FASHION ICON

 Tulisan ini dibagi dalam tiga bagian; mengetahui makna fashion icon, mengenali beberapa contoh mereka, dan memetik manfaat dari pengetahuan tersebut. Ohya, tulisan ini juga dibuat tahun 2008 (dengan penyesuaian pagi ini). Sehingga referensi fashion icon yang digunakan hanya hingga 2008. Untuk foto, mungkin sedikit membingungkan karena foto fashion icon yang ditampilkan tidak sedang mengenakan gaya yang selalu diidentikkan dengan dirinya. Sesekali lihat mereka berbeda boleh, kan?

Oleh Muhammad Reza

 Kamu siapa, Fashion Icon?

Saya pernah menemukan kejanggalan dalam suatu tayangan  ulasan gaya hidup di sebuah stasiun televisi lokal. Narator mengatributkan seorang wanita sosialita lokal yang modis dengan fashion icon.

Menganggap seseorang yang modis dan menarik sebagai fashion icon sah-sah saja. Bila seorang  penyanyi selalu berbusana sesuai tren mode terkini, maka banyak yang menamainya fashion icon. Bila ada seorang aktris yang gaya rambutnya kerap terlihat mengikuti tren terkini, ia juga digelari yang sama. Apakah fashion icon sama dengan modis atau fashionable?

icon vogue 1920 wartime wardrobe
source : vogue.com

Fashion icon adalah acuan atau patokan sebuah pencitraan melalui dandanan .  Jadi, ia tak hanya pencitraan yang diperoleh melalui padu padan pakaian, namun juga sebuah kepribadian yang kuat. Bahkan, fashion icon itu berskala global. Jadi, bila masyarakat di ujung kota New York atau Paris mengenal dan menjadikan gaya berpakaian Anda yang khas sebagai acuan atau inspirasi berbusana, maka bisa saja  sebutan fashion icon mampir pada diri Anda.

Kamu Seperti Apa, Fashion Icon?

Ada beberapa nama besar yang hingga saat ini menjadi fashion icon; para wanita yang mempengaruhi pikiran jutaan wanita lainnya saat berbelanja baju atau saat merias wajah. Beberapa diantaranya; Marylin Monroe, Grace Kelly, Ali McGrow, Cher, Farrah Fawcett, Jean Harlow, Marlene Dietrich, Katherine Hepburn, Louise Brooks, Babe Paley, Madonna, Audrey Hepburn, Duchess of Windsor (Wallis Simpson), Isabella Blow, Jackie O dan Kate Moss.

Setiap persona yang digelari fashion icon mewakili sebuah kepribadian yang terwujud dalam gaya berbusana. Contohnya, seksi akan menghubungkan pikiran kita dengan  Marylin Monroe yang berambut pirang dan bergaun dengan garis leher sangat rendah. Selain itu, keanggunan akan mengingatkan kita pada Audrey Hepburn dengan tatanan rambut cepol (bun hairdo) yang sederhana dalam balutan little black dress atau Capri pants. Tambah lagi, jiwa muda yang personal melalui Kate Moss dengan padu-padan busananya yang bebas tanpa terikat rekomendasi tren mode.

Meski ada beberapa nama besar yang menjadi fashion icon hingga kini, namun hanya ada enam tokoh yang cukup mewakili. Ini karena cara berpakaian mereka yang terkenang dan paling mudah ditiru dalam kehidupan sehari-hari masa kini.

Marylin Monroe

icon monroe lundici
source : http://www.lundici.it

Marylin Monroe selalu identik dengan citra seksi. Gaun yang membalut tubuh sintal dengan penegasan di bagian dada, bedak tebal dan bibir tersapu lipstik merah, serta rambut pirang merupakan ciri khas sang ikon.

Lama sesudah kematiannya, look ini masih tetap diadopsi oleh banyak wanita dan disainer. Madonna, Sharon Stone, Christina Aguilera, Gwen Stefani hingga Scarlett Johansson sempat beramai-ramai menjadi kloningnya. Disainer seperti Marciano untuk Guess dan couturier Zuhair Murad pun tak ketinggalan beberapa kali merias wajah dan rambut para modelnya menyerupai perempuan bernama asli Norma Jeane Baker Mortensen itu.

Gaun halter neck dan longdress yang memamerkan daya tarik seks adalah pakaian wajib di lemari bila penampilan ingin dianggap ‘menawarkan sensualitas’ seperti Marylin. Entah untuk memuaskan ego terhadap pembuktian diri atau sekedar untuk memperoleh rasa kagum.

