmaids Itu Bebas Namun Serasi”

Salah satu tips praktis dalam mendandani bridesmaids bisa dengan mengikuti cara Lauren Santo Domingo, salah seorang sosialita dan kontributor mode majalah Vogue Amerika yang melangsungkan pernikahannya beberapa tahun lalu. Ia mengenakan gaun pengantin berbahan jacquard sepanjang 60 meter (!) yang dirancang khusus oleh Olivier Theysken.

 Sementara itu, sembilan bridesmaids(termasuk Ivanka Trump dan Tinsley Mortimer) tampil dalam bermacam sheath dan column dressdalam warna berbeda. Meski gayanya berbeda, mereka terlihat harmonis sekaligus menegaskan keistimewaan gaun pengantin karena secara visual mayoritas column dress ini tampak  kontras dengan gaun pengantin yang megah dalam potongan A-line.

Anjuran No.2 “Warna Gaun Bridesmaids Memancarkan Rona Kulit Mereka”

Ini berhubungan dengan seasonal palette (sebuah teori yang mengatakan setiap manusia memiliki palet warnanya sendiri dari empat musim yang ada. Karena itu, bridesmaids harus mengenakan gaun dalam palet warna yang sesuai musim masing-masing. Dengan kata lain, warna gaun itu cocok dengan rona kulit pemakainya. Ketidaksesuaian akan menyebabkan penampilan yang pucat atau kusam. Pastikan kecantikan rona kulit terpancar melalui warna busana. Ini membuat kulit terlihat ‘hidup’ atau bercahaya.

Sebagai gambaran, lihat saja film Sex And The City. Dalam satu adegan pernikahan Carrie Bradshaw yang dibatalkan, terlihat ketiga bridesmaids mengenakan gaun  rancangan Zac Posen dalam palet warna yang cocok dengan rona kulit ketiga sahabatnya. Bayangkan bagaimana jadinya bila ketiga tokoh tersebut mengenakan gaun dengan warna yang bukan ‘miliknya’. Warna-warna ‘milik’ Miranda akan terlalu kontras bagi kulit dan rambut Charlotte.

Images: Pixabay.com

Anjuran No.3 “Model Gaun Bridesmaids Sesuai Bentuk Tubuh”

Mungkin menjelang hari pernikahan, tak hanya calon pengantin yang harus menjaga bentuk tubuhnya, tetapi bridesmaids juga. Memilih gaun bagi para pendamping ini juga seyogyanya diselaraskan dengan bentuk tubuh masing-masing. Jika tidak? Salah pilih pakaian bisa membuat badan tampak tidak proporsional.

Bila tubuhnya bertipe buah pear dimana pinggul lebih lebar daripada bahu, pilih gaun yang memiliki aksen horizontal atau volume di bagian bahu atau lengan. Misalnya gaun dengan bagian lengan yang bervolume, atau memakai bolero. Untuk pendamping pengantin yang bertubuh tipe apel atau lebar pinggul lebih kecil dibanding bahu, kenakan saja gaun peplum atau bersiluet A-line.

Anjuran No.4 “Bahan Gaun Bridesmaids Memperindah Tubuh Pemakainya”

Jenis tekstil atau bahan gaun harus dicermati agar tubuh terlihat proporsional. Bahan beludru dan jacquard misalnya, sebaiknya dihindari wanita bertubuh besar karena akan membuat dirinya terlihat semakin tebal. Bahan satin lebih pantas bagi mereka karena  memberi efek melangsingkan. Waspadai juga beberapa jenis bahan seperti spider atau lace yang apabila porsinya berlebihan bisa berkonotasi miring. Seperti yang pernah diungkapkan penata gaya selebriti internasional Rachel Zoe di stasiun televisi E!, “Terlalu banyak bahan lace membalut tubuh membuat pemakainya terlihat seperti pelacur.”

Nah, apabila dalam waktu dekat Anda akan menjadi calon pengantin, pertimbangkanlah keempat tips tadi dalam merencanakan busana bridesmaids. Pengiring pengantin  ini adalah semua sahabat yang menyertai prosesi ikatan suci cinta Anda. Mereka spesial. Karena itu, pastikan agar mereka juga terbalut busana yang istimewa. Begitu cantik, kehadiran bridesmaids menghiasi prosesi pernikahan Anda melebihi keindahan ratusan bunga yang penuh warna dan wangi.

BERLIAN INVESTASI CANTIK

Published on kompasiana.com/modenesia/berlian-investasi-cantik_595f32fc9f91ce0a3106dc73

Photo: Pexels.com

Diamonds are a girl’s bestfriend, dendang mendiang Marilyn Monroe. Bila menyangkut perhiasan, selalu pilih perhiasan permata yang dapat dijadikan investasi, yaitu berlian. Tak saja menunjang penampilan yang mewah dan berkelas, namun juga melindungi uang Anda dari risiko inflasi yang akan selalu terjadi.  

 

Sebagai pelengkap gaya busana, perhiasan acap kali jadi pilihan. Namun, saat kondisi ekonomi tanah air semakin memprihatinkan (baik karena inflasi terus menerus hingga berbagai kenaikan biaya hidup seperti pencabutan subsidi tarif listrik), cerdaslah dalam membeli aksesori tersebut. Meskipun permata imitasi yang murah berkilau cemerlang menyerupai yang asli, sadarilah bahwa kepalsuan tersebut tak bernilai dan hanya menjadi pemborosan. Oleh karena itu, bila menyangkut perhiasan, selalu pilih perhiasan permata yang dapat dijadikan investasi, yaitu berlian.

 

Berencana membeli perhiasan berlian? Ketahui dulu lima faktor penentu kualitas dan nilai investasinya di masa depan. Ini supaya uang yang dikeluarkan sepadan dengan hasilnya. Lima hal yang mempengaruhi nilai perhiasan berlian antara lain; karat, kejernihan, warna, potongan, dan sertifikat.

 

KARAT

Karat merupakan ukuran berat yang dipakai untuk berlian. Dibandingkan dengan satuan gram, satu karat setara dengan 0,2 gram. Satu karat ini pun masih dipecah menjadi seratus satuan supaya identifikasi lebih akurat. 

Photo: Pixabay.com

 

Menaksir harga berlian berdasar karat itu tidak seperti menaksir harga emas yang relatif sama berdasar beratnya. Harga sebuah berlian empat karat tidak sama dengan harga empat berlian satu karat. Ini disebabkan kelangkaan berlian berkarat besar. Tidak itu saja, selisih karat sedikit saja bisa menyebabkan perbedaan harga yang besar. Harga berlian dua karat bisa saja dua kali lipat lebih mahal dibanding berlian 1,98 karat.

 

Pertimbangkan ukuran karat dalam membeli berlian. Selisih seperti yang disebutkan sebelumnya bisa menghemat uang Anda presisi karat tak menjadi masalah, apalagi bila pembeliannya memang untuk menunjang penampilan. Namun untuk tujuan investasi, presisi membuat nilai berlian lebih menguntungkan di masa depan.

 

KEJERNIHAN

Kejernihan berlian membuatnya mampu memantulkan cahaya sekecil apapun. Menurut wikipedia, ‘kotoran’ berupa mineral lain dan keretakan di permukaan atau dalam berlian akan mengurangi kemampuan tersebut. Inilah yang menyebabkan berlian terlihat kurang berkilau atau ‘butek’. Acuan standarisasi kejernihan berlian yang diakui secara internasional adalah sertifikasi Gemological Institute of America (GIA). Kejernihan tertinggi diberi label dari yang terbaik berupa ‘flawless category (FL)’ , diikuti ‘very very slightly included (VVS)’ hingga ‘included category (I)’ sebagai kategori terendah.

 Photo: Pixabay.com

WARNA

Perhiasan pada umumnya menggunakan berlian putih sebagai centerpiece. Semakin putih, semakin mahal pula harganya. Namun, secara kasat mata, berlian yang benar-benar putih sangat sulit didapat. Satu-satunya cara mengetahui warna berlian tersebut adalah melalui pemeriksaan laboratorium yang bisa dilakukan di toko perhiasan tertentu.

Photo: Pixabay.com

 

Meskipun berlian putih banyak diminati, bukan berarti harganya menjadi yang termahal. Hal itu ditunjukkan melalui lelang Sotheby’s di New York pada tahun 1987. Sebuah berlian berwarna merah keunguan terjual dengan harga lebih dari sembilan ratus ribu dolar amerika serikat. Silakan kalkulasikan nilainya dengan kurs saat ini, lalu kalikan lagi dengan persentase inflasi sejak tahun tersebut.

 

POTONGAN

Photo: Pixabay.com

Ada enam jenis potongan berlian yang umum, yakni oval, marquis, pear, hati, emerald dan baguette. Harga berlian tidak ditentukan jenis potongan, namun oleh keakuratan dan kerapiannya.

 

SERTIFIKAT

Tak semua toko perhiasan yang menjual berlian menyertakan sertifikat berkelas internasional seperti yang berasal dari Gemological Institute of America (GIA). Padahal, Anda memerlukan sertifikat ini tak saja sebagai kepastian kondisi berlian yang dimiliki, namun juga sebagai kekuatan hukum saat ingin menjualnya atau menuntut toko perhiasan terkait apabila ternyata kualitas berlian yang dibeli tidak seperti yang ditawarkan. Supaya tidak menyesal di kemudian hari, belilah perhiasan berlian hanya di toko perhiasan yang menyertakan sertifikat dari Gemological Institute of America (GIA), American Gemological Laboratories (AGL), International Gemological Institute (IGI), HRD/Antwerp Diamond High Council, atau  Schweizerische Stiftung fur Edelstein-Forschung (SSEF).

Photo: Ebay.com

 

Investasi merupakan bagian gaya hidup masyarakat urban yang cerdas mengelola dan merencanakan kesejahteraannya. Diversifikasi adalah salah satu kunci suksesnya. Selain properti, saham, reksadana dan emas, instrumen pengembangan kekayaan lainnya adalah berlian. Nah, setelah mengenali kelima faktor penentu nilai berlian, Anda pun bisa berinvestasi batu mulia ini. Tak saja menunjang penampilan yang mewah dan berkelas, namun juga melindungi uang Anda dari risiko inflasi yang akan selalu terjadi.  

 

Untuk info dan pertanyaan, silakan email muhammadreza_ss@yahoo.com atau whatsapp 087877177869

 

TIPS MEMILIH KACAMATA HITAM

Hai December 2009 Fashion Spread

Selain anti silau, kacamata hitam juga mengarbit gaya. Ada kesan misterius nan cool dari aksesori ini. Bayangkan penampilan James Bond, Justin Bieber, hingga selebriti pembawa acara Dahsyat atau semacamnya yang getol memakainya. Saking kerennya benda ini, harganya bisa mencapai kisaran lima jutaan rupiah. Tak heran bila utilitas kacamata hitam cenderung dinomorduakan Gaya dan prestise jadi pertimbangan utama.

Namun tahu, tidak, bahwa tak semua model kacamata hitam cocok untuk bentuk muka kita? Terlepas Anda rupawan atau tidak (itu sih relatif, ya), pilihan kacamata hitam yang tepat membuat proporsi wajah terlihat pas. Nah, kacamata hitam seperti apa yang cocok dengan bentuk wajah Anda? Yuk temukan melalui sharing ini. Semoga bermanfaat.

Bentuk Wajah Hati atau Segitiga

Dengan bagian kening yang jauh lebih lebar dibanding dagu, pemilih wajah ini perlu menyeimbangkan proporsi mukanya dengan kacamata hitam bermodel aviator.  Jenis ini  sedikit melengkung naik dengan bingkai atas yang lebih lebar daripada yang bawah. Coba google foto Carrie Bradshaw di poster film Sex and the City The Movie. Bentuk kacamata itu membentuk ilusi lebar kening dan dagu seimbang.

aviator sunglasses

 

Bentuk Wajah Persegi

Bentuk wajah persegi berkesan keras dan maskulin sehingga wanita bisa ‘melembutkan’ bentuk wajahnya dengan kacamata hitam dengan bingkai bulat. Contohnya adalah Paris Hilton dan Nicole Richie yang gemar berkacamata hitam bingkai bulat dan besar baik dari Dior maupun Chanel. Bentuk wajah ini juga cocok mengenakan tipe wayfarer.

Wayfarer sunglasses

 

Bentuk Wajah Bulat

Bila tak ingin terlihat makin menyerupai bapao, pemilik wajah bulat ini harus menghindari kacamata yang juga berbingkai bulat. Kebalikan dari pemilik wajah persegi, ia harus mengenakan kacamata dengan bingkai persegi. Coba lihat Catherine Zeta Jones yang kerap tertangkap kamera mengenakan kacamata persegi dan navigator dari Gucci. Kacamata navigator itu bentuknya seperti aviator, bingkai atas lebih lebar dari bawah, hanya saja tak ada lengkungan pada bingkainya.

Navigator sunglasses

 

Bentuk Wajah Lonjong

Pemilik wajah lonjong atau oval beruntung karena dengan proporsi wajahnya yang seimbang dan memanjang, ia bisa mengenakan kacamata dengan model apa saja. Luna Maya adalah contohnya. Ia bisa mengenakan kacamata belalang dari Dior hingga wayfarer dari Rayband.

Pixabay

Kece merupakan kombinasi proporsi simetris, kesehatan dan persetujuan mayoritas masyarakat. Dengan memahami bentuk wajah alami dan mengikuti tips memilih kacamata ini, Anda bisa tetap keren saat menghalau silau. Tak hanya untuk perjalanan, namun juga untuk aktivitas sehari-hari Anda di siang hari. Ayo tetap kece  dengan kacamata hitam yang sesuai!

JAM TANGAN TAK SEKEDAR PENUNJUK WAKTU

Chronograph atau perpetual? Sport atau dress watch? Fashion atau luxury watch? Sebelum membeli, kenali beraneka ragam jam tangan yang tak lagi sekedar penunjuk waktu.

Teks: Muhammad Reza. Foto: Pexels.com . Dimuat di Bandung Advertiser 11-25 Februari 2009.

 

Anda menyukai jam tangan? Begitu banyak model jam tangan saat ini. Tahukah Anda jenis dan perbedaannya? Artikel ini akan memperkenalkan variasi jam tangan yang beredar di pasaran. Semoga bermanfaat dan menginspirasi Anda untuk tampil lebih gaya sesuai fungsi dan tujuan pemakaian mereka.

 

Chronograph atau Perpetual?

Chronograph adalah istilah untuk jam tangan yang tak saja berfungsi menunjukkan waktu, namun juga menghitung durasi waktu dalam satuan detik, menit hingga jam. Jam ini sangat membantu mereka yang berprofesi sebagai atlet, pilot, hingga pembalap motor. Karena ketebalan dan sarat fungsi, chronograph tampak maskulin dan berbau teknis. Ia akan mencuri perhatian bila dikenakan dengan pakaian kasual atau sporty, namun akan terlihat ‘berat’ dan mengganggu bila dipakai saat Anda ingin tampil minimalis.

Sementara itu, perpetual merupakan istilah bagi jam tangan yang mampu menunjukkan perubahan tanggal, hari dan bulan secara otomatis. Mekanisme ini pertama kali ditemukan Abraham Louis Breguet dan digunakan pertama kali untuk jam tangan ciptaan Rolex.

 

Quartz atau Mekanis?

Jam tangan mekanis dan quartz berbeda dalam hal sumber daya mekanisme dan nilai jual. Hal ini disebabkan tingkat kesulitan dan perangkat mekanismenya. Disebut juga jam tangan otomatis, dibutuhkan keahlian khusus untuk memfungsikan rotornya yang berputar sendiri tanpa tenaga baterai.

Hal ini berbeda dengan jam tangan jenis quartz. Mekanisme jam tangan ini berkaitan dengan kristal-kristal kuarsa di dalamnya yang dikendalikan baterai. Keakuratan dan kemudahan menjadi keuntungan. Jam tangan quartz lebih modern dibandingkan mekanis. Meskipun demikian, bukan berarti jam tangan jenis mekanis bernilai jual lebih rendah. Nilai jualnya justru semakin tinggi disebabkan semakin langkanya produksi jam tangan mekanis yang membutuhkan keahlian khusus dan sentuhan personal.

 

Day Watch atau Evening Watch?

Seperti terjemahannya, kedua jam tangan ini memiliki waktu pemakaian yang berbeda. Indikatornya adalah warna putih pada dial untuk jam tangan yang dikenakan siang hari  dan warna hitam pada dial untuk jam malam hari. Klasifikasi ini mungkin terkesan mengada-ada (bagaimana jika dial jam tangan berwarna biru?), namun ini merupakan konvensi tak tertulis di kalangan mode. Jadi, bila Anda berkesempatan bertemu insan sadar mode, mungkin hal terkesan sepele seperti ini patut dicermati untuk memberinya impresi.

 

Casual Watch, Sport Watch, atau Dress Watch?

