TEN JARGONS IN MODELING (2011)

Backstage

Bingung dengan jargon dunia modeling di majalah atau kanal khusus mode? Ketahui sepuluh istilah yang sering digunakan dalam bisnis modeling berikut ini.
Teks & Foto: Muhammad Reza

1. Talent Scout
Talent Scout
adalah seseorang yang mampu menemukan potensi pria dan wanita yang dilihatnya (dengan sengaja atau  tak sengaja) untuk menjadi model terkenal. Sarah Doukas adalah salah satu talent scout terkenal karena berhasil ‘menemukan’ Kate Moss.

2. Composite Card dan Portfolio
Setelah bergabung di suatu manajemen/agensi model, seorang model akan memperoleh composite card yang berisi beberapa foto (close up, seluruh badan, tampak samping) berikut data standar tubuhnya meliputi tinggi badan, berat, ukuran baju dan celana, dada, pinggang dan pinggul. Composite card ini adalah versi mini dari portfolio yang memuat kumpulan foto-foto sang model baik yang pernah dimuat di media maupun yang tidak.

3. Booker
Booke
r merupakan profesi di manajemen model yang mencarikan model peluang kerja. Ia akan mengirimkan composite card sang model ke seluruh calon klien (seperti brand, media, atau disainer) dan mencari informasi seputar casting yang akan diadakan. Komunikasi antara model dan booker sangat penting, karena kesalahan jadwal atau keterlambatan adalah kesalahan fatal yang akan membuat sang model menjadi kurang disukai klien.

4. Go See
Go see
merupakan pertemuan ekslusif yang diatur oleh sang booker untuk seorang model dengan klien. Dengan go see, seorang model tak perlu mengantri atau menunggu untuk melamar suatu pekerjaan pada klien. Namun, pertemuan ini tak menjamin sang klien menggunakan jasa model tersebut. Pertemuan ini biasanya digunakan untuk memilih model yang sesuai dengan jiwa atau pencitraan iklan yang diinginkan klien.

5. Casting
Casting umumnya dilakukan pihak rumah mode yang akan melakukan sebuah peragaan busana. Model terkenal biasanya tak perlu mengantri seperti model-model junior yang harus membawa portfolio dan memperagakan cara berjalan. Keputusan sukses tidaknya seorang model mendapat pekerjaan di peragaan ini bergantung pada pertimbangan para casting director.

natali backstage

6. Fitting
Setelah mendapat pekerjaan melalui casting, seorang model akan melakukan fitting(pada hari yang sama atau tidak), yakni pengepasan baju dan percobaan tata rambut dan rias wajah. Bila anda pikir semua baju selalu sesuai dengan tubuh seorang model, anda keliru. Penyesuaian terkadang dilakukan agar pakaian tersebut membalut tubuh model dengan sempurna.

7. Dresser
Dalam peragaan busana, setiap model dibantu oleh seorang dresser, yakni staf yang bertugas membantu model berganti baju atau memasangkan sepatu dan aksesoris lainnya. Kehadiran dresser sangat penting karena proses ganti baju dalam peragaan busana harus dilakukan dengan cepat agar tidak terlambat sesuai urutan ‘jalan’ sang model. Kehadiran dresser ini pun untuk menghindari model salah memakai atau keliru memadankan baju.

8. First Face
First face
adalah model pilihan sang disainer yang dianggap mewakili selera dan pencitraan koleksi sang disainer baik dari penampilan wajah dan tubuh serta cara berjalan. Bagi model baru/junior, menjadi first face tentunya membuat namanya terangkat.

9. Finale
Ini adalah akhir peragaan busana dimana seluruh model berjalan satu persatu untuk menutup peragaan busana.

regina backstage

10. Editorial dan Commercial
Ini adalah dua jenis model dan pemotretan yang berbeda dan tak semua model memiliki kapasitas pada keduanya. Editorial adalah suatu halaman mode yang selalu berusaha menciptakan efek high fashion melalui pemilihan model bertubuh tinggi, kurus dan difoto dengan hasil yang dramatis. Editorial biasanya mengutamakan unsur seni fotografi. Sementara itu, commercial merupakan jenis model dan pemotretan yang ditujukan untuk kepentingan penjualan melalui pencitraan yang gembira dan persuasif. Misalnya foto-foto komersial pasta gigi, produk remaja dan kebutuhan keluarga. Model untuk kategori komersial juga lazim disebut dengan model bertipe “sweet face”.