Audrey Hepburn

icon audrey
source : http://www.glamour.com

Saksikan film Breakfast at Tiffany’s dan anda akan memahami citra yang ditampilkan Audrey Hepburn. Film ini memaparkan secara keseluruhan gaya berbusana pribadi anggun berkelas. Melalui film ini, Audrey adalah manifestasi penampilan wanita cantik, cerdas, anggun, dan mahal, terlepas dari simpang siur kejelasan profesi tokoh yang diperankannya dalam film tersebut.

Diluar penampilan dalam sinema pun, Audrey Hepburn berbusana nyaris serupa dan menunjukkan bahwa seorang wanita tetap menarik tanpa harus mengumbar tubuh seperti aktris besar pada masa jayanya. Kunci dalam gaya berbusana ala Audrey Hepburn terletak dalam kesederhanaan model busana seperti little black dress ala Chanel dan busana-busana rancangan Givenchy (di masanya).

Audrey juga membuat tata rambut bergaya pony tail dan cepol (semacam sanggul kecil) digemari dan melejitkan gaya kasual yang ringkas dan segar melalui celana Capri dan sepatu bersol datar.

Marlene Dietrich

icon dietrich vogue fr
en.vogue.fr

Sebenarnya gaya berbusana Marlene Dietrich agak mirip dengan Katherine Hepburn bila dikaitkan dengan gaya tomboy dan androgini. Keduanya terkenal mengenakan pant suit atau setelan jas dengan celana panjang. Marlene Dietrich mempopulerkan pemakaian vest, blazer dan palazzo, celana panjang yang cukup gombrang hampir menyerupai rok. Ia pun mempopulerkan pemakaian topi fedora untuk wanita yang sebelumnya hanya dikenakan pria. Salah satu gaya Marlene yang semakin menguatkan citra tomboynya adalah dirinya yang kerap terpotret dengan cerutu. Tak heran, Madonna, Britney Spears, Elle MacPherson, Catherine Deneuve, Gwen Stefani, dan ratusan selebriti modis lainnya pernah bergaya ala Marlene Dietrich. Ohya, jangan lupakan alis Dietrich yang begitu ikonik sehingga menjadi referensi tata rias wajah hingga kini.

Jackie O

icon jackie
source : http://www.pinterest.com

Jaqueline Kennedy Onassis atau terkenal dengan sebutan Jackie O adalah personifikasi wanita amerika ideal. Ataukah ia yang menginspirasi mereka? Terkait dengan statusnya sebagai ibu Negara di masa membaiknya kesetaraan gender dalam dunia pekerjaan di dunia, penampilan Jackie O menjadi acuan untuk tampilan ke tempat kerja hingga pesta resmi.

Pakaian wajib yang menjadi ciri khasnya adalah boxy jacket dan tweed jacket yang dipadankan dengan rok selutut. Namun aksesorinya yang menjadikan Jackie begitu ikonik dalam referensi mode. Apalagi kalau bukan kacamata super besar yang dikenal dengan kacamata belalang atau kacamata Jackie O. Madonna, Chloe Sevigny,  hingga Nicole Richie dan Paris Hilton berkali-kali dijepret juru foto meneruskan pesona asesori sang ikon meskipun pencetus gaya tersebut telah tiada.

Duchess of Windsor

icon wallis
http://www.kpbs.org

Wallis Simpson atau Duchess of Windsor adalah seorang wanita Amerika yang gaya berbusananya sama kondangnya dengan statusnya sebagai istri Edward VIII dari kerajaan Inggris. Ia suka berbusana untuk tampil beda. Ia juga menggemari perhiasan yang berani dan tidak biasa.

Saat Coco Chanel mempelopori costume jewellery atau perhiasan imitasi, Duchess of Windsor memakainya sehingga jenis perhiasan itu semakin populer. Duchess of Windsor juga terkenal mengenakan sepasang anting mutiara yang bertentangan warnanya (salah satu berwarna putih dan lainnya hitam).

Mungkinkah status sosial memberinya hak melangkahi aturan-aturan konvensional mode? Bagaimanapun juga, ia mengilhami khalayak mode untuk berdandan sebebas dan sekreatif yang kita inginkan.

