RESORT WEAR – BUSANA PLESIR (2008)

Text: Muhammad Reza
Photographer: M. Shanti (untuk busana Andy Saleh), Photo : Joanne Kitten (Vogamoda), Muhammad Reza (CENTRO Fashion Festival), Published in Bandung Advertiser 2008.

Pernahkah terpikir kalau sehelai busana bisa membuat pikiran anda lebih santai seolah-olah sedang berlibur? Sebagai fashion therapy, resort wear atau busana plesir membawa energi positif dengan kesan santai yang ditampilkannya.

Asal-Usul Resort Wear

Fashion dan tekhnologi memang tak bisa dipisahkan. Kemajuan teknologi melalui penemuan alat transportasi yang semakin canggih memudahkan manusia memperluas cakrawalanya dengan berplesir ke berbagai tempat di penjuru dunia. Gaya hidup ini pun berimbas pada industri mode. Kebutuhan sandang tak lagi sekedar busana musim panas atau musim dingin, namun juga busana untuk musim liburan; resort wear.

Resort wear lahir setelah berakhirnya era Victoria dan bertahtanya raja Edward VIII. Raja Edward berpembawaan santai dan melonggarkan kerahnya saat memegang kekuasaan. Ia mempopulerkan perjalanan dengan kapal yacht-nya ke negara-negara kecil di Mediterania dan Bahama, suatu aktivitas yang tak bisa dilakukan banyak orang di masanya. Sudah jadi pengetahuan umum bila hal yang langka setali tiga uang dengan harga yang mahal. Di era Edwardian, bepergian menggelapkan kulit dengan kapal yacht di negara-negara tropis nan jauh menjadi simbol kemewahan . Ini pembuktian kalau mereka cukup mapan untuk bisa mengakomodasi liburan ke  tempat-tempat eksotis di penjuru dunia.

edward
King Edward III & Wallis Simpson

Reaksi pelaku fashion terhadap tren gaya hidup baru di masa itu tentulah tak jauh dari busana dan asesori.  Untuk kebutuhan gaya hidup baru itu pula, dirancanglah busana khusus berplesir yang fungsional; nyaman, gaya dan memungkinkan kesenangan menggelapkan kulit.

Sebelum bathing suit dilempar ke masyarakat dua dekade kemudian, para wanita hanya mencoklatkan wajah dan lengannya. Ini disebabkan norma kesopanan yang berlaku. Maka diciptakanlah resort wear yang mirip maxi dress ; berupa gaun katun longgar yang ringkas.

wallis
Wallis Simpson

Melalui evolusi fashion yang digerakkan disainer pionir Coco Chanel dan Jean Patou, serta para feminis, perempuan mulai membiarkan keliman gaunnya memendek. Hingga saat itu, gaun-gaun mini ini lebih berterima di daerah pantai walaupun di West Palm Coast ada polisi yang khusus mengawasi kesopanan busana pantai. Seiring waktu dan perubahan pola pikir masyarakat, gaun-gaun yang dibuat untuk keperluan resort ini menjadi hal yang lumrah dan selanjutnya dibawa ke ruang publik yang lebih luas. Sekarang, resort wear malah menjadi kabur maknanya karena gaya berbusana ini tak hanya terlihat di daerah wisata seperti Bali atau St. Tropez, tapi juga di mal atau kampus-kampus di perkotaan.

Resort Wear Kini

Seperti apa tampilan resort wear yang ideal? Coba lihat majalah-majalah gaya hidup luar negeri yang suka memuat foto-foto selebritas berlibur. Kimora Lee Simmons di Cannes, Elle MacPherson di Nice, atau Beyonce Knowles dan Jay-Z di St Tropez. Majalah-majalah mode sengaja mengirim juru fotonya untuk menyoroti pesohor disana. Tujuannya? Agar pecinta mode di ujung dunia tahu seperti apa tren resort wear yang sedang digandrungi.