Beberapa jenis jam tangan diciptakan untuk keperluan dan situasi yang berbeda. Casual, sport dan dress watch adalah tiga jenis utama yang wajib kita miliki. Casual watch merupakan jam tangan yang bisa menemani kegiatan informal seperti bepergian di dalam kota. Ia bisa saja chronograph, bermodel klasik dengan tali kulit dalam variasi warna atau dengan stainless steel bracelet, hingga penutup berlogo.

casual watch
Casual Watch

Sementara itu, sport watch dirancang untuk memudahkan Anda berolahraga. Dua karakter utamanya adalah tahan goncangan dan tahan air. Bila butuh pengukur waktu, sport watch berjenis chronograph akan sangat membantu. Sport watch ideal bergelangkan karet elastis agar keringat yang menempel mudah dibersihkan.

sport watch
Sport Watch

Untuk momen formal dan berkelas, kenakanlah dress watch. Pastikan model jam tangan ini sederhana dan klasik dengan dial sesuai waktu acara (putih untuk siang, hitam untuk malam). Bila acara mengharuskan penambilan ber-tuxedo atau jas, kulit jam tangan Anda harus berwarna hitam.

michael kors
Michael Kors

 

Fashion Watch atau Luxury Watch?

Jam tangan juga terklasifikasi atas jam tangan mode (fashion watch) dan jam tangan mewah (luxury watch). Jam tangan mode biasanya menampilkan logo sebagai daya tarik tampilan keseluruhan. Kelemahannya, pengerjaan mesin jam tidak diutamakan. Bisa saja pengerjaannya dilakukan di Jepang atau dengan mesin yang murah. Sementara jam tangan mewah adalah kebalikannya. Jam tersebut tak saja menawarkan kualitas disain dan mesin, tapi juga sejarah dan reputasi.

Apakah jam tangan dengan berlian selalu lebih mahal dibanding yang tak berdekorasi permata tersebut? Jam tangan dengan berlian memang terlihat mahal. Namun, bisa saja jam tangan tanpa berlian lebih mahal karena reputasi mereknya. Bila Anda berniat berinvestasi pada jam tangan, jangan jadikan berlian pada jam tangan sebagai patokan karena nantinya yang bernilai pada jam tersebut adalah berlian semata. Pilihlah jam bereputasi internasional dalam model terbatas dan disertai sertifikat. Kelak, ia akan menjadi benda vintage buruan kolektor yang siap membayar mahal.

Masih berkaitan dengan jam tangan mewah, jangan tergiur dengan penampilan luar yang terkesan mahal. Hindari membeli jam berlapis emas (gold plated). Setelah bertahun-tahun, lapisan itu akan berakhir menjadi stainless steel kekuningan. Jam tangan yang terlihat minimalis namun bertipe mekanis justru akan berdaya jual lebih di masa depan karena langka dibandingkan jam tangan berornamen lapis emas namun berdaya baterai semata.

Akhirnya, apapun jenis jam tangan yang Anda sukai, belilah di dealer resmi untuk memastikan keasliannya yang disertai sertifikat. Ayo, lengkapi koleksi jam tangan Anda!

Untuk saran dan pertanyaan, email: muhammadreza_ss@yahoo.com, whatsapp 087877177869.

10 BUSANA DAN AKSESORI YANG WAJIB DIMILIKI KAUM WANITA (2011)

Dimuat di Style Factor OMG Yahoo! Indonesia pada April 2011.

Teks: Muhammad Reza, Foto: Pexels.com

CHIC SHOPPER pexels-photo-291762

Terus menerus mengikuti tren mode yang selalu berganti, pasti akan melelahkan. Padahal tanpa perlu bergaya sesuai tren, kita tetap bisa tampil stylish dengan gaya klasik yang tak pernah ketinggalan zaman. Untuk itu, ada 10 fashion item yang wajib dimiliki oleh seorang wanita.

1. Celana panjang hitam. Dengannya, kita bisa memakai kemeja dan blazer untuk berangkat ke kantor. Jika dipadu dengan blus dan aksesori girly, kita siap berangkat kencan dengan si dia. Celana panjang hitam juga pantas dikenakan bersama T-shirt untuk bersantai.

 

White Shirt and Black Trousers
White Shirt and Black Trousers

2. Kemeja putih. Kemeja ini bagaikan kanvas yang siap menerima nuansa tata rias dan rambut apa saja. Ia juga sangat fleksibel terhadap waktu dan resmi/tidaknya kegiatan. Dengan kemeja putih yang sama, kita bisa memadu-padankan jaket, blazer, vest, atau syal.

3. Sepatu hak tinggi hitam. Sama halnya dengan celana panjang hitam, sepatu hak tinggi ini bisa dikenakan untuk kegiatan formal dan kasual. Pilih yang bermodel stiletto atau platform sederhana dengan bagian ujung kaki tertutup. Sepatu dengan warna lain atau model ujung kaki terbuka boleh Anda miliki setelah punya sepatu wajib ini.

woman black shoes
Image source: Pixabay.com

4. Blazer hitam. Selain menghangatkan tubuh, blazer “merapikan” tampilan. Bisa dipakai untuk urusan kantor dengan bawahan rok pensil, bisa juga dipakai jalan-jalan dengan bawahan rok jins. Pilih blazer yang ukurannya pas di badan, bukan ketat. Blazer yang kekecilan akan menampakkan tonjolan lemak dan terlihat berantakan.

black blazer pexels-photo-325531

 

5. Celana jins biru tua. Biru tua atau indigo tak saja membuat tubuh tampak lebih langsing, tapi juga mudah dipadu-padankan dengan warna lain. Umumnya kelihatan santai dengan T-shirt, tapi bisa naik kelas juga menjadi glamor bila dipadukan dengan jaket kulit, jaket berkerah bulu, atau perhiasan berwarna emas dan perak.

jeans and cardi

6. Sweater & cardigan. Sweater dan cardigan memberi sentuhan manis dan ‘effortless’ pada gaya busana apa saja. Selain dipakai di atas kaus, cardigan juga bisa menutupi gaun mini, gaun koktil bertali tipis atau tak bertali. Sedangkan sweater memberi kesan feminin dan tangguh sekaligus. Keduanya dengan mudah serasi dengan rok atau celana apa saja.

7. Pakaian dalam yang tepat. Meski tak terlihat, namun bila pakaian dalam terasa salah, penampilan kita juga akan terlihat kurang enak dipandang. Miliki setidaknya beha berwarna putih untuk atasan berwarna putih, hitam tanpa tali untuk gaun hitam, sport bra untuk berolahraga dan warna nude bila ingin mengenakan busana menerawang seperti berbahan lace. Miliki juga G-string atau thong untuk celana atau gaun ketat yang menempel di tubuh untuk menghindari penampakan garis celana dalam yang “mengganggu”.

little black dress pexels-photo-219604

8. Little black dress.  Gaun hitam selalu klasik, elegan dan mudah dipadu padan dengan aksesori.

9. Kacamata hitam. Kacamata hitam adalah aksesori utama untuk mendapatkan kesan selebritas dengan mudah. Mau model aviator seperti yang dikenakan Sarah Jessica Parker atau model belalang ala Paris Hilton, yang penting sesuaikan dengan bentuk muka Anda. Bila ragu, ajak ibu atau teman terdekat yang bisa diandalkan sarannya saat berbelanja kacamata. Dengan kacamata hitam berkualitas, tampilan kasual berupa jins dan T-shirt langsung menjadi gaya.

summer-young-woman-pretty-sunglasses

10. Tas tangan bergaya klasik. Sebaiknya Anda menyisihkan uang untuk membeli sebuah tas tangan berkualitas dengan model yang klasik. Berkualitas; berbahan kulit asli yang tentunya tahan lama dengan jahitan yang rapi. Tidak harus bermerk, namun dengan sekali pandang saja tidak terlihat murahan. Sebagai alternatif kulit, bahan kanvas pun boleh. Pilih model klasik yang bersih dari detil aneh-aneh atau yang trendy. Bentuk kotak atau trapesium adalah pilihan terbaik.

red croco bag
Image source: Pixabay.com

TIGA ALASAN LOGIS UNTUK BERHIJAB

hijab style pexels-photo-196753

Teks: Muhammad Reza, Foto: Pexels.com

Dimuat di Kompasiana.com pada 8 Juni 2017.

http://v20106.kompasiana.com/modenesia/tiga-alasan-logis-untuk-berhijab_59384c623791c4197562f912

Sebelumnya saya mohon maaf, apabila ada yang kurang berkenan dengan yang akan saya utarakan. Artikel ini hanya berdasarkan pemikiran sederhana. Kalaupun tak setuju, setidaknya bisa jadi cara untuk mengenal aturan berbusana yang dianjurkan bagi saudari kita yang menganut kepercayaan mayoritas di tanah air. Sekali lagi, saya tidak berniat menistakan kepercayaan apapun disini. Dan saya, untuk itu, memohon maaf sebesar-besarnya.

Berhijab, yakni berbusana dengan menutupi  seluruh tubuh hingga pergelangan tangan dan wajah bagi wanita, merupakan bagian ajaran Islam. Panduan berbusana ini dijelaskan dalam kitab Al Quran. Dalam surat An Nur ayat 31, wanita diperintahkan mengenakan kerudung yang menutupi hingga dadanya. Perintah berhijab juga disebutkan dalam surat Al Ahzab ayat 59. Memang, berjilbab tidak menjadi ukuran kadar keimanan. Namun, bila ajaran itu untuk keselamatan, kenapa tidak mengikutinya?

Islam juga mengajarkan wanita untuk berpakaian sewajarnya; tidak ekstravagan tanpa tujuan yang bermanfaat. Saya menafsirkannya sebagai cara berpakaian yang mencegah diri dari sifat keangkuhan sekaligus menolong saudari lain untuk terhindar dari sifat iri dengki yang mungkin belum dapat mereka kontrol. Bila Anda mencintai keindahan dan ingin mengekspresikannya melalui  tekstil atau dekorasi busana yang mewah,  mengapa tidak? Namun tidakkah sebaiknya dikenakan di rumah sendiri? Kalau dipakai bepergian, mungkin harus lihat-lihat tempat tujuan dan lingkungannya dulu, ya.

Saya pikir ada banyak sekali alasan logis dan praktis mengapa berhijab sangat bermanfaat dan mempermudah kehidupan. Tiga diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Menghindarkan diri dari fitnah.

Ya, kita tak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran setiap orang di sekitar kita. Beberapa model busana yang bukan  ditujukan untuk gaya berhijab memang menyanjung kecantikan wanita dengan menegaskan indahnya kulit dan lekuk tubuh alami pemakainya. Bagi perempuan, tubuh adalah haknya, mau diperlihatkan atau tidak. Namun seringkali hak yang dilindungi ini disalahartikan. Kerapkali wanita yang berbusana terbuka disalahtafsirkan karena cara berpakaian tersebut  lekat dengan seksualitas.

shutting up the voices pexels-photo-129862

 

Saya teringat contoh kejadian fitnah karena busana yang minim bahan.  Sekali waktu, saya bersedih menonton video yang diunggah di youtube, dimana seorang wanita begitu marah dan menghardik warga suatu kampung disebabkan beberapa diantaranya menyampahinya dengan ujaran yang kurang pantas. Melihat gaya berbusananya yang luar bisa dermawan memperlihatkan kemolekan tubuh seraya memamerkan belahan dada dan paha, beberapa warga mengasosiasikan penampilan itu dengan para pemeran film-film panas, atau para wanita penghibur. Jika wanita tersebut tersinggung karena merasa difitnah, saya memahami kemarahannya. Bisa jadi dia bukan wanita penghibur. Menurut saya, tentu saja dia berhak meluruskan fitnah, walau saat itu dilakukan dengan begitu dramatis sehingga ada pihak yang merasa kehebohan tersebut layak dipertontonkan di media sosial. Namun, tidakkah peristiwa itu memalukan?  Syukurlah, konflik tersebut berakhir damai. Warga yang melontarkan fitnah meminta maaf.

Saya hanya bisa mendoakan, semoga berbagai permasalahan miskomunikasi seperti itu tak terjadi lagi. Menurut saya, sebaiknya kita semua mempertimbangkan dampak cara kita berpakaian sebelum meninggalkan kediaman masing-masing.

 

2. Menghindarkan diri dari kejahatan seksual.

Anda pernah membaca atau menyaksikan berita mengenai kekerasan seksual dan juga demo hak mengenakan rok mini? Kasus perkosaan  umumnya disebabkan pelaku terdorong beraksi karena terangsang melihat bagian tubuh korban yang dipertontonkan. Namun, sebagian wanita menganggap berpakaian seksi adalah hak mereka dan bukan menjadi  pembenaran atas perbuatan jahat pelaku.

sad woman pexels-photo-271418

Menurut situs resminya, Komnas Perempuan telah mendata sebanyak 93.960 kasus kekerasan seksual pada kaum hawa yang terjadi sejak 1998 hingga 2010.  Artinya, dalam kurun 13 tahun, setiap hari ada 20 (19.80) korban. Dari angka tersebut, Komnas ini mengelompokkannya kepada jenis kekerasan yang lebih spesifik. Mereka menemukan bahwa perkosaanlah jenis  kasus terbanyak. Kasus pelecehan seksual secara fisik, verbal atau tindakan yang menjadikan korban sebagai objek seks berada di peringkat ketiga.

Terkait himbauan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, agar perempuan sebaiknya tidak mengenakan rok mini saat bepergian dengan kendaraan umum, sekelompok perempuan menyuarakan aspirasinya. Para perempuan yang menamai diri Kelompok Perempuan Menolak Perkosaan berdemo di kawasan Bundaran HI pada 18 September 2011 silam dengan mengenakan rok mini dan beberapa diantaranya juga memakai atasan tanpa lengan. Sebagaimana diberitakan di situs Tribunnews, mereka menganggap pemikiran bahwa perkosaan yang diakibatkan penampilan seksi itu tak bisa diterima.

Bagaimana menurut Anda?

Kalau saya boleh beropini, ada begitu banyak alternatif untuk mempermudah kehidupan kita. Sebagaimana di bidang kehidupan lainnya, pilihlah yang aman. Ya, kita memang memiliki hukum yang melindungi. Namun itu tidak berarti menghentikan kemungkinan kasus  kriminal  untuk menghampiri kita. Ingatlah, pria adalah makhluk visual. Ketika Anda berpakaian seksi di dalam rumah, tentu jauh dari bahaya . Namun, saat bepergian dimana setiap pria tak dikenal melihat Anda dalam pakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh apalagi terbuka, apakah Anda bisa memastikan terbebas dari kemungkinan pelecehan seksual? Ibarat mengunci rumah untuk menghindari perampok, kuncilah kesempatan ‘maling’ untuk menjahati kehormatan yang berharga. Ingatlah, selain disebabkan adanya kesempatan, maling cenderung memilih korban yang lebih ‘gampang dan mengundang’ untuk ditaklukkan.

fashion-woman-countryside-clothes.jpg

Dalam konteks ini, saya melihat begitu besarnya kemungkinan saudari kita yang berhijab untuk terhindar dari kejadian-kejadian serupa.  Begitu besar pula kemungkinan mereka untuk menjaga nama baik keluarganya hanya dengan cara menutupi tubuh melalui pakaian yang sesuai aturan agama.

 

3. Melindungi kesehatan dan kecantikan.

Gaya berbusana hijab menjaga kesehatan wanita yang mengenakannya. Bayangkan polusi udara dan pemanasan global. Betapa buruknya mereka berdampak pada rambut dan kulit. Kulit adalah jalan masuk berbagai kuman. Bila tak terlindungi, ia pun menjadi target kanker kulit melalui paparan matahari secara langsung.

Kanker kulit disebabkan paparan sinar ultraviolet (UV) alami maupun buatan (lampu UV dan tanning bed) yang  diperburuk dengan menipisnya lapisan ozon. Situs Faktakanker.com mengatakan betapa kanker ini bisa menyebar dan mempengaruhi organ tubuh lain dan berakhir fatal seperti kebutaan. Menurut data WHO, sebagaimana disebutkan dalam situs Alodokter, sekitar 132 ribu kasus kanker kulit bernama melanoma  muncul setiap tahun di seluruh dunia. Situs ini pun menyebutkan bahwa wanitalah yang lebih berisiko menderita penyakit mematikan ini.

pretty eyes pexels-photo-87293

Rambut, seperti yang diyakini banyak salon kecantikan, adalah mahkota. Anda mungkin berpendapat sama. Nah, bila mahkota kesayangan ini rontok atau rusak karena paparan sinar matahari, tak mau dong? Memakai produk anti sinar UV pada rambut ternyata tak seefektif mengenakan penutup kepala, ungkap situs Livestrong.com. Wah kalau begitu, kenapa tak berhijab saja? Praktis tak perlu berbagai pernak-pernik perawatan yang rumit.

Tak mau gerah  mengenakan pakaian tertutup?  Jangan khawatir. Dengan blus, tunik atau kaftan berpotongan  longgar ,  penguapan keringat akan lebih cepat. Gerah atau gatal karena keringat biasanya disebabkan busana yang ketat. Sebenarnya banyak dampak negatif busana ketat. Selain berpotensi penjamuran, memakai baju ketat juga bisa menyebabkan penyakit asam lambung, lho. Tak percaya? Google saja.

