FILOSOFI DAN 9 TIPS BUSANA ANAK-ANAK (2008)

Text & Photos: Muhammad Reza. Published in Bandung Advertiser July 2008

Siapa yang tak ikut senang melihat gembiranya anak-anak saat bermain bersama teman-teman atau sanak saudaranya?  Namun ,terkadang kening ini bisa mengernyit saat memperhatikan hasil dandanan sang ibu pada anaknya, terutama anak perempuan. Sedikit heran saja kalau memperhatikan anak-anak perempuan, baik yang masih balita hingga usia pra remaja (kurang dari limabelas tahun),  berpakaian layaknya perempuan seusia ibunya. Atasan halter ketat? Rok mini berbahan kulit? Kitten heels? Apa yang dipikirkan sang ibu saat mendandani peri kecil ini? Tanpa berniat mengkritik (apalagi menghakimi), izinkanlah saya berbagi saran. Saya yakin, para ibu selalu menginginkan yang terbaik bagi putera-puterinya, termasuk dalam hal berbusana.

filosofi2

Christian Lacroix pernah berkomentar kepada majalah W. Menurutnya, sebagian besar inspirasi perancang banyak dipengaruhi pengalaman visual saat kanak-kanak. Pengalaman inilah yang menjadi fondasi ‘citra’ busana-busana rancangan mereka. Sebagaimana Gianni Versace yang selalu menciptakan kesan glamour dan seksi berkat masa kecilnya yang terbiasa mengagumi dandanan para pelacur di lingkungan tempat tinggalnya, atau Vivienne Westwood yang ‘memberontak’ dengan gaun-gaun inovatif dan tak lazim yang terinspirasi pengalamannya sebagai bagian komunitas punk di masa remaja.

Menurut saya, opini Christian Lacroix ini pun berlaku pada masyarakat pengguna produk mode awam seperti kita. Sadar atau tidak, gaya dandanan Anda saat ini dipengaruhi sosok-sosok yang Anda kagumi di masa kanak-kanak dan pubertas. Yang mengidolakan Lady Diana mungkin akan mengadopsi gaya sederhana dan anggun dari mantan calon ratu Inggris ini. Sementara pengagum Kate Moss akan setia dengan paduan busana ekletik dan bohemian. Penggemar Madonna? Tentunya cenderung mengikuti filosofi dandan sang material girl yang seksi, trendi, dan berani tampil beda.

Coba lihat idola anak-anak Anda saat ini. Siapa yang selalu merajai hatinya? Apakah Carrie Underwood yang relatif sopan dan aman dari cercaan para fashion police? Atau Britney Spears yang sangat kreatif dalam melangkahi semua aturan berbusana hingga terlihat vulgar dan tak lazim? Mungkin terdengar klise, namun secara psikologis, gaya berbusana tak sekedar copy-paste dari panggung peragaan mode ke lemari baju. Gaya berbusana pun merupakan kombinasi reka ulang secara tanpa sadar dari persona yang meinginspirasi di masa kecil dan bagaimana orangtua membiasakan (baca:mendidik) anak dalam memilih baju yang pantas untuk dikenakan ke luar rumah.

filosofi1cover

Beberapa hal dasar yang penting untuk diingat dalam memilih baju anak-anak adalah sebagai berikut.

  1. Utamakan kesopanan. Anda harus membiasakan anak-anak menjaga kesopanannya dalam berpakaian. Memakai kaus singlet atau hot pants mungkin sah-sah saja di dalam rumah, namun jangan biarkan ia membiarkan sebagian kulitnya telanjang saat bepergian. Meskipun masih kecil, ia harus dilatih untuk menutupi bagian tubuh yang suatu saat akan menjadi daya tarik seksual.
  2. Perhatikan bahan pakaian. Katun, linen, wol dan bahan-bahan natural lainnya paling sesuai untuk mereka karena menyerap keringat dan memudahkannya bebas bergerak. Jauhkan anak-anak dari bahan sintetis seperti lurex atau nilon yang hanya membuatnya gerah karena proses penguapan keringat terhambat.
  3. Ceriakan penampilan mereka.  Simpan warna-warna gelap seperti merah marun atau hitam di lemari. Semburkan keceriaan melalui warna pastel dan vibran seperti kuning, biru langit atau merah jambu. Bila ingin anak-anak ‘menjadi lebih lembut’, kenakan baju-baju berwarna pastel. Percayalah, mood  mudah terpengaruh oleh warna.
  4. Dandani mereka sebagai anak-anak. Beberapa produsen busana anak menerapkan model pakaian orang dewasa pada anak-anak seperti rok kulit ketat atau boots berhak tinggi. Jangan biarkan pakaian seperti itu menyetuh kulit tubuh anak anda! Apalagi memakaikan kosmetik. Berdandan jauh lebih muda atau lebih tua dari umur sebenarnya adalah fashion faux pas yang umum.
  5. Waspadai ornamen pakaian anak. Model-model sederhana seperti kaus oblong, celana denim, kapri, celana pendek, kardigan dan jaket bisa menjadi bergaya dengan detil-detil unik seperti renda, sulam atau pita. Hati-hati terhadap detil yang ‘berbahaya’ seperti manik-manik atau studs bisa melukai kulitnya atau tertelan.
  6. Tak perlu menghamburkan uang untuk busana anak-anak yang terlalu mahal. Tubuh anak-anak berkembang dan alangkah sayangnya bila dalam waktu singkat jaket dan kardigan kasmir yang mahal itu tak terpakai lagi. Konsep investasi demi pemakaian busana dalam jangka panjang  lebih cocok diterapkan setelah  dewasa.
  7. Sediakan setelan suit katun untuk anak laki-laki atau gaun berlengan dengan bahan mewah seperti sutra atau sifon untuk anak-anak. Mereka membutuhkannya untuk menyeimbangi penampilan anda di undangan pesta yang resmi.
  8. Aksesori yang wajar. Anak-anak sebaiknya tak usah banyak mengenakan asesori, apalagi perhiasan logam mulia dan batu permata. Biarkan teddy bear menjadi asesori sekaligus teman bermain mereka.
  9. Kenalkan kualitas pada anak-anak, bukan merk. Mengenakan produk fashion bermerk dengan pertimbangan jaminan kualitas memang dianjurkan, namun jangan tanamkan kepercayaan diri dan gengsi anak melalui benda-benda bermerk. Hal itu justru akan membuat dirinya menjadi korban mode saat besar nanti. Tanamkan konsep apresiasi terhadap kualitas produk fashion bermerk pada anak-anak, bukan untuk mengasosiasikan citra dirinya pada benda bermerk.

Anda tentu memahami bahwa mode adalah bagian dari gaya hidup yang mencerminkan budaya. Oleh karena itu, berikanlah gaya hidup yang wajar dan sehat sekaligus tanamkan budaya yang bermartabat bagi anak-anak Anda melalui caranya berbusana sejak dini.

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email : muhammadreza_ss@yahoo.com dan whatsapp : +6287877177869

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s