resort centro 1
CENTRO Fashion Festival

Ada permintaan, pasti ada penawaran. Resort Wear selanjutnya memiliki tempat di blantika fashion. Koleksi busana tak sekedar musim semi, gugur, panas atau dingin. Para perancang kelas dunia melansir koleksi khusus berlibur. Ada koleksi cruise dari Gucci, Prada, dan Louis Vuitton. Gucci memperkenalkan setelan jas berbahan katun yang tipis dan nyaman. Melihat kampanye iklannya di majalah mode seperti Vogue atau W, kita yang belum paham tentu merasa heran. Masa memakai setelan jas di siang hari bolong di daerah pantai? Tapi dengan kain 100% katun dengan perforasi maksimal, tampil rapi dan elegan di tempat panas seperti ini tentulah tak jadi masalah.

Resort wear itu mengutamakan kenyamanan. Katun adalah kain yang paling cocok untuk resort wear. Katun menyerap kelembaban dan berevaporasi dengan cepat. Katun sendiri juga memberi efek dingin ke kulit sehingga tak membuat kita gerah. Intinya, tubuh bernafas dengan lega di bawah sengatan matahari. Berdasar karakteristik dan fungsinya, kain linen juga menjadi pilihan yang pas.

Tampilan resort wear melibatkan gaun-gaun tipis seperti shift dress (dress terusan mini atau selutut tanpa garis pinggang), maxi dress (dress terusan dengan rok panjang hingga mata kaki), dan tube dress (dress tanpa lengan). Gaya lain yang umum adalah pemakaian tunik, rok longgar selutut , hingga celana capri dan celana pendek. Asesoris bergaya resort banyak pilihannya. Dari sepatu saja, ada sepatu wedges (semacam selop berhak tinggi yang menyatu dengan sol), ballerina/flat (sepatu teplek), hingga sandal (dari yang elegan seperti Tods hingga casual seperti Havaianas). Untuk tas, tote bag (tas jinjing) atau straw bag (tas sandang ataupun tangan berbahan anyaman) yang berukuran besar adalah item favorit. Tas ini bisa memuat semua bawaan dari majalah, payung hingga perlengkapan renang. Topi dan kacamata hitam? Barang wajib, tentunya.

Motif kain yang digunakan pada busana-busana bergaya resort ini umumnya floral. Nuansa safari pun muncul melalui motif zebra, phyton dan leopard. Sementara pilihan warna bervariasi dari warna-warna permen yang lembut hingga warna menyengat seperti kuning lemon atau hot pink. Putih dan khaki? Selalu klasik dan tak lekang waktu.

Untuk pria, karakter resort wear pada umumnya meliputi kemeja, pullover dan blazer katun longgar yang dipadankan dengan celana pendek linen dan sepatu moccasin, sandal serta topi fedora atau trilby.

RESORT WEAR BY ANDY SALEH
Andy Saleh

Bergaya Resort Wear di Bandung?

Ya, kenapa tidak? Bersyukurlah kita yang tinggal di negara beriklim tropis. Cuacanya yang mendukung gaya ini membuat kita sah-sah saja mengenakannya sepanjang tahun. Tapi tentunya ada batasannya. Gaya ini tak selalu berterima di setiap tempat. Mal atau kafe bolehlah. Tapi beberapa ciri gaya resort wear yang sangat casual pastinya tak pantas di tempat resmi seperti undangan pesta perkawinan (gaun panjang tak selamanya resmi, lho).

Disainer Andy Saleh pernah memamerkan koleksi busana prianya yang bertema liburan di awal 2007. Ini reaksinya terhadap mumetnya kondisi sosial dan ekonomi Indonesia. Secara psikologis, busana memang mampu membentuk suasana hati kita. Sebagai fashion therapy, resort wear sangat efektif menyegarkan pikiran. Apabila anda ingin melepas penat tanpa bepergian ke luar kota, mungkin berbusana dengan gaya ini dapat diterapkan

(Terimakasih penulis ucapkan atas izin Andy Saleh dan M.Shanti untuk pemuatan foto berkaitan artikel ini.)

Untuk saran dan pertanyaan, penulis dapat dihubungi melalui email : muhammadreza_ss@yahoo.com dan telepon/whatsapp di +6287877177869.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s