Saya percaya, saudariku semua sudah mengetahui betapa maju dan berkembangnya dunia mode hijab. Ini tidak saja di Indonesia namun juga di luar negeri. Di Indonesia, sejak tahun 2011 kita mulai mengenal disainer dan merk busana muslim yang koleksi rancangannya begitu modern dan bergaya, seperti Dian  Pelangi dan Anniesa Hasibuan. Di negara tetangga, kita mengenal Ahley Isham, Tom Abang Saufi hingga Jovian Rayke Mandagie yang merancang busana yang cocok untuk para muslimah. Sementara di  kancah global, sejak 2016, Dolce & Gabbana telah meluncukan lini khusus dengan menyajikan koleksi abaya yang Islami. Alhamdulillah. Pilihan dan inspirasi gaya berhijab semakin beraneka ragam.

Dengan ketiga alasan yang sangat logis tadi, menurut saya, sebaiknya muslimah menjadikan  hijab sebagai gaya berbusana. Kalau gaya ini jelas-jelas mendatangkan banyak manfaat, mengapa memilih gaya lain berisiko mendatangkan mudharat? Berhijab, yuk.

 

Untuk saran dan pertanyaan; email ke muhammadreza_ss@yahoo.com , whatsapp 087877177869 .

BLAZER DAN KEPEDULIAN

Sebagai bagian budaya, mode merefleksikan etika yang diterapkan dalam kehidupan.

Teks: Muhammad Reza

Sebagai pecinta fashion, saya mengagumi setiap aspek dalam  bidang yang kerap diasosiasikan dengan estetika ini. Beranjak dewasa, melalui para penulis dan pekerja mode yang membagikan ilmu dan pengalamannya, semakin terpesonalah saya. Sesekali diri yang awam ini heran dengan begitu kompleksnya  bidang yang sudah ratusan tahun menjadi bagian peradaban. Mode, ternyata tak hanya sekedar perkara berbelanja atau padu padan pakaian demi menghias diri. Ia  juga refleksi sekaligus pengaruh pada kehidupan secara finansial dan sosial. Bila Anda pernah menyempatkan diri membaca novel  yang terinspirasi pengalaman pribadi penulisnya (atau menonton filmnya yang dibintangi Meryl Streep dan Anne Hathaway), sebuah adegan dimana sang pemimpin majalah fashion menyantap Wall Street Journal setiap hari bersama surat kabar dan beberapa majalah lain mungkin bisa memberi sebersit ilustrasi bahwa bidang terkait kebutuhan sandang ini memegang peran penting dalam setiap aspek kehidupan.

The Devil Wears Prada The Movie
Image Source : the-toast.net

Itulah sebabnya, ketika suatu waktu saya mendengar komentar dari seseorang yang mengecilkan manfaat mode bagi dirinya, saya berempati. Mungkin memang mode perkara remeh, baginya. Entah karena kondisi wawasannya dengan elemen budaya tersebut, atau ia belum berkesempatan berkenalan dengan kalangan yang termasuk dalam bidang usaha penyumbang terbesar kedua dunia industri kreatif nasional  setelah industri kuliner dan menempati posisi teratas  dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 32,3% pada 2016.  Namun memang, sebagaimana pernah diungkapkan ilusionis Deddy Corbuzier kepada saya, manusia cenderung menarik kesimpulan termudah bagi hal-hal yang kurang dipahaminya. Dalam konteks dimana seseorang tadi, yang menurut saya, memberi pandangan yang kurang sedap didengar terhadap dunia mode, saya memaklumi  kemungkinan alasan ujaran yang terdengar jujur tersebut.

Pengalaman terkait perbedaan pandangan mengenai mode pun terjadi saat mendengar komentar lainnya. Dalam suatu kesempatan, ketika saya pernah bekerja di suatu tempat sebagai penulis dokumen-dokumen perusahaan, ada rumor mengenai kebijakan untuk memakai blazer saat menemui narasumber kami. Seorang kolega mempertanyakan. Haruskah memakai jas yang berkesan formal ini?

Saat itu saya juga memikirkannya. Seingat saya, sebagai pekerja kreatif berupa penulis di tabloid dan majalah mode di masa lampau, tak pernah ada anjuran demikian. Saya boleh memakai kaos oblong dan celana jeans saat melakukan wawancara. Namun itu terjadi karena saya menulis untuk tabloid atau majalah hiburan. Sementara saat ini, saya menulis untuk laporan korporat yang bersifat resmi. Kami menemui organ manajemen, petinggi-petinggi perusahaan yang tentulah sangat penting karena mereka memberi keputusan dan arahan yang menentukan keberlangsungan kehidupan perekonomian orang banyak, seperti para karyawannya. Haruskah saya memakai blazer saat menemui mereka?  Saya kan hanya mau wawancara untuk tulisan.

Memori yang kurang nyambung tiba-tiba muncul saat saya merenungkan ikhwal blazer yang tampak sepele dan remeh ini. Visualisasi para artis dalam balutan busana avant garde di karpet merah acara tahunan Met Gala 2016 di Museum of  Modern Art New York menyeruak tanpa diundang. Kok jadi teringat ke acara itu? Entahlah. Saya hanya ingat,  acara itu bertema Art of the In-Between dan merupakan penghargaan kepada disainer surealis Rei Kawakubo atas koleksi busana rancangannya yang sangat berseni sehingga layak dimuseumkan. Dan sebagaimana budaya di sana, mengenakan pakaian sang disainer atau setidaknya yang sesuai dengan tema menghasilkan parade manusia-manusia ‘berpakaian ajaib’. Ketika  ada undangan yang berbusana ‘biasa-biasa saja’ tentu tidak menjadi masalah besar, namun di saat mereka diharapkan seharusnya mampu menghargai dan menghormati acara dan pengundang, kenapa tidak melakukannya? Ini mengenai dress code. Nyaris menyerupai situasi di saat kita diundang ke kondangan, namun lebih memilih memakai kaus kasual yang cute dibanding batik, kebaya atau gaun pesta. Tidak masalah bila kita tak peduli untuk menghormati pengundang, kan? Juga tak menjadi beban bila kita tak peduli untuk terlihat atau merasa seperti tamu yang tak diundang, tidak pada tempatnya.

met-gala-2017-best-dressed
Celebrities in Met Gala 2017. Image Source: Vanityfair.com

Nah, perihal kepedulian menyesuaikan penampilan dengan acara ini mirip dengan isu sebelumnya, si blazer yang menimbulkan ketidaknyamanan tadi. Memakai blazer untuk menemui sang petinggi perusahaan, menurut saya, hanyalah masalah etika. Dengan berpakaian sama rapi dan resminya dengan mereka, kita menghargai. Bukan berarti tanpa blazer kita kurang menghormati. Hanya saja, ketidakpedulian akan hal kecil biasanya meninggalkan kesan kurang menyenangkan.

Saya kemudian membayangkan, tentulah tak nyaman bagi mereka yang tak terbiasa memakai blazer kemudian ‘dipaksa’ memakainya. Bukankan busana kita mencerminkan kepribadian? Kalau jas yang resmi itu kontradiktif dengan gaya berpakaian personal yang bebas dan santai, kenapa harus dipakai? Ya mungkin memang seharusnya tak dipakai. Namun kita bekerja pada pihak yang mensyaratkan  perilaku (termasuk cara berbusana) sesuai nilai-nilai mereka. Oleh karena itu, berbusanalah sebagaimana yang diharapkan.

devil-wears-prada-anne-hathaway-chanel-blazer
Image Source: Glamour.com

Mode memang dunia penuh keindahan yang kerap terlihat dibuat-buat dan kurang bermanfaat. Namun beberapa hal utama kehidupan-salah satunya etika-merupakan esensinya. Kali ini saya menulis mode sebagai bagian etika. Mungkin kapan-kapan saya menulisnya dari sudut pandang lain; ekonomi, misalnya. Namun entah kenapa, saya suka menulis hal yang kurang penting saja, yang umumnya terilhami oleh pengalaman dan kebingungan yang disebabkan pemahaman yang kurang signifikan untuk dibahas; mode sebagai bagian etika.

MAHALKAH LIBURAN DI PULAU PRIBADI?

Published on http://www.lanangindonesia.com , May 10th 2017.

http://lanangindonesia.com/read/mahalkah-liburan-di-pulau-pribadi

Bayangkan tenangnya pulau pribadi untuk berlibur. Tidak ada bisingnya dering telpon atau klakson kendaraan. Hanya terdengar debur ombak atau nyanyian burung di pepohonan. Kita dan pasangan pun bisa menikmati kebersamaan hanya berdua saja. Kita bisa memasak ikan segar tangkapan nelayan pagi ini. Tidak ada pemandangan keramaian orang sibuk yang lalu-lalang.

Pulau Macan
Pulau Macan di Kepulauan Seribu. Source: http://www.lanangindonesia.com

Liburan di pulau pribadi adalah satu dari lima tren pariwisata global yang akan booming di tahun 2017 menurut Forbes.   Bagaimanapun juga, liburan di pulau pribadi sudah lama jadi rahasia umum dan dipopulerkan selebriti. Steven Spielberg membeli pulau di Madeira Portugal. John Lennon tercatat pernah memiliki pulau di Irlandia. Sementara David Copperfield memiliki sekaligus menyewakan 11 pulau pribadinya di Bahama kepada Oprah Winfrey, Johny Depp dan Bill Gates. Lalu bagaimana dengan kita yang tak kaya seperti mereka?

Masyarakat juga menyukai liburan ke pulau pribadi. Hanya saja, tak semua mampu membeli pulau. Menyewa adalah solusinya. Apakah itu menyewa bersama segelintir tamu lain atau menyewa pulau untuk diri sendiri, yang jelas pulau yang dikunjungi itu tidak bisa dimasuki sembarang orang. Meskipun wacana kepemilikan pulau pribadi di Indonesia hingga saat ini masih ambigu secara hukum, namun pulau pribadi terkesan menjadi sepenuhnya ekslusif.

Menariknya, kita ada di Indonesia, negara kepulauan yang memiliki potensi luar biasa besar soal pariwisata laut. Sayangnya, berlibur di pulau pribadi masih kurang familiar di sini. Lihatlah kepulauan di barat Indonesia seperti di pulau Nikoi di Bintan. Lihat juga, kepulauan Karimun Jawa di bagian tengah Indonesia yang menghadirkan Pulau Krakal,  hingga eksotisme timur Indonesia melalui pulau Matan di kepulauan Papua Barat.

Karimun Java Beach
Pantai di Karimun Jawa. Source: http://www.lanangindonesia.com

Lalu bagaimana untuk bisa menyewa pulau pribadi? Sedikit saran, untuk menyewa sebuah pulau pribadi di sini terbilang mahal untuk kantong first jobber seperti kita. Maka pilihan terbaik adalah patungan dengan teman.   Dengan rate sewa pulau mulai Rp 30 jutaan per malam tentunya akan sangat menguras tabungan jika dilakukan sendirian bukan?

Alternatif lain yang tak kalah murah adalah berbagi pulau pribadi. Pulau pribadi dengan konsep resort ramah lingkungan seperti di pulau Macan bisa mengakomodasi bungalow-bungalow tepi pantai dengan jarak berjauhan untuk menjaga privasi. Dengan cara ini, biaya menginap bisa hanya sekitar Rp 6 jutaan per malam.

Nikoi island in Bintan.
Pulau Nikoi di Bintan. Source: http://www.lanangindonesia.com

Ternyata tak semahal yang dibayangkan bukan? Intinya kita harus merasa bersyukur lahir di Indonesia. Negeri yang memiliki banyak potensi wisata dengan kgugkvkh.fbhblhlkijbhugboeramahan di atas rata-rata. Tidak percaya? Silakan tanya rekan ekspatriat kalian kenapa mereka memilih Indonesia.

Untuk saran dan pertanyaan, email ke muhammadreza_ss@yahoo.com , whatsapp : +6287877177869.

PACKING LIGHT

To pack light, you need a carry all bag filled with flexible pairs of essentials and ziplocks. By Muhammad Reza

travel marthina deleuw
Marine Deleeuw for KoalaWorld editorial. Source: Pinterest.com

Holiday season is coming.  It’s time to take a break from boring daily routine and go travel to the  sunny beach resort. Once we’re out of the door, the fun begins. However, packing for the trip is not always fun for some of us. Common problem is bringing too much clothes that wouldn’t even be worn. Have no worries, I share some tips to pack light.

Carry All Bag

Common inconvenience at the airport is waiting for your baggage or dealing with the lost  luggage. There’s one solution for this; a carry all bag. You’re not moving in to a resort or the city you visit, right? Why bother with enormous and heavy trolley bag filled with pile of clothes you might not even wear? Just get a carry all bag to travel with you. If you need more clothes at your holiday destination, just go shopping there.

travel kendal jenner
Source: Dailymail.co.uk

Flexible Pairs of Mix and Match

Traveling light with a carry all, you can pack several pairs of mix and match that you’ll definitely wear.

  1. Pack a pair of bright jeans, dark trousers, and capri or short pants. You can wear them day and night. Cuff them for casual attire.
  2. For the chic resort look at the beach, tops ranging from a white blouse, a few t-shirts, a resort-y dress or two and a cardigan are essentials for mix and match. With the bottoms they make several and interchangeable day and evening looks.

  3. You also need an exquisite black cardigan or dark hued blazer to warm you when it’s windy at night. Just wear them to the airport to save some space of your bag.
  4. For the south of your torso, bring pairs of flats or sandals.
  5. At last, pack two or three colorful accessories to accentuate your holiday looks.

 

Ziplocks

The bottles of shampoo, body lotion, day creme, night crème, moisturizer, hair serum, and other cosmetics could take so much space of your carry all. Because you’ll only use them for, say, three days, here is the trick: ziplocks. You can fill each ziplock with each hair and body care you need. It might only take a little space of your bag.

 

Traveling is relaxing. Before leaving for the airport, make sure you are well prepared. Have a fun trip.  Bon voyage!

Email: muhammadreza_ss@yahoo.com

Whatsapp/Text : +6287877177869

TUNICS FOR ALL OCCASIONS

They’re glamour, resort-y, casual, sophisticated, and sexy. Tunics should be one of your wardrobe essentials.

Text: Muhammad Reza

 

It’s fasting month for moslems now. And tunics are so identical with the season. It would be easy to imagine some fashion spread showcasing girls in veil wearing tunic. But should tunic be only worn at this certain occasion? Just Ramadhan and Hari Raya? Why not wear tunics daily, more often?

tunik bcbg-resort23
BCBG Max Azria

Historically, it’s not the arabians who wore tunics first (as I presumed), but the romans. Tunic derived from the latin word tunica. It’s a type of sleeved or sleeveless clothing whose hem line  reaches one’s hip or ankles. As fashion evolves, tunics were  worn and modified in many countries. In the medieval time, the embroidered tunic stated the social status. The riches embroidered it with lavish stones or threads. It lost its popularity as fashion trend changed and kept on coming back as another fad periodically.

 

Tunics look, however, sophisticated, relaxed and very feminine. They also reflect virtue, likely because most of clergymen and yogis are seen in them. But if we look the other way, tunics could be glamorous and seductive as well. There are so many other looks in them. It’s how we style them.

 

Glam Tunics

Let’s fall in love with tunics. Start with the glam ones. You have more chances to fit in any dresscode with different kind of them (except business attire, for sure). When you’re invited to a formal party and expected to look glamour, you can respect the dresscode in flashy sequined tunics. I am sure that dark silk or satin pieces, embroidered with sparkling crystals or finely made emroidery would enhance the celebrated moment as well. For the less formal parties, you can rock  the thighs-length tunic that’s ensembled with printed leggings and heels.

tunik glamor 1 joansmall
Balmain H&M
tuni jlo
Source : marokko.nl
tunik kasual glamor chanel
Chanel

 

Resort Tunics

The key is relaxation, volume, color, brightness and prints. When it comes to vacation, you need volume on your tunic to let your skin breathe in the joy of  sun.

tunik bcbg-max-azria-look-book-resort-201512

tunik Roberto-Cavalli-floral-print-silk-tunic-4

Opt for some loose tunics in light fabric such as cotton or linen. You can have fun with bright colors and prints (from floral to geometric). Pair these flamboyant tops with shorts, capri pants, sandals or wedges. Cinch it with a belt and you’re chic in five second.