Kate Moss

icon kate moss
source : http://www.vogue.com

Kate Moss adalah fashion icon termuda dan paling berpengaruh saat ini. Bila fashion icon lain kerap diidentifikasi pada satu pencitraan, Kate Moss lebih majemuk menjadi siapapun yang ia inginkan. Ini tentu tak lepas dari profesinya sebagai model yang terbiasa memberi nafas kepada setiap busana yang ia kenakan.

Kate Moss dikenal mengangkat derajat pasar busana bekas yang awalnya berkesan ‘hippie’ menjadi naik kelas, hip dan trendi di dunia mode. Penampilannya membuat vintage menjadi berterima di dalam derasnya arus tendensi mode.

John Galliano pernah berkomentar bahwa Kate Moss bisa mengenakan busana apa saja, buatan tahun kapan saja, dan busana itu menjadi terlihat modern. Ini karena personality Kate lebih kuat dibanding semua atribut yang dikenakannya. Sehingga saat ia berbusana, kita hanya melihat pesona seorang Kate Moss. Gayanya yang terkenal adalah gaya rockn roll chic dan heroin chic meliputi skinny jeans, atasan-atasan yang unik, kacamata hitam dan sepatu boots.

Secara umum, Kate Moss mempopulerkan padu-padan busana buatan disainer dengan baju bekas tak bermerk dari pasar baju loak.

Apa Faedahnya?

Keenam wanita tersebut merupakan fashion icon terbesar, menurut penulis, setidaknya hingga 2008. Mereka berkontribusi dalam menentukan gaya berbusana para wanita hingga saat ini.  Tentunya masih ada nama-nama lain yang pantas dinobatkan sebagai fashion icon. Namun, keenam wanita ini memiliki pengaruh terbesar. Tak saja menginspirasi para disainer, namun juga menjadi acuan setiap wanita di kala menentukan busana apa yang akan dikenakannya.

Akhirnya, perkenalan dengan fashion icon, tokoh-tokoh luar biasa ini, bisa kita ambil manfaatnya sesuai kebutuhan masing-masing. Tak usah rumit-rumit dalam memetik dan menerapkan faedah tulisan ini. Saya akan berikan tiga contoh sederhana.

Contoh pertama manfaat mengetahui perkara keenam fashion icon ini adalah seperti berikut. Kalau suatu saat Anda ditawari salah satu gaya dari keenam wanita ternama tersebut  oleh personal shopper, sales assistant atau  hairdresser, para profesional ini dan Anda sudah memiliki pemahaman yang sama. Hal serupa berlaku bila Anda ditawari gaya fashion icon yang tak disebutkan disini. Yah, ini hanya sekedar pengetahuan saja sehingga risiko salah gaya apalagi komplain, penyesalan, dan buang-buang waktu pun terhindari.

Selain itu, meskipun kita sangat tidak dianjurkan menilai buku dari sampulnya, gaya berbusana memberi kita sedikit kata pengantar mengenai kepribadian kenalan baru yang memiliki gaya menyerupai salah seorang dari keenam fashion icon tadi. Sebagian dari kita cenderung meniru, termasuk meniru gaya berpakaian, para panutan atau tokoh yang dikagumi. Ini membantu kita dalam memahami dan menyesuaikan cara kita berkomunikasi dengan mereka (mungkin Anda mengerti maksud saya, dengan tetap menjunjung tinggi kesopanan dan sikap saling menghormati).

Contoh sepele lainnya, saat anda menemukan pengungkapan mengenai fashion icon atau pembicaraan yang mereferensikan gaya keenam wanita yang telah disebutkan tadi baik di percakapan sehari-hari atau melalui tayangan atau bacaan, Anda sudah menghemat waktu dan kuota internet Anda. Tak perlu google lagi. Apalagi sampai mengalami miskomunikasi karena salah interpretasi.

Ups, saya lupa menambahkan ulasan mengenai kepribadian para fashion icon disamping memaparkan gaya khas (signature look) mereka. Sesaat ingin saya edit dan tambahkan lagi sebelum dipublikasi. Namun, menurut saya sudahlah cukup sampai disitu saja. Bukankan kebanyakan dari kita cenderung sudah merasa cukup memahami dan/atau menilai sesuatu dari apa yang kita lihat saja? Apalagi bahasan kita disini, kan, cuma fashion. 

Mungkin tulisan mengenai fashion icon ini akan dilanjutkan lain waktu dengan sudut pandang yang berbeda. Terimakasih sudah repot-repot membacanya. Mohon maaf bila ada kekurangan. Semoga bermanfaat. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s