PERJALANAN MODE ANAK-ANAK (2008)

Teks: Muhammad Reza 

Published in Bandung Advertiser July 2008 

Mode anak-anak merupakan fragmen yang tak terpisahkan dari dunia mode yang dinamis. Sebagai bagian kebudayaan, ia berevolusi mengikuti perubahan sosial dan teknologi. Perjalanan mode anak-anak sejak awal kelahiran dunia mode hingga saat ini akan digambarkan secara singkat dalam Bandung Advertiser edisi khusus anak-anak ini.

 marie antoinette 1

Mode anak-anak memang bukan sesuatu yang baru atau asing. Sejak masa kejayaan Marie Antoinette yang diakui sebagai kelahiran dunia mode, anak-anak memiliki tren mode tersendiri. Selama abad delapan belas, setelah melalui masa-masa bayi (dimana mereka berpakaian secara uniseks), anak-anak didandani dengan model pakaian seperti orang dewasa. Perbedaannya hanya terletak pada pemakaian pantalon di dalam rok dan panjang rok anak perempuan yang bisa dijadikan acuan usia. Rok anak perempuan berusia enam belas tahun sebatas mata kaki, usia empat belas tahun sebatas betis, sementara usia dua belas tahun ke bawah sebatas lutut. Pakaian anak-anak berbahan sutra pun sempat naik daun yang berfungsi menghubungkan anak-anak dengan komunitas bangsawan, sekaligus membedakannya dengan anak-anak rakyat jelata yang hanya mampu berpakaian katun dan wol.

Saat revolusi Perancis meletus dan permaisuri Josephine mempopulerkan empire line, anak-anak perempuan pun dibebaskan dari himpitan korset. Mereka berlarian dengan lepas mengenakan pakaian katun ringan yang pada masa revolusi industri marak diproduksi.

Tren berikutnya adalah apron yang dipopulerkan di era Victoria dan Edward. Tak hanya berfungsi menjaga kebersihan, apron juga menjadi media pamer dekorasi sulam atau lace yang mewah.Beberapa tren yang berusia singkat pun mewarnai perjalanan tren busana anak-anak seperti pemakaian bahan tartan, ragam topi dan hiasan kepala seperti pita, hingga gaya pelaut. Setelah kedua era tersebut, tren baju anak-anak kembali menyerupai busana dewasa.

Mode anak-anak semakin memiliki ciri khas dengan laju waktu, khususnya di abad duapuluh. Dunia mode berkembang dan bergerak cepat dengan pertumbuhan rumah-rumah mode seperti Chanel dan Lanvin, serta publikasi melalui majalah-majalah mode sekelas Vogue dan Der Bazaar.

mode anak shirley t

Hadirnya bisnis hiburan seperti film menciptakan ikon-ikon mode yang membantu peredaran sebuah gaya, termasuk gaya berbusana anak-anak. Gaya berbusana anak-anak yang paling terkenal pada saat itu melibatkan bintang film cilik Shirley Temple. “Shirley Temple mempunyai pengaruh yang sangat besar pada industri mode anak-anak. Setiap ibu (di masa itu) menginginkan putrinya terlihat seperti Shirley, berbalut gaun pendek yang melambai dan berambut ikal,” ujar Gini Stephens Frings dalam buku berjudul Fashion from Concept to Consumer. Munculnya televisi pun mempercepat perputaran tren mode baju anak-anak. Apa yang dikenakan aktor dan aktris cilik di layar kaca segera ditiru. Baju anak-anak selanjutnya menjadi komoditi industri. Baju-baju siap pakai diproduksi besar-besaran dan ditawarkan di pusat-pusat perbelanjaan. Majalah Vogue pun merilis Vogue Bambini, yang mengundang penerbit lain membuat majalah serupa.

 Setelah aksi pembakaran kutang wanita di tahun 1960-an, kebebasan sepertinya menjadi tema utama dunia mode, termasuk mode anak-anak. Celana pendek dan kaus t-shirt dengan warna-warna menyolok sesuai tren warna-warna burung merak pun membahana. Anak-anak juga diajarkan untuk lebih sering aktif bergerak dengan dipopulerkannya olahraga bersepeda, bersepatu roda, dan skateboard hingga era tahun 1980-an.

mode anak fullhouse

Mode anak-anak kemudian menikmati kemakmuran di tahun 1980-an saat kondisi ekonomi dunia sedang menanjak. Saat orangtuanya berlomba-lomba bergaya “dress to impress” dengan balutan baju disainer dan perhiasan emas, anak-anak pun merasakan helai demi helai benda-benda bermerk di tubuhnya. Saat Prada sukses membuat orang dewasa mengincar tas sandang dari nilon dengan logonya yang cukup besar, anak-anak pun tak ketinggalan. Film Clueless yang dibintangi Alicia Silverstone menggambarkan kebutuhan anak-anak dan pra remaja akan barang mode bermerk di era 1990-an. Kebutuhan yang serius akan mode di kalangan anak-anak juga ditampilkan dalam film The Clique yang diproduksi Tyra Banks pada 2008. Para disainer dan brand papan atas akhirnya melirik pasar baru yang cukup menjanjikan; anak-anak.

mode anak the clique

Hingga saat ini, disainer dan label busana internasional berbondong-bondong meluncurkan label busana untuk anak-anak. Beberapa contohnya adalah Matthew Williamson yang merilis koleksi Butterflies, Little Marc dari Marc Jacobs, Ralph Lauren Children’s Wear, Crewcuts dari J.Crew hingga Dolce & Gabbana yang menyajikan D&G Junior.

 Bagaimana dengan perjalanan mode anak-anak di tanah air? Di Indonesia, tigapuluh tahun silam ibu-ibu di Bandung dan Jakarta mungkin sudah puas dengan menjahit sendiri atau membeli pakaian anak-anak yang diproduksi garmen secara massal. Sekarang, mereka pun berkesempatan memakaikan pakaian ekslusif rancangan disainer nasional pada anak-anaknya, meski disainer yang tersedia untuk koleksi anak-anak tak seabrek-abrek seperti di luar negeri. Beberapa disainer lokal yang menggarap koleksi anak-anak tersebut adalah Sofie dan Sebastian Gunawan dengan label Bubble Girls.

 Di Indonesia, brand high fashion untuk anak-anak hanya dikerjakan oleh segelintir disainer. Hal ini bersinggungan dengan faktor ekonomi. Bagi disainer, bersaing dengan garmen-garmen lokal tentunya tidak mudah. Harga sepotong busana buatan disainer tentunya tak bisa disamakan dengan harga produk garmen. Selain disainer umumnya hanya menggunakan kain yang terbaik (sehingga lebih mahal), kualitas pengerjaan dan ekslusivitas rancangan tentu membuat nilainya berlipat-lipat dibandingkan baju buatan garmen yang dijahit dengan mesin Yuki. Oleh karena itu, industri high fashion nasional untuk anak-anak tidak spektakuler geraknya seperti industri high fashion dewasa.

Untuk saran dan pertanyaan, silakan email: muhammadreza_ss@yahoo.com dan whatsapp +6287877177869

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s