 

Casual Tunics

tunik Tory_Burch_Resort_2013_Look_04
Tory Burch

For hanging out with your girls or going to campus, vary your look with these comfy outfits. You can wear a hips-length or the thighs-length tunic. The crisp  cotton or jersey short-sleeved (or sleeveless if it’s appropriate at the occasion), two-toned (or more) tunic would look casual with pipe pants or skinny jeans. Play monochrome if you like slimmer or taller illusion. To accessorize, I’ll suggest (again!) an enormous belt or obi  that accentuates.

tunik Rihanna-Dines-At-Nobu-In-NYC-2
Celine

 

tunik tory burch resort 2014 6
Tory Burch

Sophisticated Tunics

Wear tunics to get the sophisticated look. The secret is in the simplicity. Wear a very simple tunic that is strong in color (avoid the colors that wash your skin tone away), without too much ornament or embroidery. Such tunic looks elegant. You could pair it with pipe pants and heels.

tunik alberta ferretti
Alberta Ferretti

 

tunic gucci-spring-2013-blue-tunic-top-profile
Gucci

Sexy Tunics

Could tunics look seductive? Certainly. Tunics may cover your skin and curves, but with chiffon-silk tunics,  a tempting mistery is created in your tunic’s swished fragile fabric. Other fabric (like silk, lame or taffeta) would create the understated sensuality when the fabric covers your body closely. You don’t have to show off all your skin to look sexy. This tunic defines sensuality in subtlety.

tunik Valentino-white-long-tunic-catwalk
Valentino
tunik naeem khan
Naeem Khan

There are so many different kind of tunics and they go along with all  occasions.  You don’t have to wear them only at Ramadhan or Hari Raya. They should be your wardrobe essentials because tunics are for all occasions.

 

TUNIK GLAMOR, KASUAL, DAN RESORT

 BERBAGAI GAYA TUNIK

Dengan variasi model dan styling , tunik bisa tampil dalam gaya glamor, kasual, dan resort. Teruslah mengenakannya, tak hanya di momen lebaran.

Teks: Muhammad Reza

tunik long chanel
Chanel Cruise 2015 Dubai, source: sparklestyle.co.uk

Sekilas Tren Mode Tunik

Menjelang hari raya lebaran, beberapa jenis pakaian naik daun. Tunik salah satunya. Sebagaimana tren mode yang selalu berputar, ia kembali menjadi pilihan untuk membalut tubuh pria dan wanita di acara perayaan. Berbagai majalah dan katalog mode beramai-ramai menyajikan tips padu-padan busana muslim yang diperankan atasan ini .

Bila berbicara tentang tunik, nuansa etnik timur tengah mungkin muncul di benak kita. Namun, tunik bukan berasal dari jazirah arab. Tunik ini pertama kali diperkenalkan bangsa romawi sebagai pakaian sehari-hari. Tunik berasal dari bahasa latin, yakni tunica. Ia berupa pakaian berlengan atau tanpa lengan dengan kerah bervariasi dari leher berbentuk V, bundar hingga persegi yang umumnya diberi ornamen bordir atau hiasan di garis leher. Panjangnya sendiri bervariasi dari sebatas pinggang hingga batas mata kaki. Mengikuti perkembangan zaman, tunik mengalami modifikasi. Di abad pertengahan, tunik dengan hiasan bordir menjadi favorit sekaligus mewakili status sosial. Pada pertengahan abad 21, tunik sudah mengalami ragam pilihan model, corak dan bahan. Selanjutnya tunik mengalami siklus tren sesuai permintaan pasar.

Kesan yang umum ditampilkan tunik adalah kesederhanaan, terkadang religius. Namun, tunik pun bisa tampil glamor, kasual hingga bohemian. Coba bayangkan tunik bernuansa islami yang pernah berkali-kali dikenakan Siti Nurhaliza dengan yang bergaya bohemian seperti rancangan Kate Moss untuk Topshop.  Masih ingat jugakah dengan tunik glamor penuh kilau ornamen yang tertangkap kamera paparazi di tubuh Kendal Jenner? Anda mungkin mengira ketiga busana itu berbeda, namun sesungguhnya mereka termasuk tunik. Hanya saja, bahan, model, aplikasi dan penataan gaya tunik-tunik ini berbeda. Itulah yang akan kita bahas dalam lembar mode kali ini, bagaimana memilah tunik untuk  kebutuhan tampil glamor, santai,  dan resort.

 

Tunik  Itu Mudah Dipadu-padan, Nyaman dan Terlihat Feminin  Saat Dipakai

Mengapa? Rahasianya ada di model yang bersahaja. Dengan banyaknya pilihan warna dan ornamen serta panjang lengan dan hem line, tak sulit menyandingkannya dengan variasi bawahan. Kenakanlah tunik bermodel sederhana namun kuat dalam warna seperti biru tua, merah darah, ungu atau warna netral seperti hitam dan putih. Hindari ornamen seperti bordir atau payet yang menyolok. Coba pilih tunik klasik, berlengan panjang dengan hem sebetis atau mata kaki. Bila ingin tampil feminin atau girly tanpa memakai dress atau rok, tunik yang panjang ini bisa jadi alternatif. Untuk kegiatan sehari-hari yang membutuhkan kemudahan bergerak, Anda bisa tetap bergaya dengan memadankan tunik sejenis dengan celana panjang berbentuk pipa dan sepatu stiletto atau sepatu flat.

tunik basic emilio-pucci-whiteblue-embroidered-voile-tunic-product-3-7980916-722337148
Emilio Pucci, source : lystit.com

 

Tunik Glamor

Mari mulai menyesuaikan tunik dengan gaya dan tujuan pemakaiannya. Untuk kesan glamor yang sesuai dengan dresscode acara pesta, Anda bisa mengenakan tunik berbahan satin, sutra atau lame baik dengan ornamen bordir benang emas atau payet kristal maupun tanpa ornamen. Sesuaikan panjang lengan dan hem line tunik anda dengan acara. Bila ingin mengenakan tunik ini ke pesta atau acara keluarga, tunik selutut dengan bawahan celana pipa tentu berterima. Sementara untuk acara yang kurang formal dengan teman-teman, tunik pendek dengan legging (atau tanpa legging) jadi opsi yang gaya sekaligus aman . Tunik glamour ini bisa dipadankan dengan stiletto atau boots.

tunik glamor chanel
Chanel Cruise 2015 Dubai, source : sparklestyle.com

 

Tunik Kasual

Untuk dikenakan saat beraktivitas sehari-hari seperti bekerja atau bepergian, tunik kasual cocok karena praktis. Tunik berbahan katun atau berlengan pendek  akan terasa dan terlihat santai dengan jeggings atau leggings bermotif atau tekstur unik. Agar memudahkan saat bergerak, pilih tunik dengan hemline yang jatuh di pinggang (atau sepaha bila tunik yang anda pilih sedikit longgar). Anda bisa memilih tunik kasual bergaya hippie atau bohemian yang longgar saat beraktivitas di siang hari, atau tunik berbahan rajut yang terlihat rapi dan cocok untuk dipakai di malam hari. Sebagai aksen penampilan kasual ini, lilitkan ikat pinggang besar atau obi.

tunik Rihanna-Dines-At-Nobu-In-NYC-2
Rihanna in Celine’s long tunic, source : fashionbombdaily.com
Balmain for H&M
Balmain for H&M

 

Tunik Resort

Inti gaya resort adalah relaksasi, yang bisa ditunjukkan melalui tunik longgar dengan warna dan motif cetak yang meriah. Saat berlibur, anda membutuhkan tunik longgar yang membuat kulit anda bernafas lega di bawah sinar mentari. Pilih bahan yang ‘mendinginkan’ seperti linen dan katun. Nikmati warna-warna penuh keceriaan seperti kuning, merah jambu menyala, turqoise atau hijau limau dengan atau tanpa motif cetak floral dan geometris yang identik dengan musim panas. Untuk bawahan, pilih celana panjang atau celana capri berwarna terang dengan sandal gladiator atau wedges.

 

tunic resort pucci-turban-retro-style
source : theglampad.com

Nah, bagaimana? Tunik tak hanya pantas dikenakan di saat lebaran. Pilihan dan padu padan tunik yang berbeda bisa memberi variasi dalam kegiatan berbusana sehari-hari. Selain praktis, nyaman, dan sangat  berterima untuk dikenakan di berbagai aktivitas, tunik menjadi pilihan  untuk penampilan yang feminin, santun dan elegan.

 

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email : muhammadreza_ss@yahoo.com atau whatsapp +6287877177869

FASHION ICON

 Tulisan ini dibagi dalam tiga bagian; mengetahui makna fashion icon, mengenali beberapa contoh mereka, dan memetik manfaat dari pengetahuan tersebut. Ohya, tulisan ini juga dibuat tahun 2008 (dengan penyesuaian pagi ini). Sehingga referensi fashion icon yang digunakan hanya hingga 2008. Untuk foto, mungkin sedikit membingungkan karena foto fashion icon yang ditampilkan tidak sedang mengenakan gaya yang selalu diidentikkan dengan dirinya. Sesekali lihat mereka berbeda boleh, kan?

Oleh Muhammad Reza

 Kamu siapa, Fashion Icon?

Saya pernah menemukan kejanggalan dalam suatu tayangan  ulasan gaya hidup di sebuah stasiun televisi lokal. Narator mengatributkan seorang wanita sosialita lokal yang modis dengan fashion icon.

Menganggap seseorang yang modis dan menarik sebagai fashion icon sah-sah saja. Bila seorang  penyanyi selalu berbusana sesuai tren mode terkini, maka banyak yang menamainya fashion icon. Bila ada seorang aktris yang gaya rambutnya kerap terlihat mengikuti tren terkini, ia juga digelari yang sama. Apakah fashion icon sama dengan modis atau fashionable?

icon vogue 1920 wartime wardrobe
source : vogue.com

Fashion icon adalah acuan atau patokan sebuah pencitraan melalui dandanan .  Jadi, ia tak hanya pencitraan yang diperoleh melalui padu padan pakaian, namun juga sebuah kepribadian yang kuat. Bahkan, fashion icon itu berskala global. Jadi, bila masyarakat di ujung kota New York atau Paris mengenal dan menjadikan gaya berpakaian Anda yang khas sebagai acuan atau inspirasi berbusana, maka bisa saja  sebutan fashion icon mampir pada diri Anda.

Kamu Seperti Apa, Fashion Icon?

Ada beberapa nama besar yang hingga saat ini menjadi fashion icon; para wanita yang mempengaruhi pikiran jutaan wanita lainnya saat berbelanja baju atau saat merias wajah. Beberapa diantaranya; Marylin Monroe, Grace Kelly, Ali McGrow, Cher, Farrah Fawcett, Jean Harlow, Marlene Dietrich, Katherine Hepburn, Louise Brooks, Babe Paley, Madonna, Audrey Hepburn, Duchess of Windsor (Wallis Simpson), Isabella Blow, Jackie O dan Kate Moss.

Setiap persona yang digelari fashion icon mewakili sebuah kepribadian yang terwujud dalam gaya berbusana. Contohnya, seksi akan menghubungkan pikiran kita dengan  Marylin Monroe yang berambut pirang dan bergaun dengan garis leher sangat rendah. Selain itu, keanggunan akan mengingatkan kita pada Audrey Hepburn dengan tatanan rambut cepol (bun hairdo) yang sederhana dalam balutan little black dress atau Capri pants. Tambah lagi, jiwa muda yang personal melalui Kate Moss dengan padu-padan busananya yang bebas tanpa terikat rekomendasi tren mode.

Meski ada beberapa nama besar yang menjadi fashion icon hingga kini, namun hanya ada enam tokoh yang cukup mewakili. Ini karena cara berpakaian mereka yang terkenang dan paling mudah ditiru dalam kehidupan sehari-hari masa kini.

Marylin Monroe

icon monroe lundici
source : http://www.lundici.it

Marylin Monroe selalu identik dengan citra seksi. Gaun yang membalut tubuh sintal dengan penegasan di bagian dada, bedak tebal dan bibir tersapu lipstik merah, serta rambut pirang merupakan ciri khas sang ikon.

Lama sesudah kematiannya, look ini masih tetap diadopsi oleh banyak wanita dan disainer. Madonna, Sharon Stone, Christina Aguilera, Gwen Stefani hingga Scarlett Johansson sempat beramai-ramai menjadi kloningnya. Disainer seperti Marciano untuk Guess dan couturier Zuhair Murad pun tak ketinggalan beberapa kali merias wajah dan rambut para modelnya menyerupai perempuan bernama asli Norma Jeane Baker Mortensen itu.

Gaun halter neck dan longdress yang memamerkan daya tarik seks adalah pakaian wajib di lemari bila penampilan ingin dianggap ‘menawarkan sensualitas’ seperti Marylin. Entah untuk memuaskan ego terhadap pembuktian diri atau sekedar untuk memperoleh rasa kagum.

Audrey Hepburn

icon audrey
source : http://www.glamour.com

Saksikan film Breakfast at Tiffany’s dan anda akan memahami citra yang ditampilkan Audrey Hepburn. Film ini memaparkan secara keseluruhan gaya berbusana pribadi anggun berkelas. Melalui film ini, Audrey adalah manifestasi penampilan wanita cantik, cerdas, anggun, dan mahal, terlepas dari simpang siur kejelasan profesi tokoh yang diperankannya dalam film tersebut.

Diluar penampilan dalam sinema pun, Audrey Hepburn berbusana nyaris serupa dan menunjukkan bahwa seorang wanita tetap menarik tanpa harus mengumbar tubuh seperti aktris besar pada masa jayanya. Kunci dalam gaya berbusana ala Audrey Hepburn terletak dalam kesederhanaan model busana seperti little black dress ala Chanel dan busana-busana rancangan Givenchy (di masanya).

Audrey juga membuat tata rambut bergaya pony tail dan cepol (semacam sanggul kecil) digemari dan melejitkan gaya kasual yang ringkas dan segar melalui celana Capri dan sepatu bersol datar.

Marlene Dietrich

icon dietrich vogue fr
en.vogue.fr

Sebenarnya gaya berbusana Marlene Dietrich agak mirip dengan Katherine Hepburn bila dikaitkan dengan gaya tomboy dan androgini. Keduanya terkenal mengenakan pant suit atau setelan jas dengan celana panjang. Marlene Dietrich mempopulerkan pemakaian vest, blazer dan palazzo, celana panjang yang cukup gombrang hampir menyerupai rok. Ia pun mempopulerkan pemakaian topi fedora untuk wanita yang sebelumnya hanya dikenakan pria. Salah satu gaya Marlene yang semakin menguatkan citra tomboynya adalah dirinya yang kerap terpotret dengan cerutu. Tak heran, Madonna, Britney Spears, Elle MacPherson, Catherine Deneuve, Gwen Stefani, dan ratusan selebriti modis lainnya pernah bergaya ala Marlene Dietrich. Ohya, jangan lupakan alis Dietrich yang begitu ikonik sehingga menjadi referensi tata rias wajah hingga kini.

Jackie O

icon jackie
source : http://www.pinterest.com

Jaqueline Kennedy Onassis atau terkenal dengan sebutan Jackie O adalah personifikasi wanita amerika ideal. Ataukah ia yang menginspirasi mereka? Terkait dengan statusnya sebagai ibu Negara di masa membaiknya kesetaraan gender dalam dunia pekerjaan di dunia, penampilan Jackie O menjadi acuan untuk tampilan ke tempat kerja hingga pesta resmi.

Pakaian wajib yang menjadi ciri khasnya adalah boxy jacket dan tweed jacket yang dipadankan dengan rok selutut. Namun aksesorinya yang menjadikan Jackie begitu ikonik dalam referensi mode. Apalagi kalau bukan kacamata super besar yang dikenal dengan kacamata belalang atau kacamata Jackie O. Madonna, Chloe Sevigny,  hingga Nicole Richie dan Paris Hilton berkali-kali dijepret juru foto meneruskan pesona asesori sang ikon meskipun pencetus gaya tersebut telah tiada.

Duchess of Windsor

icon wallis
http://www.kpbs.org

Wallis Simpson atau Duchess of Windsor adalah seorang wanita Amerika yang gaya berbusananya sama kondangnya dengan statusnya sebagai istri Edward VIII dari kerajaan Inggris. Ia suka berbusana untuk tampil beda. Ia juga menggemari perhiasan yang berani dan tidak biasa.

Saat Coco Chanel mempelopori costume jewellery atau perhiasan imitasi, Duchess of Windsor memakainya sehingga jenis perhiasan itu semakin populer. Duchess of Windsor juga terkenal mengenakan sepasang anting mutiara yang bertentangan warnanya (salah satu berwarna putih dan lainnya hitam).

Mungkinkah status sosial memberinya hak melangkahi aturan-aturan konvensional mode? Bagaimanapun juga, ia mengilhami khalayak mode untuk berdandan sebebas dan sekreatif yang kita inginkan.

Kate Moss

icon kate moss
source : http://www.vogue.com

Kate Moss adalah fashion icon termuda dan paling berpengaruh saat ini. Bila fashion icon lain kerap diidentifikasi pada satu pencitraan, Kate Moss lebih majemuk menjadi siapapun yang ia inginkan. Ini tentu tak lepas dari profesinya sebagai model yang terbiasa memberi nafas kepada setiap busana yang ia kenakan.