Advertisements

10 ISTILAH UMUM DI DUNIA FASHION (2013)

Published for official blog of VOGAMODA on January 15, 2013.

By Muhammad Reza (087877177869, muhammadreza_ss@yahoo.com)

https://vogamoda.wordpress.com/2013/01/15/sepuluh-istilah-umum-di-dunia-fashion/

Dalam dunia mode yang dinamis, kita sering mendengar atau membaca beberapa istilah yang tak lazim bagi masyarakat awam. Apa saja dan apa sih artinya? Yuk disimak semua definisinya!

istilah-fsdhion-cover

1. Haute Couture
Haute Couture (baca: ot kutyur) merupakan mahakarya tertinggi dalam dunia mode. Dalam bahasa Indonesia ia dipadankan dengan adibusana. Sebagai wujud kemewahan tertinggi atas produk mode, sehelai adibusana secara ekslusif dibuat sesuai ukuran tubuh pelanggan. Dengan bahan berkualitas terbaik dan tekhnik pengerjaan terjenius dan sarat detil, harga busana berkisar antara ratusan juta hingga miliaran rupiah. Jangan lupakan juga biaya tambahan seperti akomodasi dan tiket penerbangan pribadi karena pelanggan harus beberapa kali melakukan pengepasan (fitting) di ruang kerja sang disainer yang bermarkas di Paris.

2. Ready To Wear
Ready to Wear atau busana siap pakai (busana jadi) merupakan busana massal yang diproduksi dalam berbagai ukuran dan warna berdasarkan satu disain. Busana jadi ini memiliki banyak klasifikasi, dari high fashion yang merupakan busana jadi rancangan disainer papan atas seperti Gucci dan Calvin Klein, street fashion seperti Adidas dan Gap, hingga low end yang melingkupi label-label lokal di pusat perbelanjaan.

3. Costume Jewelry
Costume jewelry merupakan perhiasan yang menggunakan bebatuan tak berharga dan pertama kali diperkenalkan oleh Coco Chanel. Alih-alih memadankan busana rancangannya dengan perhiasan berlian dan mutiara asli, ia memilih menjuntaikan tiga lilit kalung mutiara imitasi. Costume Jewelry merupakan alternatif penggunaan perhiasan berharga seperti berlian, rubi dan batu mulia lainnya. Dengan costume jewelry, risiko kerugian karena perhiasan hilang atau dicuri menjadi kecil.

4. Fad
Fad adalah suatu tren mode yang usianya sangat singkat, minimal semusim (tiga bulan). Contoh fad yang pernah terjadi adalah turban ala Prada, dan kacamata belalang ala Paris Hilton yang kini jarang terlihat lagi di jalanan.

5. Knock Off
Knock off, meskipun berkonotasi negatif, membuat seorang disainer atau label menjadi trend setter. Knock off sendiri adalah produk-produk yang meniru suatu rancangan dari disainer atau label terkemuka. Contohnya bisa dilihat di toko-toko pakaian beberapa tahun silam. Saat DSquared2 dan Vivienne Westwood menggunakan tartan untuk celana dan rok, garmen-garmen lokal pun menyetok toko-toko lokal dengan produk serupa. Knock off, bagaimanapun juga, menghidupkan roda ekonomi bisnis mode.. Konsumen bisa menjangkau tren mode, dan produsen mendapat keuntungan dari pembelian musiman tersebut.