Kate Moss dikenal mengangkat derajat pasar busana bekas yang awalnya berkesan ‘hippie’ menjadi naik kelas, hip dan trendi di dunia mode. Penampilannya membuat vintage menjadi berterima di dalam derasnya arus tendensi mode.

John Galliano pernah berkomentar bahwa Kate Moss bisa mengenakan busana apa saja, buatan tahun kapan saja, dan busana itu menjadi terlihat modern. Ini karena personality Kate lebih kuat dibanding semua atribut yang dikenakannya. Sehingga saat ia berbusana, kita hanya melihat pesona seorang Kate Moss. Gayanya yang terkenal adalah gaya rockn roll chic dan heroin chic meliputi skinny jeans, atasan-atasan yang unik, kacamata hitam dan sepatu boots.

Secara umum, Kate Moss mempopulerkan padu-padan busana buatan disainer dengan baju bekas tak bermerk dari pasar baju loak.

Apa Faedahnya?

Keenam wanita tersebut merupakan fashion icon terbesar, menurut penulis, setidaknya hingga 2008. Mereka berkontribusi dalam menentukan gaya berbusana para wanita hingga saat ini.  Tentunya masih ada nama-nama lain yang pantas dinobatkan sebagai fashion icon. Namun, keenam wanita ini memiliki pengaruh terbesar. Tak saja menginspirasi para disainer, namun juga menjadi acuan setiap wanita di kala menentukan busana apa yang akan dikenakannya.

Akhirnya, perkenalan dengan fashion icon, tokoh-tokoh luar biasa ini, bisa kita ambil manfaatnya sesuai kebutuhan masing-masing. Tak usah rumit-rumit dalam memetik dan menerapkan faedah tulisan ini. Saya akan berikan tiga contoh sederhana.

Contoh pertama manfaat mengetahui perkara keenam fashion icon ini adalah seperti berikut. Kalau suatu saat Anda ditawari salah satu gaya dari keenam wanita ternama tersebut  oleh personal shopper, sales assistant atau  hairdresser, para profesional ini dan Anda sudah memiliki pemahaman yang sama. Hal serupa berlaku bila Anda ditawari gaya fashion icon yang tak disebutkan disini. Yah, ini hanya sekedar pengetahuan saja sehingga risiko salah gaya apalagi komplain, penyesalan, dan buang-buang waktu pun terhindari.

Selain itu, meskipun kita sangat tidak dianjurkan menilai buku dari sampulnya, gaya berbusana memberi kita sedikit kata pengantar mengenai kepribadian kenalan baru yang memiliki gaya menyerupai salah seorang dari keenam fashion icon tadi. Sebagian dari kita cenderung meniru, termasuk meniru gaya berpakaian, para panutan atau tokoh yang dikagumi. Ini membantu kita dalam memahami dan menyesuaikan cara kita berkomunikasi dengan mereka (mungkin Anda mengerti maksud saya, dengan tetap menjunjung tinggi kesopanan dan sikap saling menghormati).

Contoh sepele lainnya, saat anda menemukan pengungkapan mengenai fashion icon atau pembicaraan yang mereferensikan gaya keenam wanita yang telah disebutkan tadi baik di percakapan sehari-hari atau melalui tayangan atau bacaan, Anda sudah menghemat waktu dan kuota internet Anda. Tak perlu google lagi. Apalagi sampai mengalami miskomunikasi karena salah interpretasi.

Ups, saya lupa menambahkan ulasan mengenai kepribadian para fashion icon disamping memaparkan gaya khas (signature look) mereka. Sesaat ingin saya edit dan tambahkan lagi sebelum dipublikasi. Namun, menurut saya sudahlah cukup sampai disitu saja. Bukankan kebanyakan dari kita cenderung sudah merasa cukup memahami dan/atau menilai sesuatu dari apa yang kita lihat saja? Apalagi bahasan kita disini, kan, cuma fashion. 

Mungkin tulisan mengenai fashion icon ini akan dilanjutkan lain waktu dengan sudut pandang yang berbeda. Terimakasih sudah repot-repot membacanya. Mohon maaf bila ada kekurangan. Semoga bermanfaat. 🙂

TEN JARGONS IN MODELING (2011)

Backstage

Bingung dengan jargon dunia modeling di majalah atau kanal khusus mode? Ketahui sepuluh istilah yang sering digunakan dalam bisnis modeling berikut ini.
Teks & Foto: Muhammad Reza

1. Talent Scout
Talent Scout
adalah seseorang yang mampu menemukan potensi pria dan wanita yang dilihatnya (dengan sengaja atau  tak sengaja) untuk menjadi model terkenal. Sarah Doukas adalah salah satu talent scout terkenal karena berhasil ‘menemukan’ Kate Moss.

2. Composite Card dan Portfolio
Setelah bergabung di suatu manajemen/agensi model, seorang model akan memperoleh composite card yang berisi beberapa foto (close up, seluruh badan, tampak samping) berikut data standar tubuhnya meliputi tinggi badan, berat, ukuran baju dan celana, dada, pinggang dan pinggul. Composite card ini adalah versi mini dari portfolio yang memuat kumpulan foto-foto sang model baik yang pernah dimuat di media maupun yang tidak.

3. Booker
Booke
r merupakan profesi di manajemen model yang mencarikan model peluang kerja. Ia akan mengirimkan composite card sang model ke seluruh calon klien (seperti brand, media, atau disainer) dan mencari informasi seputar casting yang akan diadakan. Komunikasi antara model dan booker sangat penting, karena kesalahan jadwal atau keterlambatan adalah kesalahan fatal yang akan membuat sang model menjadi kurang disukai klien.

4. Go See
Go see
merupakan pertemuan ekslusif yang diatur oleh sang booker untuk seorang model dengan klien. Dengan go see, seorang model tak perlu mengantri atau menunggu untuk melamar suatu pekerjaan pada klien. Namun, pertemuan ini tak menjamin sang klien menggunakan jasa model tersebut. Pertemuan ini biasanya digunakan untuk memilih model yang sesuai dengan jiwa atau pencitraan iklan yang diinginkan klien.

5. Casting
Casting umumnya dilakukan pihak rumah mode yang akan melakukan sebuah peragaan busana. Model terkenal biasanya tak perlu mengantri seperti model-model junior yang harus membawa portfolio dan memperagakan cara berjalan. Keputusan sukses tidaknya seorang model mendapat pekerjaan di peragaan ini bergantung pada pertimbangan para casting director.

natali backstage

6. Fitting
Setelah mendapat pekerjaan melalui casting, seorang model akan melakukan fitting(pada hari yang sama atau tidak), yakni pengepasan baju dan percobaan tata rambut dan rias wajah. Bila anda pikir semua baju selalu sesuai dengan tubuh seorang model, anda keliru. Penyesuaian terkadang dilakukan agar pakaian tersebut membalut tubuh model dengan sempurna.

7. Dresser
Dalam peragaan busana, setiap model dibantu oleh seorang dresser, yakni staf yang bertugas membantu model berganti baju atau memasangkan sepatu dan aksesoris lainnya. Kehadiran dresser sangat penting karena proses ganti baju dalam peragaan busana harus dilakukan dengan cepat agar tidak terlambat sesuai urutan ‘jalan’ sang model. Kehadiran dresser ini pun untuk menghindari model salah memakai atau keliru memadankan baju.

8. First Face
First face
adalah model pilihan sang disainer yang dianggap mewakili selera dan pencitraan koleksi sang disainer baik dari penampilan wajah dan tubuh serta cara berjalan. Bagi model baru/junior, menjadi first face tentunya membuat namanya terangkat.

9. Finale
Ini adalah akhir peragaan busana dimana seluruh model berjalan satu persatu untuk menutup peragaan busana.

regina backstage

10. Editorial dan Commercial
Ini adalah dua jenis model dan pemotretan yang berbeda dan tak semua model memiliki kapasitas pada keduanya. Editorial adalah suatu halaman mode yang selalu berusaha menciptakan efek high fashion melalui pemilihan model bertubuh tinggi, kurus dan difoto dengan hasil yang dramatis. Editorial biasanya mengutamakan unsur seni fotografi. Sementara itu, commercial merupakan jenis model dan pemotretan yang ditujukan untuk kepentingan penjualan melalui pencitraan yang gembira dan persuasif. Misalnya foto-foto komersial pasta gigi, produk remaja dan kebutuhan keluarga. Model untuk kategori komersial juga lazim disebut dengan model bertipe “sweet face”.

FILOSOFI DAN 9 TIPS BUSANA ANAK-ANAK (2008)

Text & Photos: Muhammad Reza. Published in Bandung Advertiser July 2008

Siapa yang tak ikut senang melihat gembiranya anak-anak saat bermain bersama teman-teman atau sanak saudaranya?  Namun ,terkadang kening ini bisa mengernyit saat memperhatikan hasil dandanan sang ibu pada anaknya, terutama anak perempuan. Sedikit heran saja kalau memperhatikan anak-anak perempuan, baik yang masih balita hingga usia pra remaja (kurang dari limabelas tahun),  berpakaian layaknya perempuan seusia ibunya. Atasan halter ketat? Rok mini berbahan kulit? Kitten heels? Apa yang dipikirkan sang ibu saat mendandani peri kecil ini? Tanpa berniat mengkritik (apalagi menghakimi), izinkanlah saya berbagi saran. Saya yakin, para ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi putera-puterinya, termasuk dalam hal berbusana.

filosofi2

Christian Lacroix pernah berkomentar kepada majalah W. Menurutnya, sebagian besar inspirasi perancang banyak dipengaruhi pengalaman visual saat kanak-kanak. Pengalaman inilah yang menjadi fondasi ‘citra’ busana-busana rancangan mereka. Sebagaimana Gianni Versace yang selalu menciptakan kesan glamour dan seksi berkat masa kecilnya yang terbiasa mengagumi dandanan para pelacur di lingkungan tempat tinggalnya, atau Vivienne Westwood yang ‘memberontak’ dengan gaun-gaun inovatif dan tak lazim yang terinspirasi pengalamannya sebagai bagian komunitas punk di masa remaja.

Menurut saya, opini Christian Lacroix ini pun berlaku pada masyarakat pengguna produk mode awam seperti kita. Sadar atau tidak, gaya dandanan Anda saat ini dipengaruhi sosok-sosok yang Anda kagumi di masa kanak-kanak dan pubertas. Yang mengidolakan Lady Diana mungkin akan mengadopsi gaya sederhana dan anggun dari mantan calon ratu Inggris ini. Sementara pengagum Kate Moss akan setia dengan paduan busana ekletik dan bohemian. Penggemar Madonna? Tentunya cenderung mengikuti filosofi dandan sang material girl yang seksi, trendi, dan berani tampil beda.

Coba lihat idola anak-anak Anda saat ini. Siapa yang selalu merajai hatinya? Apakah Carrie Underwood yang relatif sopan dan aman dari cercaan para fashion police? Atau Britney Spears yang sangat kreatif dalam melangkahi semua aturan berbusana hingga terlihat vulgar dan tak lazim? Mungkin terdengar klise, namun secara psikologis, gaya berbusana tak sekedar copy-paste dari panggung peragaan mode ke lemari baju. Gaya berbusana pun merupakan kombinasi reka ulang secara tanpa sadar dari persona yang meinginspirasi di masa kecil dan bagaimana orangtua membiasakan (baca:mendidik) anak dalam memilih baju yang pantas untuk dikenakan ke luar rumah.

filosofi1cover

Beberapa hal dasar yang penting untuk diingat dalam memilih baju anak-anak adalah sebagai berikut.

  1. Utamakan kesopanan. Anda harus membiasakan anak-anak menjaga kesopanannya dalam berpakaian. Memakai kaus singlet atau hot pants mungkin sah-sah saja di dalam rumah, namun jangan biarkan ia membiarkan sebagian kulitnya telanjang saat bepergian. Meskipun masih kecil, ia harus dilatih untuk menutupi bagian tubuh yang suatu saat akan menjadi daya tarik seksual.
  2. Perhatikan bahan pakaian. Katun, linen, wol dan bahan-bahan natural lainnya paling sesuai untuk mereka karena menyerap keringat dan memudahkannya bebas bergerak. Jauhkan anak-anak dari bahan sintetis seperti lurex atau nilon yang hanya membuatnya gerah karena proses penguapan keringat terhambat.
  3. Ceriakan penampilan mereka.  Simpan warna-warna gelap seperti merah marun atau hitam di lemari. Semburkan keceriaan melalui warna pastel dan vibran seperti kuning, biru langit atau merah jambu. Bila ingin anak-anak ‘menjadi lebih lembut’, kenakan baju-baju berwarna pastel. Percayalah, mood  mudah terpengaruh oleh warna.
  4. Dandani mereka sebagai anak-anak. Beberapa produsen busana anak menerapkan model pakaian orang dewasa pada anak-anak seperti rok kulit ketat atau boots berhak tinggi. Jangan biarkan pakaian seperti itu menyetuh kulit tubuh anak anda! Apalagi memakaikan kosmetik. Berdandan jauh lebih muda atau lebih tua dari umur sebenarnya adalah fashion faux pas yang umum.
  5. Waspadai ornamen pakaian anak. Model-model sederhana seperti kaus oblong, celana denim, kapri, celana pendek, kardigan dan jaket bisa menjadi bergaya dengan detil-detil unik seperti renda, sulam atau pita. Hati-hati terhadap detil yang ‘berbahaya’ seperti manik-manik atau studs bisa melukai kulitnya atau tertelan.
  6. Tak perlu menghamburkan uang untuk busana anak-anak yang terlalu mahal. Tubuh anak-anak berkembang dan alangkah sayangnya bila dalam waktu singkat jaket dan kardigan kasmir yang mahal itu tak terpakai lagi. Konsep investasi demi pemakaian busana dalam jangka panjang  lebih cocok diterapkan setelah  dewasa.
  7. Sediakan setelan suit katun untuk anak laki-laki atau gaun berlengan dengan bahan mewah seperti sutra atau sifon untuk anak-anak. Mereka membutuhkannya untuk menyeimbangi penampilan anda di undangan pesta yang resmi.
  8. Aksesori yang wajar. Anak-anak sebaiknya tak usah banyak mengenakan asesori, apalagi perhiasan logam mulia dan batu permata. Biarkan teddy bear menjadi asesori sekaligus teman bermain mereka.
  9. Kenalkan kualitas pada anak-anak, bukan merk. Mengenakan produk fashion bermerk dengan pertimbangan jaminan kualitas memang dianjurkan, namun jangan tanamkan kepercayaan diri dan gengsi anak melalui benda-benda bermerk. Hal itu justru akan membuat dirinya menjadi korban mode saat besar nanti. Tanamkan konsep apresiasi terhadap kualitas produk fashion bermerk pada anak-anak, bukan untuk mengasosiasikan citra dirinya pada benda bermerk.

Anda tentu memahami bahwa mode adalah bagian dari gaya hidup yang mencerminkan budaya. Oleh karena itu, berikanlah gaya hidup yang wajar dan sehat sekaligus tanamkan budaya yang bermartabat bagi anak-anak Anda melalui caranya berbusana sejak dini.

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email : muhammadreza_ss@yahoo.com dan whatsapp : +6287877177869

PERJALANAN MODE ANAK-ANAK (2008)

Teks: Muhammad Reza 

Published in Bandung Advertiser July 2008 

Mode anak-anak merupakan fragmen yang tak terpisahkan dari dunia mode yang dinamis. Sebagai bagian kebudayaan, ia berevolusi mengikuti perubahan sosial dan teknologi. Perjalanan mode anak-anak sejak awal kelahiran dunia mode hingga saat ini akan digambarkan secara singkat dalam Bandung Advertiser edisi khusus anak-anak ini.

 marie antoinette 1

Mode anak-anak memang bukan sesuatu yang baru atau asing. Sejak masa kejayaan Marie Antoinette yang diakui sebagai kelahiran dunia mode, anak-anak memiliki tren mode tersendiri. Selama abad delapan belas, setelah melalui masa-masa bayi (dimana mereka berpakaian secara uniseks), anak-anak didandani dengan model pakaian seperti orang dewasa. Perbedaannya hanya terletak pada pemakaian pantalon di dalam rok dan panjang rok anak perempuan yang bisa dijadikan acuan usia. Rok anak perempuan berusia enam belas tahun sebatas mata kaki, usia empat belas tahun sebatas betis, sementara usia dua belas tahun ke bawah sebatas lutut. Pakaian anak-anak berbahan sutra pun sempat naik daun yang berfungsi menghubungkan anak-anak dengan komunitas bangsawan, sekaligus membedakannya dengan anak-anak rakyat jelata yang hanya mampu berpakaian katun dan wol.

Saat revolusi Perancis meletus dan permaisuri Josephine mempopulerkan empire line, anak-anak perempuan pun dibebaskan dari himpitan korset. Mereka berlarian dengan lepas mengenakan pakaian katun ringan yang pada masa revolusi industri marak diproduksi.

Tren berikutnya adalah apron yang dipopulerkan di era Victoria dan Edward. Tak hanya berfungsi menjaga kebersihan, apron juga menjadi media pamer dekorasi sulam atau lace yang mewah.Beberapa tren yang berusia singkat pun mewarnai perjalanan tren busana anak-anak seperti pemakaian bahan tartan, ragam topi dan hiasan kepala seperti pita, hingga gaya pelaut. Setelah kedua era tersebut, tren baju anak-anak kembali menyerupai busana dewasa.

Mode anak-anak semakin memiliki ciri khas dengan laju waktu, khususnya di abad duapuluh. Dunia mode berkembang dan bergerak cepat dengan pertumbuhan rumah-rumah mode seperti Chanel dan Lanvin, serta publikasi melalui majalah-majalah mode sekelas Vogue dan Der Bazaar.

mode anak shirley t

Hadirnya bisnis hiburan seperti film menciptakan ikon-ikon mode yang membantu peredaran sebuah gaya, termasuk gaya berbusana anak-anak. Gaya berbusana anak-anak yang paling terkenal pada saat itu melibatkan bintang film cilik Shirley Temple. “Shirley Temple mempunyai pengaruh yang sangat besar pada industri mode anak-anak. Setiap ibu (di masa itu) menginginkan putrinya terlihat seperti Shirley, berbalut gaun pendek yang melambai dan berambut ikal,” ujar Gini Stephens Frings dalam buku berjudul Fashion from Concept to Consumer. Munculnya televisi pun mempercepat perputaran tren mode baju anak-anak. Apa yang dikenakan aktor dan aktris cilik di layar kaca segera ditiru. Baju anak-anak selanjutnya menjadi komoditi industri. Baju-baju siap pakai diproduksi besar-besaran dan ditawarkan di pusat-pusat perbelanjaan. Majalah Vogue pun merilis Vogue Bambini, yang mengundang penerbit lain membuat majalah serupa.

 Setelah aksi pembakaran kutang wanita di tahun 1960-an, kebebasan sepertinya menjadi tema utama dunia mode, termasuk mode anak-anak. Celana pendek dan kaus t-shirt dengan warna-warna menyolok sesuai tren warna-warna burung merak pun membahana. Anak-anak juga diajarkan untuk lebih sering aktif bergerak dengan dipopulerkannya olahraga bersepeda, bersepatu roda, dan skateboard hingga era tahun 1980-an.

mode anak fullhouse

Mode anak-anak kemudian menikmati kemakmuran di tahun 1980-an saat kondisi ekonomi dunia sedang menanjak. Saat orangtuanya berlomba-lomba bergaya “dress to impress” dengan balutan baju disainer dan perhiasan emas, anak-anak pun merasakan helai demi helai benda-benda bermerk di tubuhnya. Saat Prada sukses membuat orang dewasa mengincar tas sandang dari nilon dengan logonya yang cukup besar, anak-anak pun tak ketinggalan. Film Clueless yang dibintangi Alicia Silverstone menggambarkan kebutuhan anak-anak dan pra remaja akan barang mode bermerk di era 1990-an. Kebutuhan yang serius akan mode di kalangan anak-anak juga ditampilkan dalam film The Clique yang diproduksi Tyra Banks pada 2008. Para disainer dan brand papan atas akhirnya melirik pasar baru yang cukup menjanjikan; anak-anak.

mode anak the clique

Hingga saat ini, disainer dan label busana internasional berbondong-bondong meluncurkan label busana untuk anak-anak. Beberapa contohnya adalah Matthew Williamson yang merilis koleksi Butterflies, Little Marc dari Marc Jacobs, Ralph Lauren Children’s Wear, Crewcuts dari J.Crew hingga Dolce & Gabbana yang menyajikan D&G Junior.

 Bagaimana dengan perjalanan mode anak-anak di tanah air? Di Indonesia, tigapuluh tahun silam ibu-ibu di Bandung dan Jakarta mungkin sudah puas dengan menjahit sendiri atau membeli pakaian anak-anak yang diproduksi garmen secara massal. Sekarang, mereka pun berkesempatan memakaikan pakaian ekslusif rancangan disainer nasional pada anak-anaknya, meski disainer yang tersedia untuk koleksi anak-anak tak seabrek-abrek seperti di luar negeri. Beberapa disainer lokal yang menggarap koleksi anak-anak tersebut adalah Sofie dan Sebastian Gunawan dengan label Bubble Girls.

 Di Indonesia, brand high fashion untuk anak-anak hanya dikerjakan oleh segelintir disainer. Hal ini bersinggungan dengan faktor ekonomi. Bagi disainer, bersaing dengan garmen-garmen lokal tentunya tidak mudah. Harga sepotong busana buatan disainer tentunya tak bisa disamakan dengan harga produk garmen. Selain disainer umumnya hanya menggunakan kain yang terbaik (sehingga lebih mahal), kualitas pengerjaan dan ekslusivitas rancangan tentu membuat nilainya berlipat-lipat dibandingkan baju buatan garmen yang dijahit dengan mesin Yuki. Oleh karena itu, industri high fashion nasional untuk anak-anak tidak spektakuler geraknya seperti industri high fashion dewasa.

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email: muhammadreza_ss@yahoo.com dan whatsapp +6287877177869

MAINTAIN YOUR STYLE THROUGH THE HARD TIMES (2008)

When the road to the stores gets bumpy for economic crisis, you still can look great.These previous five tips keep you in style. (Fashion meets Finance).Text & Photo: Muhammad Reza, Published on Bandung Advertiser Dec 11 2008.

The current issue in the end of 2008 is not global warming anymore. Major fashion designers solved that issue with the invention of fabric-mixture and lightweight coat, our fashionable life survived. This time, it’s financial crisis. When crisis is ‘in’, do we have to stop shopping? Is there anything we can do to meet this fashion need without making us broke?

It feels like when we had our economic crisis in 1997-1998. However, in such monetary crisis, some of us apparently shopped more often than before. Some likely needed to escape this financial depression by shopping. That’s suicidal. What a financially healthy fashionistas should do is to shop wisely to maintain their style despite the hard times.

1. Sale Doesn’t Always Save Money

If you think shopping around the sale racks would save you a little more money, it’s not. In fact, you might end up stocking your wardrobe with trash you will never wear. Here’s why: the sale racks would be loaded with the last season clothes. The trendy clothes, in particular. For example, since it’s going to be 2009 soon and the designers has been sending their upcoming collection to the stores, the old clothes in the stores must go. You probably think it’s lucky to get those “last season to be” clothes in much bigger fraction of the price. But you’ll feel OK to wear them for only a week or two. Because once the new season arrives, you would look like the archive of last season look book. The result? Those sale finds stay inside the closet forever. What a waste of money.

centro 1

2. Buy Classic Pieces and You’ll Shop No More

Whoever says classic style is boring might end up shopping all the time. Here’s the reason; being fashionable is not always being stylish. Being fashionable requires you to look in  latest trend . There’s no fashionable person wearing dated shoes or frocks. But being stylish, in classic style in particular, is another thing. It’s your personal style that is not mandated by the temporary fad. That means you don’t desperately need to reload your wardrobe every three months. Your style is not dictated by fashion magazines.

The items for classic style include the boxy jacket, black cotton blazer, black pipe pants or denim, white shirt, a pair of high heels and flats, and a little black dress. They’re so essential that you can keep several variants or designs and wear them all the time without looking dated. When you want to make your classic look a little bit more current, shop only the contemporary accessories such as jewelry or seasonal  ‘it’ bags. Classic look fits you anywhere, any occasion.

centro 2

3. Price and Labels for Quality

Well, this is true. When you buy clothes from well established labels, you invest. I don’t say that you have to be brand-minded, but these labels won’t settle for anything less than good quality. You are getting value guarantee  that lasts for long time. They may be clothes, bags or watches that you can pass to your children in the future. This is very  good for your wallet instead of buying bunch of cheap clothes that makes you repeating spending money all over again just because the fabric ruins or the color fades fast. Remember this; shop to invest. Price and value is not the same thing.

4. Always Try The Clothes On

When you go shopping, try on the clothes to make sure that they fit as if they were your second skin. You may be pretty sure about your size but still I recommend, make sure they really fit before you take them home. You may think if it’s too tight, you can just do some cardio at the gym. Duh. The possible exercise you’ll do is walking to the same store again to get more clothes.

centro 3

5. Proper Care

Nothing will last long if it’s not treated properly. It’s important that you know how to maintain each kind of clothes based on their fabric. For example, you can’t machine-wash tulle frocks because it would ruin the fabric and its crisp. When you drop your silk dresses to the dry cleaner, make sure the staff hang them separately from rough garments to avoid scratches. You also may understand that batik dresses require specific care. Dry clean and machine wash fade its color. Wrong care results in more money to spend for shopping.

Fashion is crucial and it does involve money. To look your best surely needs maintainance constantly. When the road to the stores are bumpy for economic crisis, you would still look great.These previous five tips keep you in style.

centro 4 cover

For questions and comments:

email : muhammadreza_ss@yahoo.com

whatsapp : +6287877177869

STYLING JOB : STYLE FACTOR YAHOO! INDONESIA (2011)

The first time I saw Minimal dresses, I wanted to see them on the fashion video host I styled in 2011. I knew this brand would be huge. Minimal is elegance. That’s how I wanted the host to be.

Watch the video here :

Natalia Haman wore Angelina Dress by MINIMAL, and her jewelry by NEW G and Truly (Available in Centro). Hair and Make Up : Wulan, Production : indoXPLORE. Location: Domain Bar & Grill, Senayan City, and Alfon’s Hair and Beauty Salon.

foto01

Untuk saran dan pertanyaan, penulis dapat dihubungi melalui email : muhammadreza_ss@yahoo.com dan telepon/whatsapp di +6287877177869.

PANDUAN MERAWAT BUSANA BERDASARKAN BAHANNYA (2011)

(Sutra, Tulle, and Batik)

Busana berbahan spesial membutuhkan perawatan yang berbeda.

(By : Muhammad Reza. Published partially in 3 postings in Yahoo! Indonesia  in March-April 2011)

Sutra, tulle dan batik adalah tiga bahan busana yang berharga. Anda tentu tak ingin pakaian mahal itu terpaksa dibuang karena rusak, kan? Memang, pakaian yang cepat rusak biasanya disebabkan perawatan yang kurang tepat. Padahal, apabila Anda mengenali jenis bahannya, pastilah hal ini bisa dihindari. Tulisan ini  merupakan beberapa panduan dasar dalam merawat busana berbahan sutra, tulle dan batik melalui cara membersihkan, pengeringan, penyetrikaan, hingga penyimpanan di dalam lemari.

SUTRA

Sutra mencerminkan keanggunan yang ekslusif. Ia juga memiliki kelebihan yang membedakannya dengan kain lain yaitu sifat anti debu yang membuat pakaian terlihat bersih dan rapi.

Hingga kini, banyak orang yang meyakini bahwa cara terbaik membersihkan busana sutra adalah melalui drycleaning. Jika anda juga melakukannya, selalu pastikan petugas drycleaning tidak meletakkan busana sutra anda di antara busana-busana berbahan kasar seperti katun, tweed, jeans atau akrilik (woll sintetis). Anda tak ingin bahan kasar dari busana lain merusak kemulusan pakaian sutra Anda, kan?

IMG_20170513_171117

Untuk perawatan yang lebih maksimal, sebaiknya bersihkan sendiri busana sutra ini di rumah dengan dengan tangan. Sutra terbuat dari serat protein alami yang menyerupai rambut. Itulah sebabnya sutra bisa dibersihkan dengan shampo. Jangan gunakan shampo yang mengandung minyak atau petroleum karena mereka membuat permukaan sutra terasa lengket. Hindari merendam busana sutra (bahkan jangan pernah dicuci dengan mesin cuci), namun usap-usaplah dengan lembut. Gunakan air hangat agar pelapis (coating) sutra anda bersinar kembali. Hal menguntungkan dari sutra adalah sifat anti debu dan anti noda. Namun, bila Anda menemukan noda membandel, percikkan sedikit cuka dan gosok noda tersebut dengan jari sampai hilang.

Untuk mengeringkannya, gulunglah dengan handuk dan tekan hingga air merembes keluar (jangan sekali-sekali memeras sutra kecuali Anda ingin seratnya rusak). Biarkan busana sutra mengering di tempat berangin yang tidak terpapar sinar matahari. Ingatlah bahwa sinar matahari bisa membuat sutra menguning.

Lalu bagaimana bila ingin menyetrika busana sutra? Selalu balik busana sutra sehingga bagian dalamnya berada di luar. Setelah itu lapisi dengan kain katun dan seterikalah dengan panas minimum. Penggunaan seterika uap juga cukup efektif, tetapi Anda harus ekstra hati-hati, kalau tidak, seterika uap ini bisa meninggalkan bekas uap yang permanen di permukaan busana Anda.

Setelah membersikan, mencuci, mengeringkan dan menyeterika busana sutra, simpanlah busana sutra Anda dengan benar. Cukup sederhana. Sarungkan ia dengan sarung bantal berbahan katun. Katun berserat alami dan berpori sehingga  memungkinkan busana sutra bernafas. Bayangkan bila Anda membungkusnya dengan plastik. Tak saja menjadi lembab, ia pun bisa berjamur!

TULLE

Bahan tulle menjadi favorit untuk dijadikan rok dan gaun feminin termasuk kebaya. Teksturnya yang rapuh dan mengembang cocok untuk busana yang girly. Jangan hilangkan efek volume dan keringkihan busana tulle anda hanya karena salah cara mencuci, mengeringkan dan menyimpannya.

Cara terburuk membersihkan busana tulle adalah melalui dry-cleaning. Bahan-bahan kimia dalam proses dry-cleaning bisa membuat tulle mengempes dan keropos. Cara terburuk lainnya adalah dengan mencelupkannya ke dalam mesin cuci bersama pakaian sehari-hari anda. Kalaupun terpaksa mencuci busana tulle dengan mesin cuci, pisahkan ia dengan pakaian berbahan keras dan kasar seperti jeans atau katun. Cara terbaik membersihkan busana berbahan tulle adalah merendam dan mencucinya dengan tangan. Gunakan sabun hanya untuk menghilangkan noda. Hati-hati, jangan gosok tulle dengan kasar atau ia akan sobek.

Tulle mudah mengering. Karena sangat rapuh, sebaiknya anda jangan pernah menyetrikanya kecuali dengan seterika uap. Bila kusut, cukup semprotkan air dan regangkan hingga kekusutannya hilang.

Supaya busana tulle anda tetap mengembang, jangan pernah melipat atau membuatnya tertindih di dalam lemari. Gantungkan busana tulle dengan tidak terhimpit busana lain.

BATIK

Batik terbuat dari sejenis lilin yang dinamai malam. Pewarnaan alami yang digunakan dalam proses pembuatan batik menyebabkannya harus dirawat dengan serius. Banyak diantara kita membersihkan busana batik dengan drycleaning, padahal bahan kimia dalam proses tersebut bisa memudarkan warnanya. Kerusakan yang sama dapat ditimbulkan oleh deterjen dalam pembersihan dengan mesin cuci. Bagaimanapun juga, cara membersihkan batik yang disarankan adalah dengan mencucinya dengan tangan. Gunakanlah sabun dan shampoo dalam air hangat. Hilangkan noda membandel dengan irisan lemon. Untuk mengeringkan batik anda, gantunglah di tempat yang terlindung sinar matahari dan jangan peras busana batik anda.

15-22-31-00190fullscreen

Anda bisa mempertahankan pesona warna busana batik anda dengan menyimpannya dengan seksama. Caranya, lapisi busana batik anda dengan kain katun saat menyetrikanya. Agar warna busana batik tidak bercampur saat disimpan di lemari, hindari melipat dan menyimpannya dalam tumpukan pakaian. Lapisi busana batik tersebut dengan kertas minyak (jangan gunakan kertas koran karena tinta koran bisa menodai batik), lalu gulung dan gantunglah di lemari.

Dengan cara yang tepat dalam membersihkan, mengeringkan, menyetrika dan menyimpan, busana spesial Anda bisa tahan lama dan awet keindahannya. Kini, Anda pun bisa menganggap busana-busana ekslusif tersebut sebagai investasi  dalam mempresentasikan diri melalui gaya dan penampilan terbaik Anda.