6. Avant Garde
Bayangkan busana-busana rancangan Adrian Gan dan Irsan. Itulah contoh busana bernafas avant garde yang inovatif dan eksperimental dalam disain dan tekhnik pengerjaan. Busana avant garde menembus batasan konvensional akan kelaziman berbusana dan menciptakan bentuknya sendiri yang secara awam dipandang eksentrik, aneh dan hanya pantas dikenakan di panggung peragaan busana. Namun tak selamanya busana avant garde tak berdaya pakai. Koleksi busana rancangan Irsan misalnya, meski avant garde tapi tetap terlihat cantik saat dikenakan wanita.

7. Muse

Muse merupakan persona yang menjadi sumber inspirasi seorang perancang. Dengan kata lain, seorang perancang akan menciptakan berbagai busana yang dianggapnya sempurna untuk dikenakan sang muse dalam berbagai kesempatan. Alasan memilih seorang muse pun beragam dan personal. Di Indonesia ada Ghea Panggabean yang menjadikan kedua putrinya sebagai muse, sementara di Paris,muse mendiang Yves Saint Laurent merupakan disainer perhiasan Loulou de La Falaise dan mantan aktris Catherine Deneuve. Siapa pula yang tak kenal Amanda Harlech yang menjadi konsultan sekaligus muse Karl Lagerfeld.

8. First Look dan First Face
Dalam suatu peragaan busana, first look dan first face merupakan gambaran umum secara keseluruhan koleksi yang akan diperagakan. First Look merupakan suatu busana yang disainnya menerangkan seluruh konsep koleksi busana dengan jelas, melalui warna, model hingga bahan. Sementara itu, first face merupakan seorang model yang dianggap paling pas menjiwai tema atau konsep busana yang dipersembahkan baik melalui penampilan fisik dan cara berjalan. Seorang model junior akan terangkat karirnya bila dijadikan first face karena hal ini membuatnya dikenal lebih cepat di media mode.

9.Buyer dan Consumer
Buyer dan consumer seringkali disalahartikan. Buyer merupakan seorang perwakilan dari perusahaan ritel yang bertugas memilih busana-busana rancangan disainer atau label terkemuka untuk dijual (tentunya dalam jumlah yang banyak). Oleh karena itu, saat anda berbelanja di Debenhams atau Metro, misalnya, produk yang disajikan adalah pilihan seorang buyer. Besar-kecilnya keuntungan sebuah perusahaan ritel ditentukan oleh kredibilitas seorang buyer yang memiliki selera mode yang sesuai dengan pangsa pasar dan mampu meramalkan produk-produk mode yang akan diinginkan para pengunjung ritel tersebut. Berbeda dengan buyer, consumer merupakan pembeli produk mode yang digunakan untuk keperluan sendiri.

10. Personal Shopper
Personal shopper merupakan profesi baru yang sesungguhnya sudah ada sejak awal abad 20 di Eropa namun masih asing di Indonesia. Personal shopper merupakan seseorang yang berprofesi layaknya fashion stylist (penata gaya) pribadi yang bekerja dengan memilihkan produk-produk mode untuk kliennya. Sebelum berbelanja, seorang personal shopper akan menganalisa sang klien melalui proporsi tubuh, warna kulit, selera berbusana, gaya hidup dan keuangan. Cara bekerja personal shopper berbeda-beda. Ia bisa berbelanja bersama sang klien atau berbelanja sendiri. Umumnya ia juga memiliki look book (buku berisi banyak foto padu padan busana) yang digunakan untuk membaca selera mode sang klien. Jasa personal shopper memiliki tarif berbeda-beda. Ada yang berdasarkan durasi/waktu yang dihabiskan bersamanya, atau komisi sekian persen dari total pembelanjaan.

Nah, dengan penjelasan istilah-istilah fashion di atas, semoga kamu tidak bingung lagi, VOGAMODERS… Sebenarnya masih ada banyak istilah dalam dunia mode. Tapi jangan khawatir, VOGAMODA akan merangkumnya untuk kamu di artikel yang akan datang.  Mudah-mudahan artikel ini membuat pengetahuan fashionmu semakin up to date dan memperluas wawasan. Stay lovely and smart, ladies… Love. VOGAMODA.