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email : muhammadreza_ss@yahoo.com atau whatsapp +6287877177869

MEMAHAMI GAYA FORMAL PRAKTISI KEUANGAN (Bagian I & II) – 2017

Bagian I

Bagaimana bayangan Anda tentang penampilan pria berprofesi pialang saham, profesional perbankan, atau perencana keuangan? Setelan jas hitam formal dengan rambut tersisir rapi dengan satu ton pomade? Penampilan monokrom dan klasik yang sama dari hari ke hari?
Bila fashion tak lepas dari gaya hidup masyarakat berbudaya, maka pria modern yang berkarier di dunia keuangan tentunya memiliki kesesuaian gaya dengan dunia keuangan sekaligus mampu mengaktualisasikan tendensi mode terkini.
Common Look of the Financial Professional
Fashion mencerminkan cara kita menjalani hidup. Bukan saja tentang apa yang Anda pakai, tapi juga bagaimana, dimana serta dengan siapa Anda beraktivitas. Hal ini membantu kita memahami keharusan penampilan formal bagi para praktisi keuangan.
“Kebanyakan pria yang menggeluti bidang keuangan berpenampilan rapi dan resmi. Bidang ini erat kaitannya dengan trust. Penampilan yang profesional tentu membangun kepercayaan dalam awal hubungan bisnis,” ujar Novi Syabrina, branch manager perusahaan asuransi terkemuka Manulife.
Menurutnya, gaya berpakaian yang cocok untuk praktisi bidang asuransi atau investasi memang mewajibkan kemeja berlengan panjang, celana panjang, dasi, dan juga jas. Alfons Lee, desainer yang sedang populer dan diminati sederetan sosialita dan selebriti tanah air, juga menambahkan bahwa kerapian adalah elemen kunci gaya para profesional tersebut.
Mengapa harus formal?
Financial educator & advisor Elsa Febiola Aryanti memaparkan alasan betapa pentingnya hubungan gaya formal para pelaku keuangan dengan tujuan utama mereka mendapatkan kepercayaan dari klien.
“Bisnis keuangan adalah bisnis kepercayaan. Penampilan yang rapi dan formal sangat penting karena mempresentasikan kepercayaan, trustworthyness, dan reliability tidak saja dari praktisi tersebut namun juga perusahaan yang diwakilinya.” ungkapnya.
Industri keuangan mencakup banyak bidang termasuk perbankan, pasar modal, dan asuransi. Elsa menambahkan, bahwa ada bidang yang secara tradisional gaya berpakaiannya lebih formal dibanding bidang lain. Biasanya sub bidang yang sejarahnya lebih tua seperti perbankan dan asuransi lebih mewajibkan praktisinya berpakaian formal.
Siddiqi Patiagama, seorang manager dari salah satu divisi bank swasta di Jakarta juga menegaskan bahwa kerapian dan formalitas penampilan para staf perbankan adalah tuntutan pekerjaan, bukan sekedar pilihan gaya berbusana. Sangat mungkin seorang profesional ‘tersisihkan’ hanya karena tidak mengikuti pakem berpakaian yang sudah menjadi bagian kultur perusahaan.
Sepenting itulah sebuah gaya formal bagi seorang praktisi keuangan. Tak hanya sekedar rapi dan enak dipandang, tapi gaya berpakaian profesi ini memiliki dasar yang sangat mendalam tentang fungsi.
Bagian II
Jika sebelumnya sudah dibahas tentang kenapa praktisi keuangan berpakaian formal, di bagian ke dua ini kita akan memaparkan bagaimana cara membuat gaya formal itu sendiri tidak terasa kaku, dan nyaman dipandang.
Make It Stylish
Menyeimbangkan keduanya dalam proporsi yang wajar membutuhkan pemahaman akan proporsi dan komposisi dalam padu padan pakaian serta aksesori. Beberapa profesional keuangan dan mode tanah air pun memberi tips sederhana untuk membuat gaya formal ini stylish tapi effortless.
Lanangindonesia.com menerima masukan dari desainer tanah air yang sudah go international, Lenny Agustin. Desainer yang terkenal berkat kepiawaiannya menggubah keindahan kain tradisional seperti tenun dan batik menjadi ready to wear yang modern ini menawarkan beberapa tips untuk upgrade penampilan formal jadi lebih modis.
“Coba kemeja dengan detil atau motif yang unik namun tidak terlalu menyolok seperti kemeja dengan kerah yang lebih kecil dari biasanya, kerah shanghai, atau kantong dengan warna jahitan yang berbeda,” ujar Lenny.
shanghai-1
Sementara itu branch manager Manulife, Novi Syabrina, menyarankan batik sebagai pilihan kemeja bila mendapatkan acara dengan dress code. Batik dianggap formal sekaligus personal karena menunjukkan taste kita dalam pemilihan kualitas dan kesesuaian warna dengan kulit. Ada begitu banyak pilihan kemeja batik, dari yang klasik hingga kontemporer. “Yang pasti, jangan sampai terlihat cheap,” tandasnya.
 shanghai 3
Financial educator dan advisor Elsa Febiola juga merekomendasikan pemakaian kemeja tenun ikat untuk penampilan praktisi keuangan yang dikenakan dengan sepatu dan belt kulit berkualitas.
Mix and Match
Dalam mix and match, Desainer Lenny menyarankan pemakaian jas atau blazer yang berbahan tipis dan tak usah dikancingkan. Beberapa rekomendasinya untuk bawahan adalah pilihan celana panjang bertekstur seperti denim untuk penampilan formal yang fresh.
“Namun tetap dalam warna senada dengan keseluruhan penampilan,”ungkap desainer yang juga sedang disibukkan dengan persiapan perhelatan mode Surabaya Fashion Parade Mei mendatang ini.
Kami memahami pentingnya dress code yang sudah pakem di lingkungan praktisi keuangan. Karena itu, kami juga menganggap sentuhan mode kekinian pada penampilan profesional harus sewajarnya dan tidak mendominasi. Bila kantor mewajibkan kita mengenakan suit atau seragam tertentu, coba kenakan dengan detil-detil dalam ukuran semini mungkin seperti motif houndstooth atau kotak-kotak dalam warna netral dan formal seperti hitam, abu-abu, biru navy atau krem.
shanghai 2
Kita juga bisa ciptakan sedikit keseruan melalui sedikit aksen dengan burst out some colors pada aksesori dasi, cufflinks, atau pocket squares. Jika Anda berkacamata, mengapa tidak memilih kacamata desainer dari koleksi mutakhir? Folio atau clutch sesuai tren saat ini juga sudah cukup untuk menyuarakan ‘Fashion’ dalam penampilan kantoran Anda yang formal.
Pada akhirnya, penampilan profesional keuangan terbaik bagi pria modern menekankan pada kualitas dan kepatuhan berpakaian dengan sedikit ruang untuk eksplorasi tanpa mengubah tujuan penampilan secara keseluruhan; trust dan wibawa perusahaan.
Bagaimana Sobat Lanang sekalian, sekarang kalian sudah paham kan kenapa cara berpakaian para praktisi keuangan selalu eye catchy. Intinya gaya pakaian yang formal tapi stylish tetap bisa diadaptasikan pada beberapa profesi yang khususnya banyak di indoor. Nilai diri kita sebenarnya bukanlah apa profesi kita, tapi seperti apa cara berpakaian kita.

By Muhammad Reza (087877177869, muhammadreza_ss@yahoo.com)

MEMPERTANYAKAN KEBAYA KONTEMPORER (2008)

Saat kebaya mengalami modifikasi melalui disain kontemporer, ada yang menganggapnya melenceng terlalu jauh dari tradisi. Salahkah bila kebaya bergerak menjauh dari pakem aslinya?

Teks : Muhammad Reza, Published in Bandung Advertiser June 2008

Jauh sebelum Anne Avantie membuka mata dunia di ajang Miss Universe 2005 melalui busana kebaya yang dikenakan Nadine Chandra Winata, keindahan warisan budaya tanah air sudah mempesona dunia. Lima belas tahun sebelumnya, koleksi busana batik Iwan Tirta diliput majalah mode bergengsi seperti Vogue dan Harper’s Bazaar. Kain dan busana tradisional pun menjadi sesuatu yang agung. Saat kebaya mengalami modifikasi melalui disain kontemporer, ada yang menganggapnya melenceng terlalu jauh dari tradisi. Salahkah bila kebaya bergerak menjauh dari pakem aslinya?

Benarkah Kebaya itu Asli dari Indonesia?

kebaya dewi sukarno
Ratna Dewi Sukarno

Dalam bukunya yang berjudul Chic in Kebaya, Ria Pentasari menunjukkan bahwa kebaya muncul setelah kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia. Artinya, sebelumnya para wanita pribumi hanya mengenakan kain yang dililitkan dari bagian dada hingga mata kaki atau hingga betisnya. Dengan pengaruh agama dan nilai kesopanan yang dibawa penjajah, wanita pribumi pun menutup bahu dan lengannya dengan atasan pas badan yang kini kita sebut kebaya. Ensiklopedi maya Wikipedia sendiri menyebutkan bahwa kebaya berasal dari Tiongkok lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Sementara dalam suatu artikelnya, harian Seputar Indonesia berpendapat bahwa kebaya berasal dari bahasa arab yakni habaya (pakaian labuh yang memiliki belahan di depan).

Ketika Malaysia membuat kita emosi dengan mempatenkan batik sebagai miliknya, Indonesia langsung memeluk kebayanya erat-erat. Salah satu reaksi disainer Indonesia, yakni Adjie Notonegoro, adalah mendeklarasikan kebaya sebagai busana nasional milik Indonesia. Aksi ini dilakukan bersama Menbudpar Jero Wacik didampingi Direktur Hak Cipta Desain Industri Ansori Sinunga.

Namun, dengan bercermin pada fakta bahwa kebaya hadir sebagai asimilasi budaya luar yang masuk ke Indonesia, masih bisakah kita ‘ngotot’ kalau kebaya itu benar-benar asli Indonesia? Bagaimana jika seandainya couturier ternama seperti Zuhair Murad atau Georges Chakra membuat sepotong blus tipis pas badan berbahan lace dan berlengan panjang dengan kerah meruncing (V) lalu dihiasi gemerlap aneka payet? Bisa saja ia menyebutnya body-fitted sequined V-neck lace top. Akankah kita keberatan?

Kontroversi Kebaya Kontemporer

kebaya nadine
Nadine Chandrawinata

Anne Avantie terkenal karena disain kebaya-kebaya rancangannya yang revolusioner. Kebayanya tak seperti stereotipe kebaya klasik seperti halnya kebaya encim (kebaya yang dipopulerkan wanita peranakan Tionghoa dan bercirikan bordir di kancingnya), kebaya sunda (berkerah meruncing membentuk huruf V), atau kebaya jawa (berkutu baru dengan lintangan kain di dada). Anne Avantie mempopulerkan apa yang sekarang kita kenal dengan sebutan kebaya kontemporer. Namun, beberapa pihak menudingnya merusak keagungan kebaya. Dalam buku biografi Anne Avantie yang ditulis oleh pimred majalah Prodo yakni Alberthiene Endah, Anne memaparkan ketabahannya dalam menghadapi cobaan tersebut. Walau demikian, karya indah dan bernilai akan selalu medapat tempat di hati. Kebaya-kebaya Anne Avantie inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya kebaya kontemporer.

Untuk Bandung saja, beberapa nama mempunyai koleksi kebaya modern dan kontemporer. Kebaya GEULIS, misalnya. Salah satu pendirinya, Astri Kunto, mengakui jika kebaya modern buatan mereka banyak diminati wanita muda dan remaja. Selain Kebaya GEULIS, Drs. Uday Hidayat, seorang kolektor kebaya dan pengusaha UDAY Enterprise, juga menyediakan kebaya modern. Disain kontemporer pada kebayanya terlihat pada kerah yang beraksen bulu atau kerah besar yang mencuat keluar bernuansa couture. Lengan yang menggelembung (bishop sleeves) atau melebar dari bagian siku ke bagian pergelangan (angel sleeves) juga memberi kesegaran pada kebaya koleksinya.

uday
Kebaya Uday Hidayat

Disainer ternama dari Yohannes Bridal; Yohannes Yunarko, menganggap kontoversi seputar kebaya kontemporer ini sebagai sesuatu yang konstruktif. “Justru dengan pro dan kontra itulah kita semakin kreatif.” Menurut disainer yang akan memperoleh penghargaan MURI ke-4 melalui gaun spektakuler dari sisik ikan ini, kontroversi itu dapat dijadikan kesempatan untuk introspeksi diri. “Menyangkut tudingan kepada Anne Avantie, orang mungkin keberatan saat melihat lengan kebayanya yang tampak seperti dua potongan terpisah, ditambah modifikasi lipit atau model shanghai. Tetapi menurut saya, itu sah-sah saja. Justru nama Indonesia semakin terkenal di mata dunia karena kebaya kontemporer.”

Kebaya Kontemporer dan Tradisi

Zuhair Murad Haute Couture Dresses Spring-Summer 2007-2008 (1)
Zuhair Murad

Dengan kebaya kontemporer yang modern, generasi muda melihat kebaya melalui sudut pandang baru. Selama ini, kebaya identik dengan ibu-ibu atau berkesan kuno. Setelah meremajakan diri dengan disain kontemporer, kebaya lebih berterima di kalangan muda dan diteruskan untuk dikenakan dengan bangga sebagai identitas dan tradisi.

Menurut saya, hadirnya kebaya kontemporer justru memperkaya dunia fashion. Bila batik semakin modern dengan kehadiran batik lycra seperti rancangan Carmanita, batik eyelet (kain bertekstur dan bordir) dari label [bi], atau batik ‘anak muda’ dari Part One by Edward Hutabarat, mengapa kebaya hanya berinovasi melalui kebaya kontemporer saja? Janganlah biarkan warisan kebudayaan berupa kebaya ini hanya bisa dikenakan di kondangan saja. Kebaya pun seharusnya lebih berdaya pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Literatur: “Indonesian Garment & Apparel Directory” (1992, PT Satria Ezapariwara), “Chic in Kebaya” (Ria Pentasari), “Aku, Anugerah, dan Kebaya” Biografi Anne Avantie (Alberthiene Endah), , Wikipedia, Seputar Indonesia 28 Maret 2007, dan bisnis.com.

(Penulis mengucapkan terimakasih kepada Yohannes dari Yohannes Bridal, Drs. Uday Hidayat dan Astri Kunto atas partisipasinya berkaitan artikel ini)

Untuk saran dan pertanyaan; Email: muhammadreza_ss@yahoo.com WA: +6287877177869

PERANCANG DARI MASA KE MASA (PERJALANAN MODE INDONESIA) – 2009

Ditulis oleh Muhammad Reza. Diterbitkan di Majalah U,Maret 2009.

Berbicara tentang sejarah mode Indonesia bukanlah hal yang mudah. Usia kemerdekaan bangsa yang sudah 63 tahun ini tidak berarti mode Indonesia sudah berjalan selama 63 tahun. Hingga saat ini pun belum ada buku yang sepenuhnya memaparkan sejarah mode tanah air. Berbagai obrolan dengan disainer dan kumpulan tulisan dari majalah dan buku-buku yang menyinggung mode di Indonesia lah yang akhirnya bisa dijadikan sumber terpercaya.

Kapan sebenarnya mode Indonesia itu lahir? Kita dapat mengaitkan kelahiran mode Indonesia melalui eksistensi disainer lokal pertama. Setiap referensi akan mengaitkannya dengan Peter Sie yang dianggap sebagai pelopor mode Indonesia .

1950-1970

Di tahun-tahun pertama Peter Sie menancapkan mode nasional (sekitar pertengahan tahun 1950-an), ia mengaku bahwa profesi disainer belum diterima masyarakat termasuk keluarganya. Hasilnya, ia sempat dikucilkan keluarga. Ia juga tak menganggap dirinya lebih sukses secara finansial dibanding disainer-disainer masa kini. Dalam buku Inspirasi Mode Indonesia terbitan Yayasan Buku bangsa dan Gramedia, ia mengungkapkan dirinya lebih senang disebut pelopor dunia mode.

Awalnya, Peter berkonsentrasi membuat busana pria. Pesona busana bergaris A-Line (yang menyempit di pinggang lalu melebar/mengembang ke batas betis) ala New Look dari Dior-lah yang mempengaruhinya untuk beralih membuat busana wanita. Dalam mendisain busana, pria yang belajar di Vakschool voor Kleermakers-Encoupeurs Den Haag Belanda selama enam tahun sejak 1947 ini tak menyerap semua tren busana yang datang dari Eropa. Contohnya saat tren gaya ‘mod’ yang dikumandangkan Mary Quant dan Ossie Clark melanda dunia, Peter merasa rok mini itu kurang pantas untuk kebanyakan wanita Indonesia (kecuali beberapa jenis wanita tertentu seperti Titi Qadarsih). Begitu juga saat tren hippies atau daisy flower berkibar. Gaya berbusana compang-camping bak gelandangan yang tak pernah mandi ini tak menarik baginya. Alasannya, keadaan ekonomi Indonesia saat itu memprihatinkan. “Tanpa mengenakan gaya hippies juga sudah compang-camping,” ujarnya.

Kehadiran disainer seperti Peter Sie mengundang disainer lain seperti Non Kawilarang dan Elsie Sunarya. Di tahun 1960-an gaya hipster, mod, bahkan agogo yang ramai motif dan warna ala burung merak tak hanya konsumsi ibu-ibu kalangan atas Jakarta saja. Popularitas bioskop pun mensosialisasikan gaya berbusana terbaru. Masyarakat mulai mengenal peragawati seperti Titi Qadarsih dan Rima Melati. Lalu beramai-ramai mengikuti gaya rambut bersasak atau pendek ala Twiggi.

1970-1990

Dunia mode nasional mulai mengadaptasi kegiatan mode eropa. Salah satunya koreografi dalam peragaan busana. Sejak diperkenalkan Norbert Schmitt pada tahun 1969 di Eropa, koreografi untuk peragaan busana mendarat di Jakarta pada tahun 1974. Perintis nasionalnya adalah Rudy Wowor yang merupakan murid Schmitt. Pada saat itu, istilah show director dalam peragaan busana belum dikenal sehingga beliau tak saja mengatur langkah dan ekspresi sang model, tapi juga menata pencahayaan, dekorasi dan musik pengiring. “Model tak boleh goblog,” ujar Rudy Wowor kepada penulis majalah a+, Karin Wijaya. Mereka harus hafal semua langkah dan hitungan sambil menyesuaikan dengan musik kalau tidak ingin terlihat aneh. Profesi koreografer ini lalu diikuti Doddy Haykel, Denny Malik dan Guruh Sukarnoputera.

Dalam dunia jurnalisme mode, majalah wanita Femina hadir pada tahun 1972. Menurut catatan situsnya, Femina menunjukkan perhatian besar kepada dunia mode sejak edisi keduanya (bulan Oktober) melalui sebuah reportase tren mode 2003 yang ditulis oleh Irma Hadisurya. Selain menghadirkan berita mode dari pusat mode seperti Pierre Cardin, Femina pun menunjukkan apresiasi terhadap mode nasional. Terutama saat Pia Alisjahbana dan Irma Hadisurya mengusulkan Femina mengadakan Lomba Perancang Mode secara tahunan sejak tahun 1979. Dari ajang inilah hingga sekarang banyak disainer baru muncul seperti Chossy Latu, Samuel Wattimena, Carmanita, Edward Hutabarat, dan Stephanus Hamy.

Sementara itu, keterbatasan kesempatan bersekolah mode atau rancang busana di tanah air tak mematahkan semangat mereka yang ingin menjadi disainer. Sebagian melanglang buana ke luar negeri. Harry Dharsono, Poppy Dharsono, dan Iwan Tirta adalah beberapa contohnya.

Boleh dibilang, Iwan Tirta cukup berperan dalam menciptakan karakter mode tanah air yang unik dan kaya tanpa mengabaikan tren mode Eropa. Kepada pengamat mode Muara Bagdja di buku Inspirasi Mode Indonesia , ia menekankan pentingnya memberi unsur barat (technical skill) dan timur (budaya) dalam busana bila seseorang ingin menjadi disainer yang diakui baik di dalam maupun luar negeri. Teorinya memang beralasan, karena Iwan Tirta terkenal hingga ke amerika dan eropa atas kepiawaiannya mengolah batik menjadi produk mode yang berdaya pakai dan modern. Tak melalui busana batik di bahan lycra saja, karyanya merambah ke luar negeri berupa piring bermotif batik saat bekerjasama dengan Royal Doulton. Bahkan disainer sekelas Pierre Balmain pernah meminta izin Iwan Tirta untuk meniru ide sarung rancangannya. Busana-busana Iwan Tirta juga pernah diliput majalah mode internasional Vogue.

Dalam hal high fashion, Harry Dharsonolah yang pertama kali memperkenalkan citarasa tersebut di tanah air pada tahun 1974. Ia lulusan beberapa sekolah termasuk Ecoles de Beaux Arts Paris dan Fashion Merchandising and Clothing Technology di London School of Fashion. Harry tak sekedar merancang busana, ia juga pebisnis handal. Kondisi industri tekstil nasional yang hanya memproduksi polyester saat itu mengharuskannya mendatangi Three Golden Cups, produsen sutra di Shanghai China . Kontribusi Harry Dharsono di panggung mode internasional ditandai pada tahun 1978 ketika rumah-rumah mode bergengsi seperti Carven, Louis Ferraud, Azzaro de Ville dan Lanvin membeli disain-disain tekstilnya. Meski sukses di luar negeri, Harry Dharsono tetap berkiprah di tanah air. Ia membuka Batik Keris dan merancang seragam untuk perusahaan seperti Bank Mandiri, Bali Air dan maskapai penerbangan Australia Anzet.

Hadir pula nama-nama disainer yang menjadikan warisan tekstil bangsa sebagai inspirasi karyanya. Sebutlah Samuel Wattimena, Ghea Panggabean, Edward Hutabarat dan Carmanita. Ghea mempopulerkan kain tradisional seperti kain lurik dalam model pakaian modern seperti kulot dan waistcoat. Ada pula koleksi lain seperti jumputan. Sementara itu. Carmanita mengembangkan batik di bahan jeans dan lycra. Keduanya mencintai dan menganjurkan pemakaian kain tradisional dalam kehidupan sehari-hari.

1990-2008

Tahun 1990-an ditandai dengan isu globalisasi dan internet. Artinya, kemudahan masyarakat mengakses informasi mode dari luar negeri menyebabkan kegandrungan akan budaya barat yang glamour. Glamoritas ini terasa pada karya disainer-disainer yang naik daun di tahun 1990-an. Sebastian Gunawan, misalnya. Setelah menggelar koleksinya yang terdiri atas ballgown dan aneka payet, manik dan kristal, demam kemewahan ala selebritas Hollywood pun mewabah. Kemewahan ini juga terasa melalui gaun-gaun Biyan, Arantxa Adi, Adjie Notonegoro dan Eddy Betty. Hingga akhir 1990-an, persaingan untuk mendapatkan tempat di hati para pecinta mode semakin ketat diikuti semakin banyaknya nama-nama baru, apalagi dengan kehadiran sekolah mode franchisee seperti Esmod dan Lasalle.

Di tahun 2000-an, mode Indonesia semakin kaya akan ide dan inspirasi. Setiap disainer memiliki ciri tersendiri. Adrian Gan, Obin, Kiata Kwanda, Sally Koeswanto, Tri Handoko dan Irsan selalu memukau dengan busana-busana mereka yang sangat bernafaskan seni. Ada juga yang sukses mensosialisasikan busana tradisional sebagai busana modern seperti Edward Hutabarat dan Anne Avantie. Beberapa meraih penghargaan melalui event seperti Indonesian Mercedes Benz Fashion Award dan Harper’s Bazaar fashion Concerto. Ada pula yang ditampilkan melalui film seperti busana Tri Handoko, Sebastian Gunawan dan Didi Budiarjo yang dikenakan Aida Nurmala dalam film Arisan. Namun, ada juga yang lebih sukses di luar negeri seperti Farah Angsana di Paris atau Mardiana Ika dan Ali Charisma di Hongkong.

Dunia mode semakin dinamis. Modeling tak lagi didominasi para pemenang kontes wajah sampul seperti Cover Boy/Girl majalah MODE atau Gadis Sampul. Saat Kintan Oemari dan Ratih Sanggarwati harus jauh-jauh mengetuk pintu-pintu agensi model di Italia beberapa tahun sebelumnya, agensi model internasional seperti ELITE Models mendatangi Indonesia di tahun 1996. Maka terpilihlah Tracy Trinita (pemenang Cover Girl majalah MODE 1995) dan melengganglah ia di panggung peragaan Yves Saint Laurent bersama Naomi Campbell. Agensi model lokal pun disibukkan dengan berubah-ubahnya selera pasar. Terkadang, wajah kaukasia digandrungi sehingga tren model ‘impor’ pun hadir. Pernah pula wajah-wajah oriental menjadi pujaan. Dan saat Alek Wek menghias majalah mode internasional, wajah-wajah dari timur Indonesia pun menghiasi peragaan busana lokal.

Semakin dibutuhkannya berita mode di media mengukuhkan beberapa nama pengamat mode nasional. Muara Bagdja dan Samuel Mulia adalah dua nama yang cukup dihormati atas opini dan kritik mode mereka. Tak ketinggalan barisan penulis mode yang sibuk menganalisa mode mancanegara dan dalam negeri seperti Syahmedi Dean, Ai Syarif, Boedi Basuki, Regina Kencana dan Karin Wijaya. Dan hingga saat ini dua majalah gaya hidup lokal yang menyajikan informasi mode terbaik adalah Harper’s Bazaar Indonesia dan majalah a+.

Kisah perjalanan dunia mode tanah air rasanya tak cukup dimuat dalam kurang dari limaribu karakter program word. Namun dari beberapa gambaran singkat tersebut, setidaknya kita bisa melihat perkembangan yang ada di dunia mode nasional. Dan tanpa kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno 63 tahun silam, sejarah mode Indonesia mungkin tidaklah seperti yang telah dipaparkan.

Scan0083

By Muhammad Reza (087877177869, muhammadreza_ss@yahoo.com)

Untuk saran dan pertanyaan, penulis dapat dihubungi melalui email : muhammadreza_ss@yahoo.com dan telepon/whatsapp di +6287877177869.

MODE EKOLOGI (ECO-FASHION) – 2008

Published in Bandung Advertiser 17-25 Maret 2008, Text: Muhammad Reza, Photos: After Midnite Bag by Vilia Ciputra, Joanne Kitten (VOGAMODA), Dok. Rudy Liem, Rebecca Ing, Muara Bagdja.

Saya pernah memuji motif floral super meriah pada rok longgar bergaya hippie yang dikenakan tetangga. Ia tertawa dan menjawab, “Kan lagi tren eco-fashion, bow…” Menurutnya, eco-fashion itu sekedar mode yang bertema dedaunan dan bunga yang ‘menghijaukan’ mata. Padahal tidak seperti itu. Eco-fashion atau mode ekologi secara umum berhubungan dengan usaha melindungi kelestarian alam, tak hanya melalui pakaian kita.

joannekitten vogamoda
Joanne Kitten (Vogamoda)

Apa dan Mengapa Mode Ekologi?

Rebecca Ing, disainer yang beberapa waktu lalu dengan romantis memadukan sutra dengan tenun Pekalongan, berkomentar mengenai eco-fashion. “Eco-fashion menggunakan bahan ramah lingkungan seperti serat alami atau bahan yang dapat di-recycle dan melalui proses produksi yang dapat dipertanggungjawabkan seperti kondisi kerja yang baik.” Dalam eco-fashion, Rebecca Ing menegaskan kalau model pakaian tersebut tetap gaya.

Pengamat mode nasional Muara Bagdja, memadankan istilah eco-fashion dengan mode ekologi. “Menurut saya, isu terbaru mode ekologi bukan sekedar memakai bahan pakaian alami atau sekedar simbolisasi dengan memakai warna hijau. Isu terbaru mode ekologi di dunia adalah produk mode itu memakai bahan pakaian dari serat organik. Pembibitan pohonnya tidak melalui proses rekayasa genetika atau penggunaan bahan kimia seperti pestisida maupun fungisida. Dan juga, produk mode itu peduli lingkungan sosial; upah layak, tenaga kerja tidak di bawah umur, dan kondisi kerja yang nyaman.” Demikian komentar pria yang tak hanya terkenal melalui kontribusinya di halaman mode majalah terkemuka seperti a+, dewi, atau Cosmopolitan, namun juga mengkoordinir berbagai fashion event dari peragaan busana Oscar Lawalata hingga Mercedez-Benz Asia Fashion Award.

Tahukah Anda bila sehelai pakaian yang dikenakan hari ini mungkin menyukseskan semakin hancurnya ekosistem alam? Lihatlah kapas sebagai contoh. Jangan dikira kapas itu tumbuh alami dengan warna putih bersih. Dari semua kapas yang ditanam, hanya sedikit yang berwarna krem bersih, sisanya mungkin cacat atau kotor. Karena itulah, untuk mendapat warna yang baik dan mempercepat pertumbuhan, industri kapas banyak mencampur pestisida  yang tak hanya merusak kesuburan tanah, namun meracuni para pemetik kapas dan lingkungannya perlahan-lahan. Belum lagi dalam mendapatkan warna yang sesuai, kapas itu dicelup dengan bahan kimia yang beracun.

Kehadiran bahan pakaian sintetis seperti polyester dan nylon pun unjuk gigi sebagai aktor perusak alam. Disainer tas After Midnite, Vilia Ciputra, memaparkan keperkasaan nylon yang dalam proses produksinya melibatkan nitrooksida. Nitrooksida sendiri adalah gas berkekuatan 310 kali lebih kuat daripada karbondioksida dalam menyebabkan pemanasan global.

Mode Ekologi di Indonesia

Kalau di pentas mode dunia, sudah banyak nama dan label yang menerapkan mode ekologi. Levi’s misalnya. Ia baru melansir Levi’s Eco, yakni produk 100% kapas organik. Stella McCartney lain lagi. Ia memperkenalkan produk kosmetik berupa krim pelembab organik yang dinamai Care by Stella McCartney. Sementara disainer Katharine Hamnett membuat tas jinjing yang terbuat dari 100% katun organik dan dicetak dengan tinta berbahan dasar air. Ada pula Giorgio Armani yang menggunakan bambu dan rami.

Bagaimana dengan mode ekologi di Indonesia? Muara Bagdja menganggap mode ekologi belum terlalu diperhatikan walau ada beberapa nama yang mulai kembali memakai bahan serat alam seperti sutra. Tuti Cholid (disainer asal Bandung) dan beberapa perajin batik di Yogya, misalnya.

“Di Bandung sendiri, mode ekologi sudah mulai dilakukan namun belum booming dan membudaya,” ujar Rebecca Ing yang menanggapi mode ekologi secara positif. Mode ekologi juga diterapkan disainer Rudy Liem. Lihat saja gaun rancangannya dari sutra alami warna-warni dengan lipit, atau penggunaan detil bermacam payet alami termasuk bambu pada gaun tulle yang ringan melayang.

Sementara di Jakarta, kalangan muda pun sudah memperhatikan mode ekologi. Lihat saja beberapa koleksi tas tangan After Midnite. Label tas tangan wanita terkini yang ikut meramaikan Bali Fashion Week 2007 kemarin. Vilia Ciputra, disainernya, selalu mengusahakan agar proses pengeringan dan pewarnaan tas berbahan natural ini berdampak kecil terhadap lingkungan. Ia sendiri mengagumi batik ‘daur ulang’ rancangan Ramadani A dari Yogyakarta yang memaknai mode ekologi.

Mode Ekologi Sebagai Solusi Pemanasan Global

“Mode ekologi dapat dianggap sebagai reaksi dari pemanasan global dan bencana alam,” tutur Vilia Ciputra. Ia menambahkan bahwa industri fashion bertanggung jawab dan berusaha melakukan perubahan dengan meningkatkan kesadaran akan lingkungan dengan menerapkan mode ekologi sebagai salah satu solusi.

Muara Bagdja sendiri mengutarakan cara sederhana namun sangat efektif dalam memelihara lingkungan. Contohnya, memakai baju tipis dan tidak berlapis-lapis di musim panas, serta memakai baju tebal di musim dingin untuk mengurangi penghamburan energi melalui pemakaian AC dan pemanas ruangan. Dalam kolomnya di harian Seputar Indonesia, Muara Bagdja pun menganjurkan kita untuk belanja dengan cerdas. Caranya? Bawalah kantung belanja sendiri. Ini akan mengurangi penebangan jutaan pohon untuk produksi kantung kertas dan mencegah semakin rusaknya ekosistem tanah melalui pembuangan kantung-kantung plastik yang tak bisa diuraikan tanah ratusan tahun.

Ada beberapa cara bernafas mode ekologi lainnya yang berkaitan dengan pakaian, yakni perawatan pakaian. Kalau deterjen sudah jadi tokoh utama polusi sungai (sebagaimana kita tahu tapi sepertinya tak terlalu peduli), mari kembali ke cara tradisional dalam membersihkan pakaian seperti yang diungkap situs Natural Health Care. Cucilah pakaian dengan air panas. Lalu bersihkan noda dan keringat dengan jus lemon, borax, atau hydrogen peroxide. Minyak teh hijau juga bisa digunakan (tapi jangan dengan air panas) sebagai antiseptik, antibakteri, antijamur dan antikuman. Karena Anda adalah bagian masyarakat urban yang dalam sehari-harinya hanya berkeringat dan tak berkecimpung dalam lumpur atau berkeliaran di hutan, tentunya noda-noda di pakaian dapat mudah dibersihkan dengan pembersih alami ini. Lalu cara alami menjaga putihnya kain adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari setidaknya selama lima jam.

Muara Bagdja, dalam tulisannya yang berjudul Eco-Fashionista di majalah dewi, mengungkapkan bahwa mereka yang mengenakan atau menerapkan mode ekologi akan memiliki status lebih. Tak hanya sekedar fashionable, produk yang dikenakan pun bermakna lebih tinggi. Dan menurut saya, bila pakaian bisa bercerita tentang kepribadian, ia tentunya akan mengungkapkan sejauh mana kepedulian Anda terhadap lingkungan.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Muara Bagdja, Rebecca Ing, Vilia Ciputra dan Bandung Advertiser.

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email : muhammadreza_ss@yahoo.com atau whatsapp +6287877177869